Jelang May Day 2026, KSPI Umumkan Aksi Besar 16 April hingga 1 Mei

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 06 April 2026 | 16:12 WIB
Jelang May Day 2026, KSPI Umumkan Aksi Besar 16 April hingga 1 Mei
Presiden KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal. (Suara.com/Faqih)
baca 10 detik
  • KSPI menjadwalkan aksi pra-May Day pada 16 April 2026 di berbagai daerah sebagai bentuk pemanasan sebelum puncak demonstrasi besar.
  • Ratusan ribu buruh dari KSPI dan Partai Buruh akan menggelar aksi serentak di 38 provinsi pada 1 Mei 2026.
  • Massa menuntut enam isu krusial termasuk revisi UU Ketenagakerjaan, penghapusan sistem outsourcing, serta penolakan terhadap ancaman PHK massal pekerja.

Suara.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memastikan gelombang aksi buruh tidak hanya terjadi saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap tanggal 1 Mei. Sebelum itu, buruh akan lebih dulu turun ke jalan dalam agenda pra-May Day pada Kamis, 16 April 2026.

Presiden KSPI, Said Iqbal, mengatakan aksi tersebut akan dilakukan oleh buruh di berbagai daerah sebagai bentuk pemanasan May Day sekaligus peringatan awal kepada pemerintah.

“Sebelum peringatan May Day 1 Mei, akan ada pra-May Day tanggal 16 April,” kata Said kepada suara.com, dihubungi Senin (6/4/2026).

Aksi ini disebut menjadi pembuka rangkaian mobilisasi buruh yang puncaknya akan terjadi pada 1 Mei mendatang.

Sebelumnya, Said juga menyampaikan kalau pada saat Hari Buruh 1 Mei 2026, KSPI bersama Partai Buruh akan menggelar aksi serentak di seluruh Indonesia.

Aksi tersebut akan menjangkau 38 provinsi dan lebih dari 350 kabupaten/kota, dengan total peserta diperkirakan mencapai ratusan ribu buruh.

“Pada tanggal 1 Mei KSPI dan Partai Buruh akan melakukan aksi secara serentak di seluruh Indonesia. Ratusan ribu buruh dan kami tidak bergabung dengan aksi serikat-serikat buruh lainnya,” ujar Said.

Khusus wilayah Jabodetabek, aksi akan dipusatkan di depan Gedung DPR RI mulai pukul 10.00 WIB, dengan estimasi sekitar 50 ribu buruh akan hadir. Sementara di daerah lain, aksi akan digelar di kantor pemerintah daerah hingga gedung DPRD provinsi maupun kabupaten/kota.

Sejumlah kota besar yang dipastikan ikut menggelar aksi antara lain Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Medan, Makassar, hingga Jayapura.

baca juga

Dalam aksi May Day tahun ini, KSPI dan Partai Buruh membawa enam tuntutan utama yang disebut sebagai isu krusial bagi pekerja.

Pertama, mendesak pengesahan revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan.
Said menilai proses legislasi selama ini berjalan terlalu lambat dan tidak responsif terhadap kebutuhan buruh.

Kedua, penghapusan sistem outsourcing dan penolakan upah murah.
KSPI juga menyinggung janji Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyatakan komitmen menghapus outsourcing. Menurut Said, hingga kini janji tersebut belum terealisasi.

Ketiga, buruh menuntut pemerintah menghentikan ancaman PHK yang dinilai semakin nyata. KSPI mengaitkan hal ini dengan situasi global, terutama konflik di Timur Tengah yang berdampak pada lonjakan harga energi dan biaya produksi industri.

Jika kondisi tersebut berlanjut, perusahaan dinilai akan mengambil langkah efisiensi, termasuk pengurangan tenaga kerja.

Keempat, reformasi pajak bagi pekerja, khususnya kenaikan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp7,5 juta per bulan dari saat ini Rp4,5 juta. Dengan kenaikan itu, buruh berharap ada tambahan daya beli.

Kelima, pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) yang hingga kini belum juga disahkan meski sempat dijanjikan pemerintah.

Keenam, dorongan pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai bagian dari agenda pemberantasan korupsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul

KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul

News | Senin, 06 April 2026 | 15:47 WIB

Kemnaker Respons Laporan 25 Ribu Buruh Belum Terima THR: Perusahaan Wajib Bayar Plus Denda

Kemnaker Respons Laporan 25 Ribu Buruh Belum Terima THR: Perusahaan Wajib Bayar Plus Denda

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:32 WIB

FSPMI dan Partai Buruh Bakal Gelar Aksi di Kemenaker, Tolak Impor Mobil Pikap dari India

FSPMI dan Partai Buruh Bakal Gelar Aksi di Kemenaker, Tolak Impor Mobil Pikap dari India

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:48 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:11 WIB

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

×