Jubir KPK Dilaporkan Faizal Assegaf ke Polisi, Eks Penyidik: Indikasi Serangan Balik Koruptor

Dwi Bowo Raharjo | Dea Hardiningsih Irianto | Suara.com

Rabu, 22 April 2026 | 17:29 WIB
Jubir KPK Dilaporkan Faizal Assegaf ke Polisi, Eks Penyidik: Indikasi Serangan Balik Koruptor
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo dilaporkan ke Polda Metro Jaya. [Suara.com/Faqih]
  • Faizal Assegaf melaporkan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik publik.
  • Mantan penyidik KPK, Praswad Nugraha, menilai laporan tersebut berpotensi menjadi serangan balik untuk melemahkan upaya penegakan hukum.
  • Praswad menegaskan pernyataan Budi merupakan tugas resmi kelembagaan yang tidak melanggar hukum serta tidak mengungkap substansi perkara.

Suara.com - Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Praswad Nugraha, menilai laporan terhadap Juru Bicara KPK Budi Prasetyo ke Polda Metro Jaya berpotensi sebagai serangan balik terhadap upaya penegakan hukum.

Laporan itu diketahui dilayangkan oleh Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri sekaligus Aktivis 98 Faizal Assegaf yang merupakan saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai.

Menurut Praswad, setiap tekanan atau langkah hukum yang mengarah kepada KPK, termasuk juru bicara harus dilihat secara kritis.

“Segala bentuk tekanan atau pelaporan yang berpotensi menghambat kerja-kerja penegakan hukum patut diduga sebagai bagian dari upaya pelemahan,” kata Praswad kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).

"Jika proses ini terus dilanjutkan, maka hal tersebut berpotensi menjadi indikasi adanya serangan balik dari koruptor atau pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penanganan perkara," Praswad menambahkan.

Praswad menyebut pernyataan yang disampaikan Budi merupakan bagian dari tugas resmi dalam menyampaikan informasi kepada publik, tanpa masuk ke substansi perkara.

“Sebagai mantan penyidik KPK selama 15 tahun, kami tidak melihat adanya pernyataan yang salah dari keterangan yang disampaikan oleh Jubir KPK karena ia tidak menyinggung substansi atau materi perkara,” ujar Praswad.

“Ia tidak mengungkapkan barang bukti, motif, maupun menyimpulkan apakah suatu peristiwa merupakan tindak pidana atau bukan,” tambah dia.

Lebih lanjut, dia juga menilai komunikasi publik yang dilakukan jubir merupakan bagian dari tugas dari institusi penegak hukum yang dilindungi undang-undang.

“Pernyataan tersebut semata-mata menjelaskan bahwa penyidik sedang melakukan proses penggalian keterangan dan pengumpulan alat bukti sebagai bagian dari prosedur hukum yang berlaku. Dengan demikian, tidak terdapat pelanggaran dalam komunikasi yang disampaikan kepada publik,” tutur Praswad.

Ke depan, Praswad menegaskan agar tidak terjadi kriminalisasi terhadap insan KPK yang sedang menjalankan tugasnya.

Dia juga menyampaikan Koalisi Masyarakat Sipil akan berada di garis depan untuk membela insan KPK dari berbagai bentuk tekanan yang berpotensi melemahkan pemberantasan korupsi.

“Kami menegaskan, tidak boleh ada upaya kriminalisasi terhadap juru bicara maupun petugas KPK lainnya, dan kami mendesak agar proses pelaporan ini tidak dilanjutkan apabila berpotensi mengarah pada kriminalisasi,” tandas Praswad.

Faizal Assegaf melaporkan jubir KPK Budi Prasetyo ke Polda Metro Jaya, Selasa (14/4/2026) (ANTARA/Ilham Kausar)
Faizal Assegaf melaporkan jubir KPK Budi Prasetyo ke Polda Metro Jaya, Selasa (14/4/2026) (ANTARA/Ilham Kausar)

Laporkan Jubir KPK ke Polisi

Sebelumnya, Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faizal Assegaf, melaporkan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut teregister dengan nomor STTLP/B/2592/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 14 April 2026.

Laporan itu terkait dugaan pencemaran nama baik dalam penyampaian informasi ke publik saat Faizal diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Faizal menuding Budi memelintir informasi terkait dirinya usai pemeriksaan pada 7 April lalu.

"Saya datang sebagai warga negara untuk memperjuangkan hak saya sebagai warga negara, melawan juru bicara KPK atas penyebaran berita fitnah, kebohongan publik, sosiologi dalam masalah yang terjadi di penanganan Bea Cukai," katanya kepada awak media di Polda Metro Jaya, Selasa (14/4/2026).

Saat diperiksa, Faizal mengaku hanya dicecar lima pertanyaan. Dua di antaranya terkait bantuan pribadi dari seseorang bernama Rizal kepada sejumlah aktivis berupa perangkat elektronik seperti komputer, WiFi video, hingga body encoder.

Menurutnya, bantuan itu murni hubungan personal dan tidak berkaitan dengan perkara dugaan korupsi Bea Cukai.

"Tidak ada keterlibatan kawan-kawan yang menerima bantuan ini dalam kasus kejahatan Bea dan Cukai," ungkapnya.

Namun, usai pemeriksaan, Faizal mengaku geram karena menduga jubir KPK memelintir informasi seolah dirinya dan rekan-rekannya terlibat dalam perkara korupsi.

“Tidak ada rincian dari isi dokumen, tidak ada penjelasan dan peristiwa yang sebenarnya," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usut Korupsi Proyek 'Outsourcing' Fadia Arafiq, KPK Periksa Eks Wabup Pekalongan Riswadi

Usut Korupsi Proyek 'Outsourcing' Fadia Arafiq, KPK Periksa Eks Wabup Pekalongan Riswadi

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:13 WIB

Jejak Suap Proyek di Rejang Lebong Melebar, KPK Periksa Elite PAN hingga Pejabat PU

Jejak Suap Proyek di Rejang Lebong Melebar, KPK Periksa Elite PAN hingga Pejabat PU

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:06 WIB

KPK Periksa 7 Kades terkait Dugaan Pemerasan di Pati

KPK Periksa 7 Kades terkait Dugaan Pemerasan di Pati

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:02 WIB

Modus 'Plotting' Pegawai dan Pengondisian Lelang: KPK Bongkar Peran Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq

Modus 'Plotting' Pegawai dan Pengondisian Lelang: KPK Bongkar Peran Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq

News | Rabu, 22 April 2026 | 11:28 WIB

Bongkar SDB Milik Rizal Bea Cukai di Medan, KPK Sita Logam Mulia hingga Valas Senilai Rp2 Miliar!

Bongkar SDB Milik Rizal Bea Cukai di Medan, KPK Sita Logam Mulia hingga Valas Senilai Rp2 Miliar!

News | Rabu, 22 April 2026 | 08:19 WIB

Terkini

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:05 WIB

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54 WIB

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:24 WIB

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:17 WIB

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:33 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB