PBB Minta Israel Batalkan UU Hukuman Mati Warga Palestina

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 01 April 2026 | 13:47 WIB
PBB Minta Israel Batalkan UU Hukuman Mati Warga Palestina
Warga Palestina mengungsi dengan berjalan kaki saat mereka melarikan diri dari bagian utara Gaza, di tengah operasi militer Israel, di Jabalia di Jalur Gaza utara pada tanggal 4 Desember 2024. (Foto arsip: Reuters)
baca 10 detik

 

  • PBB menuntut Israel mencabut undang-undang hukuman mati karena melanggar standar hak asasi manusia global.

  • GCC mengutuk keras aturan hukuman mati Israel yang dianggap diskriminatif terhadap para tahanan Palestina.

  • Dunia internasional mendesak penghentian praktik ilegal Israel demi tercapainya solusi damai negara Palestina merdeka.

Para pengamat hukum internasional mencemaskan adanya ketimpangan dalam penerapan undang-undang tersebut di lapangan nantinya.

Ada indikasi kuat bahwa hukuman ini berpotensi besar hanya akan dijatuhkan kepada warga berkebangsaan Palestina.

Sebaliknya, pelaku dari kalangan Yahudi dikhawatirkan akan mendapat perlakuan berbeda dalam kasus-kasus yang serupa.

Ketidakadilan hukum ini dianggap akan mencederai prinsip kesetaraan di hadapan hukum bagi seluruh warga negara.

Diskriminasi sistematis dalam sistem peradilan Israel menjadi sorotan utama dalam berbagai forum diplomasi antarnegara dunia.

Suara penolakan tidak hanya datang dari New York, tetapi juga menggema dari negara-negara Teluk.

Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem Albudaiwi, memberikan reaksi keras atas langkah otoritas penjajah tersebut.

Albudaiwi memandang bahwa hukuman mati bagi tahanan Palestina adalah sebuah bentuk penindasan yang sangat nyata dilakukan.

Pernyataan ini dikeluarkan secara resmi melalui Sekretariat Jenderal GCC untuk menanggapi situasi darurat kemanusiaan di wilayah pendudukan.

baca juga

Pihaknya merasa perlu mengambil sikap demi melindungi hak-hak dasar para tahanan yang saat ini berada di penjara.

Menurut Albudaiwi, keputusan yang diambil oleh Knesset telah mengabaikan semua batas hukum yang berlaku secara global.

Ia menyatakan bahwa keputusan yang dikeluarkan Parlemen Israel Knesset ini merupakan pelanggaran terang-terangan sekaligus bertentangan dengan semua hukum dan norma internasional dan kemanusiaan.

Pelanggaran ini dianggap mencederai kredibilitas Israel dalam menjalankan fungsi negara yang seharusnya beradab dan taat hukum.

GCC meminta dunia internasional tidak menutup mata terhadap praktik ilegal yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel.

Tindakan tersebut dipandang sebagai ancaman serius yang mengintai keselamatan warga sipil Palestina setiap harinya secara berkelanjutan.

Masyarakat internasional kini dituntut untuk melakukan intervensi nyata guna menghentikan implementasi undang-undang yang kontroversial tersebut.

Tanggung jawab moral dan hukum berada di pundak negara-negara besar untuk menekan Israel agar membatalkan kebijakannya.

Praktik ilegal ini tidak boleh dibiarkan menjadi standar baru dalam penanganan konflik bersenjata di Timur Tengah.

Tanpa adanya tekanan diplomatik yang kuat, dikhawatirkan eksekusi mati akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Langkah pencegahan harus segera dilakukan sebelum jatuh korban jiwa akibat regulasi hukum yang dianggap cacat ini.

Di sisi lain, GCC kembali menegaskan posisi diplomatik mereka yang konsisten dalam mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina.

Albudaiwi menyatakan bahwa pengakhiran pendudukan Israel adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian yang abadi dan berkeadilan.

Visi GCC tetap berfokus pada pembentukan negara Palestina yang berdaulat secara penuh dan diakui secara internasional.

Batas wilayah tahun 1967 menjadi referensi utama dalam setiap negosiasi perdamaian yang diusulkan oleh pihak Teluk.

