- Commuter Line lintas Rangkasbitung mengalami kendala listrik pada Selasa malam akibat padamnya pasokan dari Gardu Traksi PLN Limo.
- Gangguan pasokan daya menyebabkan dua rangkaian kereta tertahan serta memicu keterlambatan perjalanan antara Stasiun Kebayoran dan Sudimara.
- KAI Commuter berhasil memulihkan operasional secara normal pada pukul 19.19 WIB melalui pengalihan daya dari gardu traksi lainnya.
Suara.com - Perjalanan Commuter Line lintas Rangkasbitung sempat mengalami kendala pada Selasa (21/4/2026) malam akibat padamnya pasokan aliran listrik.
Gangguan bermula dari padamnya suplai listrik aliran atas (LAA) dari Gardu Traksi PLN Limo sejak pukul 18.35 WIB.
Dampaknya, pasokan daya LAA di lintasan antara Stasiun Kebayoran hingga Stasiun Sudimara terhenti total sehingga menghambat mobilitas warga.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, memberikan penjelasan mengenai langkah mitigasi yang segera dilakukan pihak manajemen.
"Petugas terkait sudah berkoordinasi untuk pengalihan daya LAA dari Gardu Traksi lainnya yaitu Gardu Traksi Karet 2 dan Gardu Traksi Pondok Betung," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com.
Pemadaman listrik tersebut memicu antrean panjang serta keterlambatan jadwal perjalanan kereta yang cukup signifikan pada jam pulang kerja.
Lintasan yang paling terdampak dalam insiden ini adalah jalur sibuk yang menghubungkan Stasiun Tanah Abang menuju Rangkasbitung.
Leza mengungkapkan, terdapat dua rangkaian kereta yang sempat tertahan di tengah jalur akibat ketiadaan daya listrik tersebut.
"Akibat padamnya LAA ini perjalanan Commuter Line pada lintas Tanah Abang - Rangkasbitung mengalami keterlambatan dan antrean perjalanan. Commuter Line No.1766 dan 1768 terhenti di antara Stasiun Kebayoran - Stasiun Sudimara," paparnya.
Setelah penanganan intensif, pasokan listrik dari PLN akhirnya dilaporkan kembali pulih dan normal pada pukul 19.19 WIB.
Saat ini, operasional Commuter Line di lintas terdampak dikabarkan sudah mulai melintas secara normal.
Pihak KAI Commuter terus menjalin koordinasi dengan instansi terkait guna mengurai kepadatan penumpang dan menormalkan antrean rangkaian.