Waktu Habis! Siap-siap Donald Trump Bombardir Ratakan Iran

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 07 April 2026 | 11:13 WIB
Waktu Habis! Siap-siap Donald Trump Bombardir Ratakan Iran
Donald Trump (Poltus)
baca 10 detik
  • Trump mengancam hancurkan total jembatan dan pembangkit listrik Iran dalam durasi empat jam saja.

  • Konflik dipicu oleh tuntutan AS agar Iran segera membuka akses navigasi di Selat Hormuz.

  • Garda Revolusi Iran bersumpah melakukan pembalasan jika infrastruktur kritis mereka diserang militer Amerika.

Perselisihan ini berakar dari tuntutan Amerika Serikat agar pihak Teheran segera membuka akses di Selat Hormuz.

Hormuz dikenal sebagai urat nadi pengiriman minyak dunia yang sangat krusial bagi stabilitas harga energi global.

Trump berjanji akan memberikan konsekuensi luar biasa berat jika tuntutan terkait jalur laut tersebut tetap tidak dipenuhi.

Melalui platform media sosial miliknya sang presiden terus memanaskan suasana dengan rangkaian unggahan yang sangat provokatif.

Ia bahkan memberikan label khusus untuk hari Selasa sebagai hari kehancuran bagi seluruh infrastruktur penting di Iran.

Retorika yang digunakan dalam komunikasi publiknya menunjukkan ketegasan tanpa kompromi terhadap kepemimpinan di pihak negara Iran tersebut.

"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, Hari Jembatan, semuanya digabung jadi satu di Iran. Tidak akan, ada yang seperti itu," ungkap Trump pada Senin.

Kalimat tersebut dikirimkan sebagai peringatan terakhir sebelum mesin perang Amerika Serikat benar-benar digerakkan menuju target operasi.

Ia mendesak agar pihak lawan segera mengubah kebijakan mereka sebelum terlambat dan menghadapi bencana yang jauh lebih besar.

baca juga

Dia lalu berujar,"Buka Selat sialan itu, brengsek atau Anda akan hidup di neraka. LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah [Praise to be Allah/Alhamdulillah]."

Di sisi lain pemerintah Iran menunjukkan sikap yang tidak akan mundur sedikitpun menghadapi ancaman dari negara adidaya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei menegaskan kesiapan penuh militer mereka dalam menjaga kedaulatan nasional mereka.

Pasukan elite Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC telah disiagakan untuk memberikan respons balik yang setimpal nantinya.

Teheran memandang setiap bentuk agresi militer terhadap fasilitas publik mereka sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Pihak kementerian menggarisbawahi bahwa mereka tidak akan tinggal diam jika wilayah mereka diserang secara mendadak oleh pihak manapun.

Strategi pertahanan Iran melibatkan serangan balasan yang ditujukan langsung pada aset-aset strategis milik Amerika Serikat di kawasan.

"Reaksi Iran akan melakukan pembalasan terkait serangan apapun. Angkatan Bersenjata kami sudah sangat jelas bahwa serangan terhadap infrastruktur kritis, kita akan membalasnya," kata Baghaei saat wawancara dengan Al Jazeera dan dirilis Senin.

Ancaman balasan ini juga berlaku bagi pihak ketiga yang terbukti membantu operasional militer Washington dalam menyerang Iran.

Dunia internasional kini menanti dengan cemas apakah diplomasi masih memiliki ruang di tengah dentuman ancaman perang.

Esmail Baghaei juga memberikan kritik tajam terhadap gaya komunikasi yang digunakan oleh Donald Trump dalam konflik ini.

Menurutnya bahasa yang digunakan oleh pihak Gedung Putih mencerminkan perilaku yang melanggar norma-norma kemanusiaan dan hukum internasional.

"Ini sama saja dengan hasutan untuk melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Baghaei.

Komentar ini merujuk pada target serangan yang menyasar fasilitas sipil seperti jembatan dan pembangkit listrik masyarakat luas.

Hingga saat ini belum ada tanda-tanda deeskalasi dari kedua belah pihak yang bersitegang di kawasan Timur Tengah.

Publik menantikan perkembangan pada pukul 23.30 WIB yang diprediksi menjadi titik nol dari potensi konflik bersenjata ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penampakan Puing Pesawat C-130 AS yang Ditembak Jatuh Polisi Iran, Pilotnya Perempuan

Penampakan Puing Pesawat C-130 AS yang Ditembak Jatuh Polisi Iran, Pilotnya Perempuan

News | Selasa, 07 April 2026 | 11:04 WIB

Donald Trump Perintahkan Pesawat F-15E Diledakkan Hingga Berkeping-keping, Kenapa?

Donald Trump Perintahkan Pesawat F-15E Diledakkan Hingga Berkeping-keping, Kenapa?

News | Selasa, 07 April 2026 | 10:59 WIB

Inggris Larang Pangkalan Militernya Dipakai Amerika Serikat Serang Infrastruktur Sipil Iran

Inggris Larang Pangkalan Militernya Dipakai Amerika Serikat Serang Infrastruktur Sipil Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 10:45 WIB

Terkini

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:37 WIB

Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi

Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:30 WIB

Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei

Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:05 WIB

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

×