Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir 22 April, Begini Analisis Pakar Hubungan Internasional

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 21 April 2026 | 11:27 WIB
Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir 22 April, Begini Analisis Pakar Hubungan Internasional
Ilustrasi prajurit Amerika Serikat saat berjaga. (ist/ Gemini AI)
baca 10 detik
  • Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berakhir pada Rabu, 22 April 2026 di Washington.
  • Kedua negara yang sedang kelelahan berperang diprediksi akan memperpanjang gencatan senjata demi kepentingan strategis masing-masing.
  • Perpanjangan gencatan senjata menjadi langkah krusial untuk menjaga ruang negosiasi damai tetap terbuka bagi kedua pihak.

Suara.com - Gencatan senjata Amerika Serikan (AS) dan Iran akan resmi berakhir pada besok Rabu (22/4/2026) malam waktu Washington.

Di satu sisi, negosiasi di meja perundingan masih belum menemukan kesepakatan.

Kendati demikian, Pengamat Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhadi Sugiono, menilai bahwa peluang perpanjangan gencatan senjata antara kedua negara tersebut masih terbuka lebar.

"Jadi alasan untuk kemungkinan ada perpanjangan gencatan senjata sangat besar karena kedua belah pihak sangat diuntungkan dan kedua belah pihak kan sebenarnya sudah cukup exhausted atau kelelahan berperang," kata Muhadi kepada Suara.com, Selasa (21/4/2026).

Meskipun AS mengklaim telah mencapai tujuan militernya, namun kondisi di lapangan menunjukkan pertahanan Iran terbukti masih cukup solid bahkan untuk memberikan perlawanan balik.

Menurut Muhadi, faktor kelelahan sumber daya dan personel diprediksi akan memaksa kedua belah pihak untuk mengambil napas lebih panjang melalui diplomasi.

"Saya kira gencatan senjata mungkin akan diperpanjang karena itu memenuhi kepentingan kedua belah pihak sama-sama butuh itu" ujarnya.

Jika gencatan senjata tidak dilanjutkan, ruang untuk negosiasi damai akan semakin tertutup rapat. Padahal perpanjangan jeda ini dianggap sebagai satu-satunya cara untuk memberikan kesempatan untuk kembali ke meja perundingan.

"Dua-duanya masih ada kemungkinan ya, artinya gencatan senjata itu memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak dan menguntungkan kedua belah pihak, tetapi persoalannya apakah itu cukup dengan gencatan senjata atau tidak," tuturnya.

baca juga

Muhadi kembali memberikan catatan kritis mengenai sikap kepemimpinan Presiden AS Donald Trump yang sulit ditebak dan tidak konsisten. Termasuk dalam diplomasi perundingan saat gencatan senjata ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai

Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:16 WIB

Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR

Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:08 WIB

AS Akui 415 Serdadunya Jadi Korban Perang Iran, Mayoritas Otaknya Terganggu

AS Akui 415 Serdadunya Jadi Korban Perang Iran, Mayoritas Otaknya Terganggu

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:05 WIB

Tegas! Iran Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman Donald Trump Meski Ekonominya Hancur

Tegas! Iran Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman Donald Trump Meski Ekonominya Hancur

News | Selasa, 21 April 2026 | 10:49 WIB

Pasar Pantau Dialog AS-Iran, Harga Minyak Kembali Turun

Pasar Pantau Dialog AS-Iran, Harga Minyak Kembali Turun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:36 WIB

Terkini

5 Perbedaan Air Fork atau Coil Fork untuk Sepeda Gunung, Mending Mana?

5 Perbedaan Air Fork atau Coil Fork untuk Sepeda Gunung, Mending Mana?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:10 WIB

Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib

Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 13:06 WIB

NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya

NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:05 WIB

3 Barang Ini Sebaiknya Tidak Diletakkan di Atas Mesin Cuci, Bisa Berbahaya

3 Barang Ini Sebaiknya Tidak Diletakkan di Atas Mesin Cuci, Bisa Berbahaya

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 13:05 WIB

Sepiring Nasi Goreng di Pinggir Jalan

Sepiring Nasi Goreng di Pinggir Jalan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:00 WIB

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:53 WIB

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:50 WIB

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

×