- Pengadilan Tipikor Jambi menggelar sidang kasus korupsi PT PAL pada Senin, 11 Mei 2026, terkait sengketa kredit investasi.
- Persidangan mengungkap dugaan penguasaan ilegal pabrik kelapa sawit oleh PT MMJ sejak November 2022 hingga April 2026.
- Tim penasihat hukum menyoroti ketimpangan tuntutan jaksa serta adanya bukti elektronik terkait dugaan permufakatan jahat antar terdakwa.
Ia menyebut tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai abuse of power atau penyalahgunaan wewenang apabila benar terjadi tanpa dasar hukum yang jelas.
Selain persoalan penguasaan pabrik, persidangan juga mengungkap dugaan permufakatan jahat melalui barang bukti elektronik berupa percakapan WhatsApp antara Direktur PT PAL Victor Gunawan dan Komisaris PT PAL Arif Rohman.
Percakapan itu disebut membahas rencana pengambilan dana Rp5 miliar dari PT JIM milik Bengawan Kamto. Tim kuasa hukum menilai terdapat ketimpangan dalam tuntutan jaksa terhadap para terdakwa.
Menurut kuasa hukum, Arif Rohman yang disebut menerima dana justru dituntut lebih ringan dibanding Bengawan Kamto yang disebut tidak menikmati aliran dana tersebut.
Dalam persidangan juga disebut dakwaan primer terhadap Bengawan Kamto telah gugur karena unsur memperkaya diri sendiri dinilai tidak terbukti.
“Fakta persidangan menunjukkan terdakwa justru mengalami kerugian hingga puluhan miliar rupiah, namun tetap dituntut enam tahun penjara, denda Rp200 juta, dan uang pengganti Rp12,9 miliar,” ujar tim penasihat hukum.
Pihak kuasa hukum meminta seluruh fakta dan bukti yang muncul di persidangan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Mereka menilai transparansi dan penegakan keadilan harus dikedepankan agar tidak terjadi kriminalisasi dalam proses hukum yang berjalan.