- Dua serangan udara Israel di Gaza City pada Jumat menewaskan tujuh warga sipil dan melukai 45 orang lainnya.
- Serangan tersebut menyasar kendaraan dan bangunan permukiman padat penduduk di kawasan Rimal tanpa memberikan peringatan sebelumnya.
- Israel menargetkan tokoh militer Hamas dalam serangan yang bertepatan dengan peringatan peristiwa bersejarah Hari Nakba tersebut.
Suara.com - Sedikitnya tujuh warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka dalam dua serangan udara Israel di Gaza City pada Jumat (15/5) waktu setempat.
Korban tewas dilaporkan termasuk tiga perempuan dan satu anak.
Sumber medis di Gaza menyebut serangan pertama menghantam sebuah kendaraan sipil, sementara serangan kedua menyasar bangunan permukiman di kawasan Rimal, Gaza bagian barat.
Menurut laporan petugas medis, sedikitnya 45 orang mengalami luka-luka dan beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Koresponden Al Jazeera di Gaza, Ibrahim Al Khalili, mengatakan serangan terhadap gedung permukiman memicu kebakaran besar setelah sedikitnya empat rudal menghantam area tersebut.
“Ada kepanikan di lokasi. Warga Palestina berlarian menyelamatkan diri,” ujar Al Khalili.
![Ilustrasi kirim bantuan ke Gaza. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/26/14915-ilustrasi-kirim-bantuan-ke-gaza-ist.jpg)
Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Basel, mengatakan ratusan warga tinggal di gedung yang menjadi sasaran serangan.
“Rudal ditembakkan tanpa peringatan apa pun. Ada banyak korban luka, termasuk keluarga-keluarga,” kata Basel kepada Reuters.
Di sisi lain, pemerintah Israel menyatakan serangan itu menargetkan Izz al-Din al-Haddad, yang disebut sebagai salah satu tokoh penting di sayap militer Hamas.
Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz menyebut Haddad sebagai salah satu arsitek serangan 7 Oktober terhadap Israel.
Namun hingga kini belum ada konfirmasi apakah Haddad tewas dalam serangan tersebut. Hamas juga belum memberikan tanggapan resmi.
Serangan terbaru itu terjadi tepat pada peringatan Hari Nakba, hari yang dikenang warga Palestina sebagai tragedi pengusiran sekitar 750 ribu orang dari tanah mereka saat berdirinya negara Israel pada 1948.
Wilayah Gaza barat yang diserang dilaporkan sangat padat karena banyak warga mengungsi dari Gaza timur akibat operasi militer Israel yang terus berlangsung.
Meski gencatan senjata sempat diumumkan tahun lalu, pertempuran di Gaza belum benar-benar berhenti.
Data Kementerian Kesehatan Gaza menyebut hampir 850 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober tahun lalu.