Perdamaian AS - Iran Makin Runyam, Blokade Laut Donald Trump Sampai Samudra Hindia

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 22 April 2026 | 14:56 WIB
Perdamaian AS - Iran Makin Runyam, Blokade Laut Donald Trump Sampai Samudra Hindia
Sejumlah kapal perang Iran memprovokasi kapal induk angkatan laut AS. [AFP]
  • AS menahan tanker Tifani di Samudra Hindia sebagai perluasan blokade maritim global terhadap Iran.

  • Operasi melibatkan kapal USS Miguel Keith di wilayah Indo-Pasifik yang jauh dari Teluk Persia.

  • Tindakan penyitaan ini menyebabkan Iran membatalkan kehadiran dalam perundingan damai di Pakistan.

Suara.com - Aksi militer Amerika Serikat menahan tanker minyak Tifani di perairan Samudra Hindia menandai babak baru perluasan blokade maritim global terhadap jaringan Iran.

Operasi ini membuktikan gertakan Washington untuk memburu setiap kapal yang terafiliasi dengan Tehran tanpa batasan geografi.

Analisa CNN, langkah agresif di wilayah ribuan mil dari Teluk Persia ini diprediksi akan mempersulit upaya diplomasi dalam meja perundingan damai.

Salah satu kapal perang AS, USS Chandler. [AFP]
Salah satu kapal perang AS, USS Chandler. [AFP]

Data pelacak maritim menunjukkan M/T Tifani dengan nomor IMO 9273337 dicegat di koridor laut antara Sri Lanka dan Indonesia.

Lokasi pengadangan ini berada jauh di bawah tanggung jawab Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM) yang menandakan pergeseran zona konflik.

Kapal pengangkut minyak berkapasitas 2 juta barel tersebut diketahui sempat memuat kargo dari terminal Pulau Kharg, Iran, pada awal April.

Sebelum disergap, M/T Tifani menunjukkan gerak-gerik mencurigakan dengan melakukan manuver tajam 90 derajat setelah melintasi Sri Lanka.

Departemen Pertahanan AS mengerahkan USS Miguel Keith, kapal pangkalan ekspedisi raksasa seukuran kapal induk, untuk menjalankan misi ini.

Keterlibatan kapal canggih tersebut memberikan sinyal kuat mengenai besarnya sumber daya Amerika dalam menegakkan sanksi ekonomi secara internasional.

Pihak Pentagon menegaskan bahwa tidak ada ruang aman bagi kapal-kapal yang masuk dalam daftar hitam sanksi di perairan internasional.

Penegakan Sanksi Maritim Global

“Sebagaimana telah kami jelaskan, kami akan melakukan upaya penegakan maritim global untuk mengganggu jaringan gelap dan mencegat kapal-kapal yang terkena sanksi yang memberikan dukungan material kepada Iran — di mana pun mereka beroperasi,” ungkap unggahan Departemen Pertahanan AS.

“Perairan internasional bukanlah tempat perlindungan bagi kapal-kapal yang terkena sanksi,” tambah pernyataan resmi tersebut.

Para pengamat menilai bahwa melakukan operasi di laut lepas jauh lebih aman bagi militer AS untuk menghindari gangguan kapal netral.

Taktik ini serupa dengan metode yang digunakan Washington saat melumpuhkan jaringan tanker Venezuela sebelum penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Serang Kapal Kontainer Dekat Selat Hormuz

Iran Serang Kapal Kontainer Dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:21 WIB

Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran

Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:15 WIB

Jerman Kini Ikut Campur, Berencana Kerahkan Kapal untuk Misi Selat Hormuz

Jerman Kini Ikut Campur, Berencana Kerahkan Kapal untuk Misi Selat Hormuz

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:51 WIB

Terkini

Kisah Mbah Tiwi: Tubuh Bungkuk di Balik Asap Tungku Arang, Jemput Rezeki Terhormat di Usia 76 Tahun

Kisah Mbah Tiwi: Tubuh Bungkuk di Balik Asap Tungku Arang, Jemput Rezeki Terhormat di Usia 76 Tahun

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:54 WIB

Baku Tembak di Papua Tewaskan 12 Warga Sipil, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi

Baku Tembak di Papua Tewaskan 12 Warga Sipil, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:46 WIB

Jalan di Jagakarsa Amblas, Dinas Bina Marga DKI Ungkap Biang Keroknya

Jalan di Jagakarsa Amblas, Dinas Bina Marga DKI Ungkap Biang Keroknya

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:41 WIB

Tolak 'Di-Gaza-kan', Hezbollah Siap Hancurkan Blokade 'Garis Kuning' Israel di Lebanon

Tolak 'Di-Gaza-kan', Hezbollah Siap Hancurkan Blokade 'Garis Kuning' Israel di Lebanon

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:40 WIB

Waspada Kanker hingga Gagal Ginjal! Sudinkes Jaktim Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu

Waspada Kanker hingga Gagal Ginjal! Sudinkes Jaktim Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:34 WIB

Gibran soal Pernyataan Peran Jusuf Kalla di Karier Jokowi: Beliau Teladan Kita Semua

Gibran soal Pernyataan Peran Jusuf Kalla di Karier Jokowi: Beliau Teladan Kita Semua

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:24 WIB

Iran Serang Kapal Kontainer Dekat Selat Hormuz

Iran Serang Kapal Kontainer Dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:21 WIB

Gibran Respons Klaim Jusuf Kalla Soal Karier Politik Jokowi: Pak JK Itu Idola Saya

Gibran Respons Klaim Jusuf Kalla Soal Karier Politik Jokowi: Pak JK Itu Idola Saya

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:17 WIB

Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran

Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:15 WIB

Usut Korupsi Proyek 'Outsourcing' Fadia Arafiq, KPK Periksa Eks Wabup Pekalongan Riswadi

Usut Korupsi Proyek 'Outsourcing' Fadia Arafiq, KPK Periksa Eks Wabup Pekalongan Riswadi

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:13 WIB