Strategi Baru MA Lawan Korupsi: Gandeng KPK untuk Gembleng 200 Pimpinan Pengadilan

Dwi Bowo Raharjo | Dea Hardiningsih Irianto | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 13:48 WIB
Strategi Baru MA Lawan Korupsi: Gandeng KPK untuk Gembleng 200 Pimpinan Pengadilan
Ilustrasi gedung KPK RI. (Antara)
  • MA menjalin kerja sama dengan KPK untuk meningkatkan integritas serta kompetensi antikorupsi bagi jajaran pimpinan pengadilan di Indonesia.
  • MA akan melatih 200 ketua dan wakil ketua pengadilan mengenai aspek kepemimpinan dan pencegahan korupsi yudisial mulai 18 Mei.
  • Pelatihan ini bertujuan menanamkan nilai integritas dan kurikulum antikorupsi guna memberantas praktik transaksional serta gratifikasi di lingkungan lembaga peradilan.

Suara.com - Mahkamah Agung (MA) memperkuat benteng integritas aparat peradilan dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebanyak 200 pimpinan pengadilan bakal digembleng khusus untuk menjauh dari praktik korupsi yang selama ini mencoreng wajah peradilan.

Hal itu dilakukan melalui penandatanganan perjanjian Kerja Sama dengan Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK pada hari ini.

Kepala Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan MA Syamsul Arief menjelaskan kerja sama ini berfokus pada peningkatan kompetensi hakim dan pimpinan pengadilan dalam aspek antikorupsi dan pemberantasan praktik transaksional di ruang peradilan.

Dia menjelaskan penandatanganan kerja sama ini disaksikan langsung Ketua MA Sunarto dan Ketua KPK Setyo Budiyanto.

Dengan begitu, kerja sama ini dinilai sebagai langkah resmi untuk memasukkan materi antikorupsi ke dalam kurikulum pelatihan peradilan.

"Dengan penandatanganan kerja sama ini maka secara resmi kami memiliki kerja sama terkait mengenai aspek-aspek materi antikorupsi di setiap pendidikan dan pelatihan yang dilakukan oleh Badan Strategi Kebijakan Diklat Hukum dan Peradilan di Mahkamah Agung," kata Syamsul di Gedung MA, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).

Untuk itu, MA akan memanggil 200 ketua dan wakil ketua pengadilan dari seluruh Indonesia pada 18 Mei mendatang untuk mengikuti pelatihan intensif selama satu minggu.

"Nanti mereka akan dididik tiga hari materi terkait mengenai aspek-aspek tentu saja kepemimpinan di pengadilan, aspek-aspek lainnya terkait mengenai pengawasan, akuntabilitas, lalu kemudian penguasaan-penguasaan hal yang sifatnya teknis yudisial, itu juga penting tetap akan diberikan," tutur Syamsul.

Pada dua hari terakhir nanti, KPK akan mengisi materi pelatihan dengan menyasar isu sensitif, yakni korupsi yudisial.

Materi-materi dari KPK diharapkan akan menjauhkan diri hakim dari hal-hal yang transaksional, judicial corruption serta mendorong transparansi dan integritas aparat peradilan.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana menegaskan pelatihan ini bukan sekadar teori, melainkan pembentukan karakter dan keberanian menolak praktik korupsi.

"Lewat pendidikan inilah maka upaya yang dilakukan KPK adalah bagaimana menyadarkan di sini, bukan hanya menyadarkan bahkan mungkin mendorong supaya nilai-nilai antikorupsi, nilai-nilai integritas itu betul-betul bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari setiap saat pada saat melaksanakan tugas," ucap Wawan.

Menurut dia, KPK telah menyiapkan kurikulum yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga studi-studi kasus.

Wawan menjelaskan materi yang akan diberikan menyentuh titik rawan, mulai dari gratifikasi hingga konflik kepentingan yang kerap menjadi pintu masuk korupsi di lembaga peradilan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanggapi Usul KPK Soal Capres Harus Kaderisasi Partai, Ganjar: Tidak Mudah Diterapkan

Tanggapi Usul KPK Soal Capres Harus Kaderisasi Partai, Ganjar: Tidak Mudah Diterapkan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

KPK Kulik Peran SATHU di Kasus Kuota Haji, Nama Khalid Basalamah Ikut Disorot

KPK Kulik Peran SATHU di Kasus Kuota Haji, Nama Khalid Basalamah Ikut Disorot

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:42 WIB

Ustaz Khalid Basalamah Ngaku Sudah Kembalikan Rp8,4 M ke KPK, Klaim Jadi Korban Kasus Haji

Ustaz Khalid Basalamah Ngaku Sudah Kembalikan Rp8,4 M ke KPK, Klaim Jadi Korban Kasus Haji

Video | Jum'at, 24 April 2026 | 10:57 WIB

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:42 WIB

Terkini

Iran Tegaskan Persatuan Nasional di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat

Iran Tegaskan Persatuan Nasional di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:41 WIB

Harga LPG 12 Kg Melejit, Pemprov DKI Pantau Inflasi dan Wanti-wanti Tak 'Panic Buying'!

Harga LPG 12 Kg Melejit, Pemprov DKI Pantau Inflasi dan Wanti-wanti Tak 'Panic Buying'!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:39 WIB

Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump

Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:38 WIB

Harga BBM di Vietnam Turun, Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak Impor Hingga Juni 2026

Harga BBM di Vietnam Turun, Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak Impor Hingga Juni 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:36 WIB

KPAI Desak Pemerintah Terapkan Cukai Minuman Manis, Soroti Dampak Industri ke Anak

KPAI Desak Pemerintah Terapkan Cukai Minuman Manis, Soroti Dampak Industri ke Anak

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:29 WIB

PBB Soroti Eksekusi Mati Kasus Narkoba di Singapura, Dinilai Tak Sejalan dengan HAM

PBB Soroti Eksekusi Mati Kasus Narkoba di Singapura, Dinilai Tak Sejalan dengan HAM

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:28 WIB

Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir

Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:19 WIB

Aktivis Palestina Alami Luka Serius Akibat Taser Polisi dan Palu Saat Gerebek Pabrik Senjata

Aktivis Palestina Alami Luka Serius Akibat Taser Polisi dan Palu Saat Gerebek Pabrik Senjata

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:15 WIB

China Desak Kamboja Berantas Tuntas Scam Center, Wang Yi: Harus Dihapus Sepenuhnya

China Desak Kamboja Berantas Tuntas Scam Center, Wang Yi: Harus Dihapus Sepenuhnya

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:12 WIB

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:59 WIB