Israel dan Lebanon Siap Negosiasi di Washington, Upaya Gencatan Senjata Menguat

Arif Budi

Jum'at, 10 April 2026 | 14:41 WIB
Israel dan Lebanon Siap Negosiasi di Washington, Upaya Gencatan Senjata Menguat
Israel dan Lebanon dikabarkan akan negosiasi di Washington. [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan kesiapan Israel untuk menggelar perundingan langsung dengan Lebanon di Washington pada pekan depan.
  • Agenda perundingan tersebut berfokus pada pelucutan senjata kelompok Hizbullah serta upaya membangun hubungan damai antara kedua negara.
  • Pemerintah Lebanon menempuh jalur diplomasi, namun Hizbullah menolak negosiasi sebelum gencatan senjata total dan penarikan pasukan Israel terlaksana.

Suara.com - Di tengah situasi yang memanas dan hanya sehari setelah serangan mematikan Israel di Lebanon menewaskan lebih dari 300 orang, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara mengejutkan menyatakan kesiapan pemerintahnya untuk menggelar perundingan langsung dengan Lebanon.

Menukil dari laporan AFP, negosiasi tersebut dijadwalkan akan berlangsung di Washington pada pekan depan.

Langkah ini berisiko memperumit gencatan senjata rapuh yang baru saja tercapai antara Amerika Serikat dan Iran.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis kantornya pada Kamis (9/4/2026), Netanyahu mengklaim bahwa tawaran dialog ini merupakan respons atas permintaan dari pihak Lebanon sendiri.

“Mengingat permintaan berulang Lebanon untuk membuka negosiasi langsung dengan Israel, saya kemarin telah menginstruksikan kabinet untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon sesegera mungkin,” bunyi pernyataan Netanyahu.

Ia menambahkan bahwa fokus utama dari perundingan tersebut adalah pelucutan senjata kelompok Hizbullah dan upaya untuk membangun hubungan damai antara kedua negara.

Langkah Israel ini mendapat respons beragam dari Lebanon. Di satu sisi, pemerintah resmi menempuh jalur diplomasi.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun menyatakan bahwa solusi utama adalah gencatan senjata dan menegaskan komitmennya untuk mencegah perang internal.

“Saya telah mengatakan dan mengulanginya: saya tidak akan membiarkan konflik internal terjadi, dan semua pihak harus percaya pada negara dan kekuatan sahnya, karena tidak ada keselamatan tanpa itu,” ujarnya.

baca juga

Sejalan dengan itu, Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam telah memerintahkan aparat untuk memperkuat kontrol negara dan membatasi kepemilikan senjata hanya pada otoritas resmi.

“Angkatan bersenjata dan aparat keamanan diminta segera memperkuat penerapan penuh otoritas negara atas wilayah Beirut dan memonopoli senjata hanya di tangan otoritas yang sah,” katanya.

Namun, jalan menuju meja perundingan dipastikan tidak akan mulus. Kelompok Hizbullah, yang menjadi target utama Israel, secara tegas menolak gagasan negosiasi langsung.

Anggota parlemen dari Hizbullah, Ali Fayyad menegaskan bahwa ada syarat mutlak yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Menurutnya, pemerintah Lebanon harus menuntut gencatan senjata total sebelum melangkah lebih jauh.

Ia juga menekankan prioritas lain, yaitu penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Lebanon serta pemulangan warga yang terpaksa mengungsi.

Sikap ini diperkuat oleh seorang sumber resmi yang menyatakan tidak akan ada perundingan apa pun sebelum gencatan senjata benar-benar tercapai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Bantah Serangan Drone ke Negara Teluk Saat Gencatan Senjata

Iran Bantah Serangan Drone ke Negara Teluk Saat Gencatan Senjata

News | Jum'at, 10 April 2026 | 13:23 WIB

Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi

Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:57 WIB

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:38 WIB

Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah

Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:32 WIB

Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut

Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:16 WIB

Terkini

Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi

Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:28 WIB

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:23 WIB

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:37 WIB

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:31 WIB

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan  Anak

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:15 WIB

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:55 WIB

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:00 WIB

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

×