- Cole Tomas Allen menerobos pemeriksaan keamanan dan melepaskan tembakan di acara White House Correspondents’ Dinner pada pukul 20.34 waktu setempat.
- Agen Secret Service segera mengevakuasi Presiden Donald Trump serta pejabat tinggi lainnya dari ballroom demi menjamin keselamatan para tamu.
- Pelaku berhasil ditangkap dalam waktu 40 menit, memicu perdebatan politik antara kubu Republik dan Demokrat mengenai kekerasan politik.
Trump sempat meminta acara tetap dilanjutkan, namun keputusan akhir diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Pasca penembakan kepada Presiden AS, Donald Trump, sejumlah media AS menyoroti perihal motif insiden tersebut.
Hal ini lantaran usai penembakan, sejumlah politisi dari partai Republik menyerang rival mereka, partai Demokrat yang dianggap selalu menyerukan kampanye anti-Trump.
Pasca-kejadian, sejumlah tokoh Demokrat menyampaikan kecaman terhadap kekerasan politik.
Namun, kubu Republik menilai pernyataan itu kontradiktif dengan retorika yang selama ini mereka lontarkan terhadap Trump.
Senator Demokrat Elissa Slotkin mengatakan dirinya bersyukur presiden dan tamu acara selamat.
“Kekerasan politik tidak punya tempat di Amerika,” tulis Slotkin di media sosial.
Namun kelompok riset Partai Republik, RNC Research seperti dilansir dari NY Post, menyoroti bahwa Slotkin sebelumnya pernah menyebut Trump sebagai ancaman eksistensial bagi demokrasi, yang menurut mereka merupakan bahasa politik yang dapat memicu ekstremisme.