Soroti Kebutuhan Talenta Data di Era Digital, Mahasiswa Kampus Ini Raih Tiga Prestasi Nasional

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 08 April 2026 | 15:36 WIB
Soroti Kebutuhan Talenta Data di Era Digital, Mahasiswa Kampus Ini Raih Tiga Prestasi Nasional
Ilustrasi mahasiswa. (Pexels/George Pak)
  • Dunia kerja kini menuntut talenta dengan kemampuan analisis data dan pemecahan masalah untuk pengambilan keputusan strategis yang berdampak.
  • Universitas Prasetiya Mulya merancang kurikulum Business Mathematics yang mengintegrasikan matematika, analitik data, dan bisnis untuk menjawab kebutuhan industri modern.
  • Mahasiswa Business Mathematics, Avril Lawrencia, meraih berbagai prestasi nasional pada 2025 melalui penyelesaian tantangan bisnis nyata di industri perusahaan.

Suara.com - Di tengah derasnya arus transformasi digital, kemampuan membaca dan mengolah data perlahan berubah menjadi bahasa baru di dunia kerja. Perusahaan tidak lagi sekadar mencari lulusan dengan pemahaman teoritis, tetapi talenta yang mampu menerjemahkan data menjadi keputusan yang berdampak.

Di titik inilah analisis data, critical thinking, dan problem solving menjadi kompetensi yang semakin menentukan. Laporan World Economic Forum menegaskan arah tersebut. Keterampilan berbasis data diprediksi menjadi salah satu yang paling dibutuhkan di masa depan.

Bagi dunia pendidikan, ini menjadi sinyal penting bahwa kurikulum harus bergerak seiring kebutuhan industri, tidak hanya adaptif, tetapi juga proaktif.

Soroti Kebutuhan Talenta Data di Era Digital, Mahasiswa Prasetiya Mulya Raih Tiga Prestasi Nasional. (Dok Istimewa)
Soroti Kebutuhan Talenta Data di Era Digital, Mahasiswa Prasetiya Mulya Raih Tiga Prestasi Nasional. (Dok Istimewa)

Program Studi Business Mathematics di Universitas Prasetiya Mulya menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan mencoba menjawab tantangan itu.

Dengan pendekatan yang menggabungkan matematika, analitik data, dan bisnis, program ini dirancang untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya mampu menghitung, tetapi juga memahami konteks dan mengambil keputusan strategis.

Salah satu potret nyata dari pendekatan tersebut terlihat pada sosok Avril Lawrencia. Mahasiswa Business Mathematics ini mencatatkan serangkaian prestasi sepanjang 2025 di tingkat nasional, membuktikan bahwa kemampuan akademik dapat bertransformasi menjadi kontribusi nyata dalam ruang kompetitif.

Avril meraih Juara 1 dalam Unbottle Challenge 2025 yang diselenggarakan oleh Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, sebuah kompetisi studi kasus di industri FMCG yang menuntut peserta merumuskan solusi atas tantangan penjualan dan keberlanjutan.

Ia juga meraih posisi 1st Runner Up dalam GEAR 2025 yang diselenggarakan oleh Astra Honda Motor, serta dinobatkan sebagai Best Individual dalam INKOMPASS Innovation Challenge 2025 yang diinisiasi oleh PT HM Sampoerna Tbk.

Ketiga kompetisi tersebut tidak sekadar menguji pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir sistematis dalam menghadapi persoalan bisnis yang kompleks. Di dalamnya, mahasiswa dituntut untuk membaca data, memahami konteks industri, dan menyusun strategi yang relevan dengan tantangan nyata.

Bagi Avril, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang berbeda dari ruang kelas. Di sana, teori diuji dalam tekanan waktu, kolaborasi, dan ekspektasi industri yang tinggi.

“Kami tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mengolah data dan menghasilkan solusi yang aplikatif serta berdampak,” ujarnya.

Dari sisi program studi, capaian ini menjadi refleksi dari pendekatan pembelajaran yang diusung. Ketua Program Studi Business Mathematics Universitas Prasetiya Mulya, Yeftanus Antonio, menegaskan bahwa kurikulum dirancang untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Kami melihat kebutuhan industri yang semakin kuat terhadap talenta yang berpikir analitik, inovatif, dan strategis. Karena itu, kurikulum S1 Business Mathematics dirancang untuk menekankan pengambilan keputusan berbasis data, pemecahan masalah nyata, serta integrasi antara bisnis dan teknologi,” katanya.

Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, pendekatan pembelajaran berbasis real case study menjadi fondasi utama. Mahasiswa diajak untuk terlibat langsung dalam persoalan nyata, memahami dinamika industri, dan merumuskan solusi yang tidak hanya tepat secara analitik, tetapi juga relevan secara praktis.

Di tengah perubahan yang terus bergerak cepat, talenta dengan kemampuan multidisiplin menjadi semakin dibutuhkan. Kemampuan menjembatani antara data dan keputusan bisnis menjadi nilai tambah yang tidak tergantikan.

Melalui capaian mahasiswanya, Program Studi Business Mathematics Universitas Prasetiya Mulya menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi ruang lahirnya generasi yang tidak hanya siap menghadapi masa depan, tetapi juga mampu membentuknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SeaBank Cetak Laba Bersih Rp 678,4 Miliar di 2025, Meroket 79%

SeaBank Cetak Laba Bersih Rp 678,4 Miliar di 2025, Meroket 79%

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:23 WIB

Apa Itu Digital CS BRI dan Bagaimana Cara Menggunakannya

Apa Itu Digital CS BRI dan Bagaimana Cara Menggunakannya

Bri | Selasa, 07 April 2026 | 20:33 WIB

Ratusan Mahasiswa BEM SI BSJB Geruduk Komnas HAM, Desak Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus

Ratusan Mahasiswa BEM SI BSJB Geruduk Komnas HAM, Desak Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus

News | Selasa, 07 April 2026 | 19:34 WIB

Terkini

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:05 WIB

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54 WIB

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:24 WIB

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:17 WIB

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:33 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB