Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 23 April 2026 | 21:45 WIB
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan kapal selam nuklir AS, USS Nautilus (kanan). [Suara.com]
  • Pasukan Iran menyita kapal kargo MSC Francesca dan Epaminondas di Selat Hormuz pada 23 April 2026 sebagai aksi balasan.
  • Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat menembak kapal Iran yang memasang ranjau di jalur pelayaran tersebut.
  • Ketegangan militer di Selat Hormuz memicu kenaikan harga minyak Brent serta penurunan bursa saham di berbagai negara global.

Suara.com - Ketegangan di jalur pelayaran paling vital di dunia, Selat Hormuz, mencapai titik didih baru pada Kamis (23/4/2026).

Teheran memamerkan kekuatan militernya dengan menyiarkan video pasukan komando yang menyerbu kapal kargo raksasa, sebuah pesan tegas setelah runtuhnya pembicaraan damai yang sebelumnya diharapkan Washington mampu membuka kembali koridor energi global tersebut.

Stasiun televisi pemerintah Iran menayangkan rekaman dramatis yang memperlihatkan pasukan bertopeng menggunakan speedboat abu-abu merapat di lambung kapal MSC Francesca.

Dengan senapan serbu di tangan, para komando tersebut memanjat tangga tali dan melompat masuk ke dalam kapal melalui pintu lambung.

Selain MSC Francesca, Iran mengonfirmasi telah menyita kapal kedua, Epaminondas, pada hari Rabu dengan tuduhan mencoba melintasi selat tanpa izin.

Washington Balas Blokade, Trump Perintahkan "Tembak Mati"

Merespons tindakan Teheran, Amerika Serikat yang juga tengah menerapkan blokade laut sendiri, melaporkan telah mencegat kapal tanker Majestic di Samudra Hindia. Kapal tersebut diyakini sebagai supertanker yang membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah.

Situasi kian panas setelah Presiden Donald Trump, melalui unggahan di Truth Social pagi ini, mengeluarkan instruksi keras kepada Angkatan Laut AS untuk "menembak dan membunuh" (shoot and kill) kapal-kapal Iran yang kedapatan memasang ranjau di selat.

Namun, Trump belum merinci langkah untuk menghadapi taktik Iran lainnya seperti penggunaan drone laut dan rudal yang bersembunyi di gua-gua pesisir.

Ketua Yudisial Iran, Gholamhossein Mohseni-Ejei, menyatakan bahwa kapal-kapal dagang yang disita telah "berhadapan dengan hukum".

Ia mengklaim speedboat dan drone militer Iran yang bersiaga di persembunyian pesisir berhasil mencegah Angkatan Laut AS untuk mendekat.

Klaim mengejutkan datang dari Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Hajibabaei, yang menyebutkan bahwa pendapatan pertama dari "pajak tol" yang dipungut Iran terhadap kapal-kapal yang menggunakan selat telah ditransfer ke Bank Sentral.

Hal ini menandakan Iran secara sepihak mulai mengomersialisasikan jalur internasional tersebut.

Di Teheran, warga menggambarkan suasana yang mencekam. "Dalam situasi yang bukan damai tapi bukan perang ini, segalanya menakutkan.

Setiap saat Anda berpikir Israel atau AS mungkin meluncurkan serangan," ujar Arash (35), seorang pegawai pemerintah di Teheran kepada Reuters.

Dampak Global: Harga Minyak dan Prahara di Pentagon

Ketidakpastian ini kembali mengguncang pasar global:

  • Harga Minyak: Brent naik 0,5% menjadi US$102,40 per barel, mencerminkan kekhawatiran atas gangguan energi terburuk dalam sejarah.
  • Pasar Saham: Meskipun Wall Street sempat mencetak rekor, bursa di Jepang, Hong Kong, dan Jerman mulai memerah akibat sinyal konflik yang berkepanjangan.
  • Politik AS: Di tengah kemelut, Trump memecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan. Isu perselisihan internal mengenai pembangunan kapal perang dan hubungan buruk dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth disebut menjadi pemicunya.

Hingga saat ini, ambisi Trump untuk melumpuhkan program nuklir Iran dan memicu perubahan rezim belum membuahkan hasil. Iran justru mempertahankan pengaruhnya di Selat Hormuz meski diancam Trump akan "hidup di neraka".

Pakistan tetap berupaya menjadi mediator, namun Teheran menegaskan hanya akan kembali ke meja perundingan jika blokade AS diangkat dan kapal-kapal mereka yang disita segera dibebaskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi di Kedubes AS Jakarta, Pemuda Dukung Paus Leo XIV Tolak Perang Trump-Iran

Aksi di Kedubes AS Jakarta, Pemuda Dukung Paus Leo XIV Tolak Perang Trump-Iran

Foto | Kamis, 23 April 2026 | 21:35 WIB

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Guru Besar UGM Ingatkan Pemerintah Hati-hati soal Wacana Tarif Selat Malaka

Guru Besar UGM Ingatkan Pemerintah Hati-hati soal Wacana Tarif Selat Malaka

News | Kamis, 23 April 2026 | 19:22 WIB

Siapa Karoline Leavitt? Jubir Gedung Putih, Pembela Donald Trump Paling Vokal

Siapa Karoline Leavitt? Jubir Gedung Putih, Pembela Donald Trump Paling Vokal

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:25 WIB

Detik-detik Pasukan Iran Sita Dua Kapal Kargo di Selat Hormuz, Gedung Putih Sebut Perompak

Detik-detik Pasukan Iran Sita Dua Kapal Kargo di Selat Hormuz, Gedung Putih Sebut Perompak

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:04 WIB

Iran Menang Banyak! Tol Selat Hormuz Resmi Hasilkan Cuan di Tengah Kepungan AS-Israel

Iran Menang Banyak! Tol Selat Hormuz Resmi Hasilkan Cuan di Tengah Kepungan AS-Israel

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:14 WIB

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:07 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:02 WIB

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:57 WIB

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:56 WIB