Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 24 April 2026 | 08:18 WIB
Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon
Amal Khalil (MME)
baca 10 detik
  • Jurnalis senior Amal Khalil tewas akibat serangan udara ganda militer Israel di Al-Tayri.

  • Korban dikenal sebagai wartawan pemberani yang konsisten mendokumentasikan dampak agresi di Lebanon.

  • Pemerintah Lebanon mengutuk peristiwa ini sebagai kejahatan perang dan menuntut keadilan internasional.

Suara.com - Amal Khalil menghembuskan napas terakhirnya di tanah kelahirannya akibat serangan udara pasukan Israel.

Kepergian jurnalis veteran ini meninggalkan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Lebanon yang mengenalnya sebagai pelapor garis keras.

Dikutip dari MME, ia bukan sekadar pencatat peristiwa, melainkan simbol keberanian yang tumbuh bersama sejarah pendudukan di wilayah selatan.

ILUSTRASI Tiga prajurit TNI di Lebanon gugur akibat dua serangan terpisah di tengah konflik bersenjata. (Gemini)
ILUSTRASI Tiga prajurit TNI di Lebanon gugur akibat dua serangan terpisah di tengah konflik bersenjata. (Gemini)

Dunia pers kehilangan sosok pionir yang mendedikasikan hidupnya untuk menyingkap realita di bawah bayang-bayang agresi militer.

Tragedi ini memperpanjang daftar panjang jurnalis yang menjadi target serangan saat menjalankan tugas kemanusiaan.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat Amal sedang menuju lokasi serangan sebelumnya di kawasan Al-Tayri.

Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]
Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]

Kendaraan di depan Amal dan fotografer Zeinab Faraj hantam rudal pertama, memaksa mereka berlindung di sebuah rumah.

Serangan kedua kemudian menghantam bangunan tempat mereka bernaung hingga meruntuhkan seluruh struktur dindingnya.

Tim penyelamat sempat terhambat oleh tembakan aktif sebelum akhirnya menemukan jenazah Amal di bawah reruntuhan.

baca juga

“Amal hadir di setiap rumah. Setiap rumah di Lebanon telah kehilangan dia,” ujar Ali Khalil, saudara laki-lakinya.

Jejak Langkah Jurnalis Perlawanan

Sosok Amal dikenal sangat murah hati dalam berbagi informasi dan akses bagi rekan-rekan jurnalis muda.

“Amal menyerupai wilayah selatan dalam segala detailnya – semilir anginnya yang manis, lembah-lembahnya, pegunungan, dan rumah-rumah tuanya. Dia menyerupai semua itu,” kenang saudaranya.

Ketajaman tulisannya mulai terasah sejak bergabung dengan surat kabar Al-Akhbar pada tahun 2006 silam.

Ia tidak pernah gentar meski sering menerima intimidasi dan ancaman pembunuhan karena membongkar kasus korupsi.

“Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih atas semua yang dia lakukan untuk kami jurnalis muda,” ungkap Hussein Chaabane.

Bagi Amal, jurnalisme adalah alat perjuangan untuk membela hak-hak warga sipil yang tertindas.

“Dia begitu murah hati bahkan jika kami adalah pesaing. Dia tidak pernah ragu dalam berbagi kontak, sebuah kunci – dan dia memiliki semua kunci di selatan,” tambah Chaabane.

Meski memiliki kesempatan untuk menjauh dari zona bahaya, ia memilih tetap berada di sisi masyarakat.

“Dia mengenalnya seperti telapak tangannya sendiri dan dia membagikan cinta serta dedikasi ini kepada semua orang yang membutuhkannya,” jelas rekan sejawatnya.

Perdana Menteri Nawaf Salam secara tegas menyebut tindakan ini sebagai kejahatan perang yang nyata.

Suara Kebenaran yang Tak Terbungkam

Pemerintah Lebanon berkomitmen untuk membawa kasus pembunuhan ini ke jalur hukum internasional demi keadilan.

“Pembunuhan Amal adalah pembunuhan terhadap seorang perempuan perlawanan,” tegas pembuat film Bachir Abou Zeid.

Amal dipandang sebagai ancaman oleh pihak militer karena dokumentasinya yang sangat akurat tentang infrastruktur sipil.

“Israel membunuhnya karena dia adalah jurnalis perlawanan, bukan sekadar karena dia seorang jurnalis,” lanjut Abou Zeid.

Kini, warisan karyanya menjadi bukti sejarah yang akan terus hidup meskipun raganya telah tiada.

Selama bertahun-tahun, Amal menolak untuk tunduk pada batasan wilayah yang ditetapkan oleh pasukan penjajah.

