- Waldan Ramadhan, siswa SD di Kabupaten Sumbawa, menulis surat terbuka kepada Presiden menanyakan realisasi program Makan Bergizi Gratis.
- Pihak Badan Gizi Nasional menanggapi aspirasi tersebut dengan berjanji akan segera meninjau dan mendistribusikan program ke wilayah Sumbawa.
- Pemerintah berkomitmen mengevaluasi sistem distribusi untuk memastikan pemerataan nutrisi bagi seluruh siswa di wilayah terpencil tahun 2026.
“Kami ingin merasakan lauk dan nasi yang dibuat oleh karyawan MBG. Kami ingin merasakan hasil keringat karyawan yang kamu pilih sebagai pembuat hidangan yang ingin kami rasakan,” tambahnya dalam surat tersebut.
Respons BGN

Unggahan surat Waldan ini pun memancing reaksi cepat dari pihak terkait. Isu mengenai distribusi MBG memang menjadi sorotan tajam, terutama mengenai tantangan logistik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menanggapi surat dari siswa di NTB itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang memberikan penjelasan mengenai peta jalan distribusi program tersebut.
Menurutnya, pemerintah sangat menyadari adanya kendala di lapangan, namun komitmen untuk menjangkau seluruh anak Indonesia tetap menjadi prioritas utama di tahun anggaran 2026.
Nanik menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi di wilayah-wilayah dengan tantangan geografis berat seperti di Kabupaten Sumbawa.
Nanik menyatakan bahwa pada 2026 ini BGN akan konsentrasi untuk menggarap wilayah-wilayah terpencil dan terluar agar tidak ada lagi kesenjangan antarwilayah.
Pihaknya juga tengah menyempurnakan data Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak operasional di lapangan.
"Kami akan rapikan penerima manfaat dengan jumlah SPPG," kata Nanik kepada Suara.com, Jumat (22/5/2026).
Lebih lanjut, Nanik memberikan angin segar bagi Waldan dan siswa-siswa lain di SDN Lebangkar.
Surat yang ditulis dengan tangan mungil itu rupanya sampai ke telinga para pengambil kebijakan di pusat.
Pihak BGN berjanji akan segera melakukan peninjauan lapangan dan memastikan infrastruktur pendukung program MBG di Sumbawa dapat segera beroperasi secara maksimal.
Mendapati surat dari siswa tersebut, ia bahkan menyatakan akan segera membawa program MBG menuju Sumbawa sebagai bentuk respons cepat atas aspirasi masyarakat bawah.
Hal ini sejalan dengan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa keadilan sosial harus dirasakan hingga ke tingkat satuan pendidikan terkecil di desa-desa.
"Bismillah kami akan segera menuju Sumbawa, karena pesan presiden memang tidak boleh ada anak yang membutuhkan malah tidak peroleh MBG," kata Nanik.