- Media Wahyudi Askar dari CELIOS mengkritik pemerintah yang lebih mementingkan narasi positif dibandingkan kondisi ekonomi nyata masyarakat.
- Klaim pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama 2026 dinilai bertolak belakang dengan tingginya angka PHK serta pengangguran.
- Pertumbuhan ekonomi saat ini diduga hanya dinikmati kelompok elite dan pemilik modal besar, sehingga tidak mencerminkan kesejahteraan masyarakat luas.
Kondisi tersebut membuat pertumbuhan ekonomi hanya berputar di sekitar kelompok super kaya dan para pemburu rente. Ia menegaskan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak otomatis menunjukkan kualitas ekonomi yang baik.
"Karena pertumbuhan ekonomi itu tidak berbicara apa pun tentang ketimpangan, tidak berbicara apa pun tentang korupsi, tentang kerusakan lingkungan, tentang perempuan, tentang pekerja yang dieksploitasi, tidak berbicara apa pun tentang itu," tegasnya.