“Tidak sedetik pun Amal mematuhi instruksi Israel tentang ke mana dia bisa pergi,” kata Abou Zeid.

Cintanya pada tanah air jauh melampaui aturan konvensional dalam menjalankan profesi yang penuh risiko.

“Amal bukanlah jurnalis dalam pengertian konvensional profesi ini. Cintanya pada tanah air dan rakyatnya melampaui segalanya,” tambahnya.

Baginya, menyampaikan penderitaan rakyat adalah tugas suci yang tidak bisa ditawar oleh tekanan manapun.

Menolak Menjadi Pusat Perhatian

Meskipun mulai memproduksi konten video, Amal selalu bersikeras untuk tetap berada di balik layar.

“Bagi saya, itu sederhana: saya di sini untuk menceritakan kisah-kisah orang-orang, bukan untuk menjadi cerita itu sendiri,” kata Amal.

Ia merasa bahwa fokus utama jurnalisme harus tetap pada korban dan realitas lapangan yang terjadi.

Keyakinan revolusionernya mengajarkan untuk selalu tegak berdiri menghadapi segala bentuk penindasan yang ada.

“Keberpihakan saya kepada orang-orang di selatan, kehadiran saya di antara mereka sejak perang Juli 2006, selalu menjadi pilihan yang tepat. Mereka selalu hidup sesuai dengan iman yang ditempatkan pada mereka,” ucapnya dalam wawancara terakhir.

Kehilangan Amal Khalil menciptakan kekosongan besar dalam dunia informasi independen di wilayah Lebanon Selatan.

“Mereka akan tumbuh lebih kuat, lebih teguh, dan lebih berkomitmen pada kompas yang tak tergoyahkan ini, menuju kebenaran, dan menuju Palestina,” pesannya untuk masa depan.

Para kolega berjanji akan melanjutkan misi yang telah dimulai oleh mendiang demi kemerdekaan pers.

“Kematian Amal akan meninggalkan kekosongan, yang sangat besar, yang perlu kita isi,” pungkas Hussein Chaabane.

Semangatnya akan terus menginspirasi generasi jurnalis berikutnya untuk tidak pernah takut menyuarakan kebenaran.

Amal Khalil adalah jurnalis senior yang lahir di tengah pendudukan Israel pada 1984 dan besar dalam atmosfer perang saudara.

Ia menghabiskan 20 tahun kariernya di Al-Akhbar untuk meliput korupsi, hak perempuan, dan kejahatan perang di Lebanon Selatan.

Kematiannya di Al-Tayri pada 2024 menjadi sorotan internasional terkait keselamatan pekerja media di zona konflik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Gundah Gulana Ibu Hamil di Perang Lebanon: Apakah Bayi Saya Aman

Gundah Gulana Ibu Hamil di Perang Lebanon: Apakah Bayi Saya Aman

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:01 WIB

PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal

PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:21 WIB

Terkini

Debut Robot Cerdas AiMOGA Tampilkan Inovasi Layanan Publik

Debut Robot Cerdas AiMOGA Tampilkan Inovasi Layanan Publik

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 13:15 WIB

IRI Sebut Karhutla Tak Cuma Rusak Hutan, Tapi Bisa Ancam Sumber Air

IRI Sebut Karhutla Tak Cuma Rusak Hutan, Tapi Bisa Ancam Sumber Air

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:15 WIB

Ditemukan di 20 Koper, Uang Ratusan Miliar OTT Kasus HGB Kabupaten Bogor Milik Nusron Wahid?

Ditemukan di 20 Koper, Uang Ratusan Miliar OTT Kasus HGB Kabupaten Bogor Milik Nusron Wahid?

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:11 WIB

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:11 WIB

15 HP Warna Hijau Spek Terbaik, dari Rp1 Jutaan hingga Flagship

15 HP Warna Hijau Spek Terbaik, dari Rp1 Jutaan hingga Flagship

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 13:10 WIB

Menkeu Boleh Berganti, Beban Anggaran MBG Tetap Menghantui

Menkeu Boleh Berganti, Beban Anggaran MBG Tetap Menghantui

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:10 WIB

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Kesaksian Ahli BPOM di Sidang Richard Lee: Sanksinya Administratif, Bukan Pidana

Kesaksian Ahli BPOM di Sidang Richard Lee: Sanksinya Administratif, Bukan Pidana

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Seprai Bersih Bukan Cuma Soal Wangi, Begini Cara Merawatnya agar Tetap Awet

Seprai Bersih Bukan Cuma Soal Wangi, Begini Cara Merawatnya agar Tetap Awet

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 13:06 WIB

×