-
Perang Iran menyebabkan gangguan distribusi 20 persen pasokan fosfat dunia melalui Selat Hormuz.
-
Kebijakan bea impor pupuk dari Rusia dan Maroko memperparah lonjakan harga pangan domestik.
-
Penangguhan tarif impor mendesak dilakukan guna melindungi petani dan mencegah krisis kelaparan global.
Kedaulatan sebuah negara sangat bergantung pada kemampuannya untuk menyediakan pangan secara mandiri, murah, dan berkelanjutan bagi rakyatnya.
Pemerintah didesak untuk segera membekukan penerapan bea masuk tersebut hingga stabilitas pasar internasional kembali pulih dari guncangan konflik.
Langkah ini dianggap krusial untuk mencegah pendarahan ekonomi yang lebih dalam di sektor agrikultur dan menjaga keterjangkauan harga pangan.
Jika intervensi kebijakan tidak segera dilakukan, masyarakat harus bersiap menghadapi tagihan belanja yang jauh lebih mahal pada akhir tahun ini.
Krisis ini berakar dari kombinasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menyumbat jalur perdagangan energi serta kebijakan proteksionisme perdagangan Amerika Serikat.
Penerapan bea masuk (countervailing duties) awalnya bertujuan menciptakan persaingan adil terhadap subsidi asing, namun justru memicu kelangkaan saat pasokan global menyusut akibat perang.
Saat ini, dunia menghadapi tantangan ganda berupa inflasi energi dan krisis input pertanian yang saling berkaitan.