Yerusalem Timur tetap diposisikan sebagai ibu kota yang sah bagi negara Palestina yang dicita-citakan bersama tersebut.

Segala bentuk kebijakan sepihak dari Israel dianggap hanya akan menjauhkan peluang dialog damai antar kedua belah pihak.

Pengesahan undang-undang hukuman mati ini justru menambah daftar panjang hambatan dalam proses rekonsiliasi di kawasan itu.

Dunia berharap agar Israel lebih mengedepankan pendekatan kemanusiaan daripada menerapkan kebijakan yang bersifat balas dendam secara hukum.

Keamanan nasional tidak seharusnya dijadikan alasan untuk melegalkan praktik-praktik yang melanggar hak asasi manusia yang mendasar.

PBB tetap berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi ini hingga ada perubahan kebijakan dari pihak pemerintah Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil dan Pangkat 3 Prajurit TNI yang Gugur akibat Serangan Israel

Profil dan Pangkat 3 Prajurit TNI yang Gugur akibat Serangan Israel

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 12:48 WIB

Adopsi Strategi Mao Zedong, Rahasia 'Pertahanan Mosaik' Iran yang Bikin AS-Israel Pusing

Adopsi Strategi Mao Zedong, Rahasia 'Pertahanan Mosaik' Iran yang Bikin AS-Israel Pusing

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:36 WIB

Donald Trump Ngamuk-ngamuk ke Benjamin Netanyahu Usai Israel Serang Iran ke Daerah Ini

Donald Trump Ngamuk-ngamuk ke Benjamin Netanyahu Usai Israel Serang Iran ke Daerah Ini

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:12 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Sunscreen Gel Lokal di Bawah 40 Ribu sesuai Review

5 Rekomendasi Sunscreen Gel Lokal di Bawah 40 Ribu sesuai Review

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 15:15 WIB

8 Keunggulan Tecno POVA 6, HP Gaming Rp2 Jutaan Baterai 6.000 mAh dan Kamera 108 MP

8 Keunggulan Tecno POVA 6, HP Gaming Rp2 Jutaan Baterai 6.000 mAh dan Kamera 108 MP

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 15:15 WIB

Bagaimana Cara Memilih Ukuran Sepatu Lari yang Tepat? Ini Panduan agar Tak Salah Beli

Bagaimana Cara Memilih Ukuran Sepatu Lari yang Tepat? Ini Panduan agar Tak Salah Beli

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 15:15 WIB

Rumah Panggung Mewah Pengusaha Sidrap Ludes Terbakar

Rumah Panggung Mewah Pengusaha Sidrap Ludes Terbakar

Sulsel | Selasa, 29 September 2026 | 15:08 WIB

Usut Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Komisi II DPR Minta Ombudsman Buka-Bukaan

Usut Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Komisi II DPR Minta Ombudsman Buka-Bukaan

News | Selasa, 29 September 2026 | 15:07 WIB

Bangkai KM Virgo Transport 8 Ganggu Jalur Pelayaran, Pemilik Diminta Percepat Salvage

Bangkai KM Virgo Transport 8 Ganggu Jalur Pelayaran, Pemilik Diminta Percepat Salvage

News | Selasa, 29 September 2026 | 15:01 WIB

Ugly Duckling Ms. Maeng Tayang Oktober, Ungkap Kekacauan di Balik CSAT

Ugly Duckling Ms. Maeng Tayang Oktober, Ungkap Kekacauan di Balik CSAT

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 15:00 WIB

Day Cream Facetology Apakah Ada SPF-nya? Cek Kandungan dan Peringatan Pemakaian

Day Cream Facetology Apakah Ada SPF-nya? Cek Kandungan dan Peringatan Pemakaian

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 14:55 WIB

Prediksi Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh Jika John Herdman Ubah Strategi

Prediksi Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh Jika John Herdman Ubah Strategi

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 14:54 WIB

Lowongan Minta Paket Lengkap, Gaji Paket Hemat: Ada Apa dengan Pasar Kerja?

Lowongan Minta Paket Lengkap, Gaji Paket Hemat: Ada Apa dengan Pasar Kerja?

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 14:50 WIB

×