Ogah Dijebak Donald Trump, Iran Boikot Negosiasi Islamabad dan Siapkan Serangan Balasan

Arief Apriadi

Rabu, 22 April 2026 | 13:33 WIB
Ogah Dijebak Donald Trump, Iran Boikot Negosiasi Islamabad dan Siapkan Serangan Balasan
Iran tolak perpanjangan gencatan senjata sepihak Donald Trump yang dinilai sebagai taktik licik persiapan serangan mendadak. Teheran resmi boikot Negosiasi Islamabad. (shutterstock)
baca 10 detik
  • Iran menolak perpanjangan gencatan senjata sepihak AS karena diyakini sebagai taktik licik untuk menunda waktu dan mempersiapkan serangan militer mendadak.
  • Teheran resmi memboikot putaran kedua Negosiasi Islamabad akibat tuntutan berlebihan Washington dan dipertahankannya blokade laut di kawasan Timur Tengah.
  • Iran menegaskan tidak akan berunding di bawah ancaman, sementara sekutu AS yakni Israel justru terus melanggar perdamaian di Tepi Barat dan Lebanon.

Ancaman Bersenjata di Balik Kedok Diplomasi

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump berdalih bahwa perpanjangan gencatan senjata ini dilakukan karena kepemimpinan Iran dianggap gagal menyajikan proposal yang seragam.

Trump mengklaim ingin menjaga jalur diplomasi tetap terbuka, namun pada saat yang sama ia dengan arogan menegaskan bahwa blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran akan tetap diberlakukan secara penuh.

Bagi Teheran, tindakan mempertahankan blokade maritim di tengah klaim damai merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap prinsip dasar gencatan senjata itu sendiri.

Pemerintah Iran bersumpah bahwa mereka tidak akan pernah sudi bernegosiasi di bawah bayang-bayang ancaman selama blokade laut yang melumpuhkan ekonomi tersebut belum dicabut secara total.

Sikap keras kepala Amerika Serikat ini secara langsung telah menghancurkan rasa saling percaya dan menciptakan jalan diplomasi yang sangat rapuh di kawasan Asia Barat.

Hegemoni Gagal dan Kekerasan Sekutu Zionis

Kebuntuan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat ini tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang ambisi hegemoni Washington yang terus mencoba mendikte negara-negara berdaulat di Timur Tengah.

Alih-alih menciptakan stabilitas, kehadiran militer AS dengan kebijakan blokadenya justru memperparah krisis kemanusiaan dan ekonomi yang dialami oleh masyarakat sipil.

baca juga

Kemunafikan janji damai AS juga tercermin dari tindakan sekutu utamanya, rezim Zionis Israel, yang terus menebar teror berdarah di wilayah lain tanpa tersentuh sanksi sedikit pun.

Di saat AS sibuk membicarakan soal gencatan senjata, pemukim ilegal Israel justru secara biadab membunuh dua orang warga Palestina, termasuk seorang anak kecil, di Tepi Barat yang diduduki.

Bahkan di Lebanon selatan, serangan mematikan Israel terus melukai warga sipil dan menghancurkan rumah-rumah penduduk meskipun wilayah tersebut seharusnya berada di bawah perlindungan gencatan senjata selama sepuluh hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menanti Sentuhan Magis Marselino Ferdinan di Bawah Taktik Baru John Herdman

Menanti Sentuhan Magis Marselino Ferdinan di Bawah Taktik Baru John Herdman

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 13:04 WIB

Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis

Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:54 WIB

Jalur Perdagangan Selat Hormuz Ditutup Donald Trump Membuat Posisi Diplomasi Iran Semakin Terjepit

Jalur Perdagangan Selat Hormuz Ditutup Donald Trump Membuat Posisi Diplomasi Iran Semakin Terjepit

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:15 WIB

Makanan Prajurit AS 'Tak Layak' Saat Perang Iran, Netizen Sebut Lebih Enak MBG

Makanan Prajurit AS 'Tak Layak' Saat Perang Iran, Netizen Sebut Lebih Enak MBG

Video | Rabu, 22 April 2026 | 11:16 WIB

AS Makin Keras! Ancam Bikin Lumpuh Kiriman Minyak Dunia dari Pulau Kharg

AS Makin Keras! Ancam Bikin Lumpuh Kiriman Minyak Dunia dari Pulau Kharg

News | Rabu, 22 April 2026 | 11:07 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×