Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW

Fabiola Febrinastri

Senin, 20 April 2026 | 14:07 WIB
Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW
Peluncuran program Kampung Pancasila. (Dok: Pemkot Surabaya)

Suara.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengakselerasi penguatan nilai-nilai gotong royong melalui program Kampung Pancasila dengan melibatkan pemuda dan 12.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendampingi 1.361 Rukun Warga (RW). Langkah ini ditempuh sebagai upaya menghidupkan solidaritas sosial di tingkat kampung yang selama ini menjadi fondasi Kota Pahlawan.

Pelibatan ribuan ASN dan pemuda ini menjadi bagian dari strategi pemkot untuk memastikan implementasi nilai-nilai Pancasila berjalan konkret di tingkat akar rumput. Namun, pemkot menyadari, upaya tersebut tidak mungkin berjalan efektif tanpa dukungan masyarakat, termasuk elemen sosial lainnya.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Kamis (16/4/2026).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dalam peluncuran program Kampung Pancasila. (Dok: Pemkot Surabaya)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dalam peluncuran program Kampung Pancasila. (Dok: Pemkot Surabaya)

Kegiatan ini turut diikuti tokoh lintas agama, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan dan mahasiswa, serta perwakilan dari 1.361 RW secara daring.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan bahwa kekuatan utama Surabaya terletak pada budaya gotong royong yang telah terbangun sejak lama. Ia mengingatkan sejak dekade 1960-an, Surabaya dibangun di atas nilai kekeluargaan dan toleransi tinggi.

"Sejak tahun 1.960 Surabaya itu sudah punya toleransi yang tinggi. Ini yang harus kita pegang dan kita lanjutkan. Maka kampung Pancasila ini tidak boleh berhenti, dan Surabaya harus tegak berdiri dengan gotong-royong," ujar Wali Kota Eri.

Untuk itu, Wali Kota Eri menegaskan semangat Kampung Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan harus diwujudkan dalam praktik sehari-hari melalui gotong royong. Sebab, ia mengakui, membangun Surabaya tidak mungkin hanya bergantung pada pemerintah tanpa dukungan aktif masyarakat, terutama generasi muda.

"Kalau njenengan (anda) bilang Surabaya harus sejahtera tanpa pergerakan anak muda, itu tidak mungkin. Karena tidak mungkin namanya pemerintah daerah menyelesaikan permasalahan itu sendiri," katanya.

Ia mencontohkan konsep kesejahteraan kolektif melalui praktik distribusi zakat, infaq dan sedekah (ZIS) pada masa kepemimpinan Sayyidina Utsman bin Affan. Menurutnya, praktik baik tersebut masih sangat relevan apabila diterapkan di era sekarang.

baca juga

"Kenapa di zaman Sayyidina Utsman itu negerinya makmur. Karena rakyatnya yang mampu, yang memiliki kewajiban membayar zakat, mengeluarkan infaq, itu dijadikan satu, terus diberikan kepada siapa di kampung itu yang membutuhkan," tuturnya.

Oleh sebabnya, melalui Kampung Pancasila, Pemkot Surabaya mendorong penguatan pada berbagai bidang, termasuk lingkungan, sosial budaya, kemasyarakatan dan ekonomi. Di bidang lingkungan, Wali Kota Eri mengajak warga mulai memilah sampah dari rumah karena memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial.

"Bayangkan kalau (botol plastik) itu sudah dipisah di masing-masing RW, kemudian botolnya dijual, itu bisa menghasilkan uang, masuk ke kas RW, dibuat pergerakan sosial. Itu luar biasa," ujarnya.

Sedangkan pada bidang sosial budaya, program ini juga diarahkan untuk memperkuat solidaritas antarwarga, khususnya membantu masyarakat kurang mampu melalui mekanisme gotong royong. Ia menggarisbawahi pentingnya penyaluran bantuan yang tepat sasaran dengan mengutamakan kebutuhan warga di RW setempat.

"Karena kita kadang-kadang tidak mau mengeluarkan sedekah kita ke RW, tapi lewat lembaga lain. Akhirnya lembaga lain tadi tidak mengeluarkan infaqnya yang kita bantukan ke RW kita, tetapi ke tempat lain. Padahal di dalam RW kita ada yang masih tidak bisa sekolah, ada yang masih miskin," paparnya.

Ia menegaskan setiap persoalan seharusnya bisa diselesaikan di tingkat RW dengan dukungan pemerintah. Namun, hal itu mensyaratkan adanya laporan aktif dari masyarakat, mulai dari Kader Surabaya Hebat (KSH), PKK, maupun pengurus RT/RW.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:59 WIB

Gebrakan Anti-Rasuah Berbuah Manis, 4 PD Pemkot Surabaya Terima Predikat WBK

Gebrakan Anti-Rasuah Berbuah Manis, 4 PD Pemkot Surabaya Terima Predikat WBK

News | Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:08 WIB

Wujudkan Mimpi Anak Bangsa, Pemkot Surabaya Kucurkan Rp71 Miliar untuk Beasiswa Pemuda Tangguh

Wujudkan Mimpi Anak Bangsa, Pemkot Surabaya Kucurkan Rp71 Miliar untuk Beasiswa Pemuda Tangguh

News | Kamis, 16 Oktober 2025 | 10:16 WIB

Kuota Beasiswa Pemuda Tangguh 2025 Naik Signifikan, Pemkot Surabaya Komitmen Pemerataan Pendidikan

Kuota Beasiswa Pemuda Tangguh 2025 Naik Signifikan, Pemkot Surabaya Komitmen Pemerataan Pendidikan

News | Jum'at, 12 September 2025 | 16:17 WIB

Kampung Pancasila Jadi Wadah Terpadu Pemkot Surabaya Atasi Masalah Lingkungan, Sosial, dan Ekonomi

Kampung Pancasila Jadi Wadah Terpadu Pemkot Surabaya Atasi Masalah Lingkungan, Sosial, dan Ekonomi

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 17:21 WIB

Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Badan Publik Informatif dalam KI Jatim Awards 2024

Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Badan Publik Informatif dalam KI Jatim Awards 2024

News | Kamis, 14 November 2024 | 18:29 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×