3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 12 April 2026 | 12:54 WIB
3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan
Stabilitas ekonomi dunia terancam setelah dialog diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan resmi. (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Perundingan Amerika Serikat dan Iran di Islamabad berakhir buntu tanpa menghasilkan kesepakatan damai.

  • Status Selat Hormuz tetap tertutup karena perbedaan pandangan pada isu keamanan maritim internasional.

  • Wakil Presiden J.D. Vance meninggalkan Pakistan tanpa membawa hasil kesepakatan diplomatik yang konkret.

Suara.com - Stabilitas ekonomi dunia terancam setelah dialog diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan resmi.

Kegagalan ini berakar pada ketidaksepahaman mendalam mengenai protokol keamanan pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi vital.

Dikutip dari Sputnik, ketegangan tetap tinggi karena kedua negara belum menemukan titik temu pada dua hingga tiga isu krusial yang bersifat fundamental.

Amerika Serikat menuntut penghentian total seluruh aktivitas nuklir Iran, termasuk untuk kebutuhan medis yang bersifat kemanusiaan. (Tasnimnews)
Amerika Serikat menuntut penghentian total seluruh aktivitas nuklir Iran, termasuk untuk kebutuhan medis yang bersifat kemanusiaan. (Tasnimnews)

Kondisi tersebut memastikan bahwa tekanan pada harga energi global tidak akan mereda dalam waktu dekat pasca pertemuan tersebut.

Absennya komitmen tertulis membuat gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan Donald Trump kini berada di ambang keruntuhan total.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengonfirmasi bahwa perbedaan visi menjadi penghalang utama terciptanya perdamaian.

“Kami mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu, namun pandangan kami berbeda pada dua atau tiga isu penting, dan pada akhirnya pembicaraan tidak menghasilkan kesepakatan,” kata Baghaei.

Hambatan paling nyata berkaitan dengan operasional Selat Hormuz yang saat ini masih berada di bawah kendali ketat Iran.

Pihak Teheran menegaskan tidak akan mengubah status quo di jalur tersebut tanpa adanya kerangka kerja sama yang baru.

baca juga

Di sisi lain, Washington menuntut jaminan keamanan penuh bagi kapal komersial yang melintasi wilayah perairan internasional tersebut segera.

Kegagalan Diplomasi Delegasi J.D. Vance

Wakil Presiden Amerika Serikat, J.D. Vance, yang memimpin langsung delegasi negosiasi menyatakan kekecewaannya atas hasil di Pakistan.

Ia secara terbuka mengakui bahwa proses diskusi yang panjang tidak membuahkan dokumen kesepakatan yang diharapkan kedua belah pihak.

Delegasi Amerika Serikat pun memutuskan untuk segera meninggalkan Islamabad dan kembali ke Washington tanpa membawa kemajuan diplomatik signifikan.

Kegagalan ini terjadi hanya beberapa hari setelah optimisme muncul akibat pengumuman gencatan senjata sementara selama dua pekan.

Ketidakhadiran Steve Witkoff dan Jared Kushner dalam pengumuman hasil akhir menunjukkan betapa alotnya posisi tawar yang terjadi.

Blokade yang dilakukan Iran terhadap Selat Hormuz telah memicu guncangan hebat pada pasar komoditas minyak mentah dunia.

Sekitar 20 persen dari total pasokan minyak bumi global sangat bergantung pada akses terbuka di jalur sempit tersebut.

Selain minyak, pengiriman gas alam cair dan pupuk menuju pasar Asia kini mengalami hambatan distribusi yang sangat serius.

Pihak Amerika Serikat bahkan telah mengerahkan kapal perusak untuk bersiap melakukan pembersihan ranjau yang diduga terpasang di sana.

Iran membantah klaim militer Amerika Serikat tersebut namun tetap mempertahankan posisi defensif mereka di sekitar wilayah perairan selat.

