- Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas selama pembangunan flyover Latumenten pada Mei hingga Juni 2026 mendatang.
- Kendaraan besar dialihkan ke Jalan Daan Mogot yang sedang dalam masa konstruksi pembangunan empat sistem pompa air.
- Pengguna jalan diminta mematuhi rambu serta petugas di lapangan untuk meminimalisir kepadatan selama proses pembangunan berlangsung.
Suara.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan seiring pengerjaan pembangunan flyover Latumenten, Jakarta Barat, yang berlangsung bertahap mulai Mei hingga Juni 2026 pada malam hingga dini hari.
"Sehubungan dengan Pekerjaan Erection Girder Pembangunan Flyover (FO) Latumenten Kota Administrasi Jakarta Barat, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Dalam skema rekayasa tersebut, kendaraan besar dari berbagai arah dialihkan melalui Jalan Daan Mogot dan Jalan P. Tubagus Angke.
Namun, pada saat bersamaan, Jalan Daan Mogot juga tengah menjadi lokasi pembangunan sistem tata air pompa di empat titik, yakni Rumah Pompa Depag, Rumah Pompa KM 13, Rumah Pompa KM 13A, dan Rumah Pompa KM 13B.
Proyek di Jalan Daan Mogot itu bukan proyek jangka pendek. Pengerjaannya dijadwalkan berlangsung sejak 7 Januari 2026 hingga 6 Agustus 2027.
Di masing-masing titik, satu lajur jalan digunakan sebagai area konstruksi sehingga arus lalu lintas harus berbagi dalam skema mix traffic.
Bahkan, separator Transjakarta di sisi selatan Jalan Daan Mogot sepanjang kurang lebih 1,6 kilometer, mulai dari Rumah Pompa KM 13 hingga KM 13B, dibongkar sementara selama pekerjaan berlangsung. Akibatnya, bus Transjakarta ikut melintas bersama kendaraan umum.
Sementara untuk kendaraan kecil yang terdampak rekayasa flyover Latumenten, tersedia pilihan rute alternatif lain melalui Jalan Hadiah, Jalan Hadiah 1, Jalan Hadiah 2, hingga Jalan Prof. Dr. Latumenten Barat 3, atau melalui Jalan Dr. Susilo I, Jalan Dr. Muwardi I, Jalan Dr. Muwardi II, Jalan Dr. Muwardi, dan Jalan Semeru.
Pembangunan flyover Latumenten sendiri ditargetkan rampung dalam waktu dekat, sehingga tekanan di koridor Daan Mogot diharapkan berangsur berkurang setelah Juni 2026.
Dishub DKI juga mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi pengaturan yang berlaku di kedua proyek tersebut.
"Diimbau kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan," pungkas Ujang.