Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas

Bangun Santoso

Selasa, 14 April 2026 | 13:02 WIB
Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas
Pengamat politik Boni Hargens. [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menginstruksikan Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, dan Menteri Keuangan untuk memperkuat stabilitas keamanan serta kedaulatan ekonomi negara.
  • Koordinasi lintas sektoral ini bertujuan memerangi penyelundupan sebagai upaya preventif menjaga ketahanan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.
  • Sinergi strategis antarlembaga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan negara melalui penegakan hukum ekonomi yang efektif dan terukur.

Suara.com - Dinamika politik dan keamanan nasional mendapatkan perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto sebelum bertolak dalam kunjungan kenegaraan ke Rusia dan beberapa negara eropa lainnya.

Kepala Negara memberikan instruksi khusus kepada empat pejabat teras, yakni Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Muh Herindra, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Langkah itu dinilai sebagai upaya preventif yang krusial di tengah fluktuasi geopolitik global.

Menurut analis politik, Boni Hargens, koordinasi lintas sektoral ini adalah fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan dalam negeri, terutama saat situasi di Timur Tengah masih dibayangi ketidakpastian akibat konflik bersenjata yang bisa berdampak pada rantai pasok global.

"Instruksi ini merupakan sinyal yang tak boleh diabaikan oleh para pembantu Presiden. Langkah cepat Presiden Prabowo merupakan suatu modal besar yang menuntut respons yang simetris dari para pembantunya dan pimpinan institusi negara dari segala gatra," ujar Boni Hargens di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Boni menekankan bahwa respons simetris yang dimaksud bukan sekadar urusan administratif atau formalitas di tingkat birokrasi.

Hal tersebut merupakan keharusan strategis di mana setiap institusi harus menerjemahkan arahan Presiden ke dalam langkah-langkah konkret yang terukur.

Keselarasan gerak antara Polri, TNI, BIN, dan Kementerian Keuangan dianggap sebagai kunci utama dalam menyukseskan agenda besar pemerintah, khususnya dalam pemberantasan penyelundupan yang merugikan kas negara.

Optimisme Presiden Prabowo dalam memperkuat penegakan hukum di sektor ekonomi ini, menurut Boni, tidak lepas dari keberhasilan lembaga penegak hukum lainnya. Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memberikan bukti nyata dalam penyelamatan aset negara yang menjadi rujukan penting bagi institusi lain.

baca juga

"Salah satu faktor yang mendorong optimisme Presiden Prabowo dalam memperluas front penegakan hukum ekonomi adalah keberhasilan Kejaksaan Agung dalam menyelamatkan uang negara. Dalam masa kepemimpinannya yang baru berjalan 1,5 tahun, angka penyelamatan aset negara telah mencapai angka yang luar biasa signifikan, sekitar Rp 31,3 triliun," ujar Boni Hargens.

Lebih lanjut, Boni membedah pentingnya sinergi antara tiga pilar keamanan, Polri, TNI, dan BIN. Ia menilai kolaborasi ini harus melampaui koordinasi teknis biasa dan bertransformasi menjadi sinergi strategis yang didasarkan pada kepercayaan dan pembagian peran yang tajam.

Ketiga lembaga ini memiliki spesialisasi yang jika disatukan akan menjadi kekuatan yang sangat besar dalam mengamankan kedaulatan ekonomi.

"Masing-masing institusi membawa kapabilitas unik yang saling melengkapi. Polri memiliki keunggulan dalam penegakan hukum sipil, penyelidikan kriminal, dan kemampuan operasional di tingkat komunitas. TNI memiliki kekuatan dalam pengamanan wilayah perbatasan, kemampuan alutsista, dan jangkauan operasional di daerah terpencil. Sementara BIN memiliki jaringan intelijen yang luas, kemampuan analisis ancaman, dan akses informasi lintas batas yang vital untuk mengidentifikasi pola dan jaringan penyelundupan," jelas Hargens.

Dalam pandangan Boni, kontribusi ketiga institusi tersebut harus diletakkan dalam kerangka ketahanan nasional yang lebih luas.

Di era modern, ketahanan nasional tidak lagi hanya berbicara mengenai kedaulatan wilayah secara fisik atau militer, tetapi sudah merambah ke dimensi yang lebih kompleks seperti ketahanan pangan, energi, hingga ketahanan fiskal negara.

"Penyelundupan yang tidak terkontrol mengancam seluruh dimensi ketahanan nasional ini sekaligus. Dengan menempatkan pemberantasan penyelundupan sebagai agenda ketahanan nasional, Presiden Prabowo secara strategis melampaui pendekatan penegakan hukum konvensional," tutur dia.

Pendekatan yang diambil pemerintahan Prabowo ini dinilai sangat serius karena memperlakukan kejahatan ekonomi terorganisir sebagai ancaman eksistensial terhadap negara.

Hal ini menuntut respons yang setara dengan penanganan ancaman keamanan tradisional, sekaligus memperkuat koordinasi antara elemen sipil dan militer.

"Ini adalah pendekatan yang memperlakukan kejahatan ekonomi terorganisir sebagai ancaman eksistensial yang membutuhkan respons yang setara dengan ancaman keamanan dalam pengertian tradisional. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi koordinasi yang lebih kuat antara institusi sipil dan militer dalam satu payung komando yang jelas," kata Hargens menambahkan.

Salah satu poin yang dianggap paling inovatif dari strategi ini adalah perubahan paradigma penegakan hukum.

Jika biasanya penegakan hukum dianggap sebagai pos pengeluaran anggaran, di bawah visi Prabowo, penegakan hukum justru diposisikan sebagai instrumen untuk meningkatkan pendapatan negara melalui jalur non-budgeting.

"Namun, dalam visi Presiden Prabowo, penegakan hukum yang efektif juga mampu menjadi sumber penerimaan negara yang signifikan," ungkap dia.

Boni menegaskan bahwa keberhasilan memulihkan aset dari tindak pidana korupsi dan penyelundupan akan memberikan dampak instan bagi kas negara.

Hal ini menjadi solusi strategis untuk meningkatkan ruang fiskal tanpa harus menambah beban pajak kepada masyarakat luas.

Dengan capaian Kejagung yang telah menembus angka Rp31,3 triliun, potensi serupa di institusi Polri dan lembaga keamanan lainnya sangat terbuka lebar.

"Ekspansi pendekatan ini ke institusi Polri, dengan fokus pada penyelundupan dan kejahatan ekonomi lainnya, berpotensi menambah penerimaan negara secara substansial sekaligus memperkuat efek jera terhadap pelaku kejahatan ekonomi terorganisir," pungkas Boni Hargens.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final

Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:42 WIB

Menteri Bahlil: Kunjungan ke Rusia untuk Amankan Pasokan Energi Nasional

Menteri Bahlil: Kunjungan ke Rusia untuk Amankan Pasokan Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 12:36 WIB

Rusia Konfirmasi Prabowo Minta Pasokan Minyak Buat RI, AS Bisa Marah?

Rusia Konfirmasi Prabowo Minta Pasokan Minyak Buat RI, AS Bisa Marah?

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 12:30 WIB

Dari Kilang hingga Minyak, Ini Isi Diplomasi Energi Prabowo ke Rusia

Dari Kilang hingga Minyak, Ini Isi Diplomasi Energi Prabowo ke Rusia

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 11:56 WIB

Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin

Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:55 WIB

Momen Hangat di Kremlin, Putin Lepas Prabowo dengan Penghormatan Khusus

Momen Hangat di Kremlin, Putin Lepas Prabowo dengan Penghormatan Khusus

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:40 WIB

Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis

Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:12 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×