Rapuhnya Gencatan Senjata di Tengah Konflik

Situasi di lapangan semakin rumit karena eskalasi militer Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon terus berlangsung masif.

Washington menyatakan serangan di Lebanon tidak termasuk dalam ruang lingkup kesepakatan gencatan senjata yang melibatkan Teheran.

Hal ini memicu kemarahan pihak Iran yang diwakili oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dalam meja perundingan formal.

Tuntutan Amerika Serikat dianggap terlalu berlebihan oleh perwakilan Iran sehingga menghambat tercapainya kesepakatan yang adil bagi kedua pihak.

Ketidaksamaan persepsi mengenai batas-batas konflik regional ini menjadi penghambat utama dalam merumuskan draf perdamaian jangka panjang.

Konflik ini memuncak setelah Iran melakukan penutupan efektif terhadap Selat Hormuz sebagai respons atas dinamika politik di Timur Tengah.

Langkah tersebut berdampak langsung pada lonjakan harga inflasi global karena terganggunya rantai pasok energi internasional secara mendadak.

Upaya mediasi yang diprakarsai oleh Pakistan bertujuan untuk menurunkan tensi militer sekaligus membuka kembali akses perdagangan laut dunia.

Namun perbedaan ideologis dan kepentingan keamanan nasional masing-masing negara masih terlalu kuat untuk dijembatani dalam satu pertemuan singkat.

Kini dunia menanti langkah selanjutnya dari Gedung Putih dan Teheran untuk mencegah krisis ini berubah menjadi konfrontasi militer terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:30 WIB

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:55 WIB

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:36 WIB

Terkini

Kembali ke Sekolah, Siswa di Pekanbaru Diwajibkan Pakai Masker

Kembali ke Sekolah, Siswa di Pekanbaru Diwajibkan Pakai Masker

Riau | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Didenda Rp1,5 T, DSSA Justru Mau Buyback Saham Rp1 T

Didenda Rp1,5 T, DSSA Justru Mau Buyback Saham Rp1 T

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:04 WIB

Ritual Fere Kie di Gamalama, Tradisi Spiritual Masyarakat Ternate

Ritual Fere Kie di Gamalama, Tradisi Spiritual Masyarakat Ternate

Foto | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Warga Dipolisikan Buntut Konten Blackout Batam, Polda Kepri: Benar

Warga Dipolisikan Buntut Konten Blackout Batam, Polda Kepri: Benar

Batam | Senin, 19 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Operasi Gabungan di Kelab Malam Jakarta dan PIK, 9 Orang Positif Etomidate dan Sabu

Operasi Gabungan di Kelab Malam Jakarta dan PIK, 9 Orang Positif Etomidate dan Sabu

Jakarta | Senin, 19 Oktober 2026 | 08:51 WIB

OJK dan SRO Ajak Pelaku Pasar Perkuat Integritas Pasar Modal, Denda Pelanggaran Capai Rp2,1 Triliun

OJK dan SRO Ajak Pelaku Pasar Perkuat Integritas Pasar Modal, Denda Pelanggaran Capai Rp2,1 Triliun

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Hajar Persiku Kudus, Begini Detik-detik PSPS Pekanbaru Jebolkan 4 Gol

Hajar Persiku Kudus, Begini Detik-detik PSPS Pekanbaru Jebolkan 4 Gol

Riau | Senin, 19 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Antrean BBM Belum Normal, Pemkab Jember Kembali Terapkan WFH untuk ASN

Antrean BBM Belum Normal, Pemkab Jember Kembali Terapkan WFH untuk ASN

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Rahasia Kelam yang Terkubur di Balik Misteri Musim Panas di Duwang-ri

Rahasia Kelam yang Terkubur di Balik Misteri Musim Panas di Duwang-ri

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Gempuran Drone Ukraina dan Konflik Teluk Persia Tahan Harga Minyak di Level Tinggi

Gempuran Drone Ukraina dan Konflik Teluk Persia Tahan Harga Minyak di Level Tinggi

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 08:25 WIB

×