Dari Dapur hingga Ladang: Bagaimana Krisis Iklim Memengaruhi Kehidupan Perempuan?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 25 Mei 2026 | 11:45 WIB
Dari Dapur hingga Ladang: Bagaimana Krisis Iklim Memengaruhi Kehidupan Perempuan?
Potret Loka Wicara dengan Tema "Mengapa Krisis Iklim Adalah Isu Keadilan Gender?" di M Bloc Space pada Jumat (22/5/2026)

Suara.com - Krisis iklim tidak hanya memengaruhi kondisi lingkungan, tetapi juga mengubah kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam banyak kasus, perempuan menjadi kelompok yang paling awal merasakan dampaknya karena memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga, mulai dari pangan, air bersih, hingga pengelolaan rumah tangga.

Persoalan tersebut mengemuka dalam loka wicara bertajuk Mengapa Krisis Iklim adalah Isu Keadilan Gender? yang digelar dalam rangkaian Raksha Loka Fest yang digelar GEF SGP (Global Environment Facility-Small Grants Programme) Indonesia di M Bloc Space, Jakarta, Jumat (22/5).

Ketua Umum PEREMPUAN AMAN, Devi Anggraini, mengatakan perempuan sejak lama memiliki posisi strategis dalam menentukan sistem pangan keluarga, mulai dari memilih jenis tanaman hingga mengelola hasil panen untuk kebutuhan rumah tangga.

“Perempuan awalnya yang memutuskan apa yang harus dimakan, bagaimana itu ditanam, apa yang ditanam, dan di mana dia ditanam,” ujar Devi.

Namun, perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem, menurunnya produktivitas lahan, serta terbatasnya akses terhadap sumber daya alam membuat peran tersebut semakin sulit dijalankan. Menurut Devi, banyak perempuan kini menghadapi berkurangnya akses terhadap lahan, sumber energi, maupun sumber penghidupan yang sebelumnya menjadi penopang kehidupan keluarga.

“Kalau kita mau bicara krisis iklim, yang perlu didalami adalah bagaimana posisi perempuan di dalam kampung, dalam situasi perubahan iklim, tidak lagi memiliki kontrol, tidak lagi memiliki akses,” katanya.

Risiko Kemiskinan Lebih Tinggi

Kerentanan perempuan terhadap dampak krisis iklim juga tercermin dalam berbagai data global. Menurut UN Women, perempuan cenderung memiliki akses ekonomi dan sumber daya yang lebih terbatas dibanding laki-laki, sehingga lebih rentan ketika terjadi tekanan lingkungan maupun ekonomi akibat perubahan iklim.

Selain itu, perempuan dinilai lebih bergantung pada sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Ketika hasil pertanian menurun, sumber air berkurang, atau bencana alam terjadi lebih sering, perempuan menjadi pihak yang harus mencari berbagai cara agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

Data dari UN Women Data Hub juga menunjukkan bahwa jumlah perempuan yang hidup dalam kemiskinan diperkirakan lebih tinggi dibanding laki-laki. Dalam skenario krisis iklim terburuk, jumlah perempuan dewasa yang hidup dalam kemiskinan ekstrem pada 2030 diperkirakan mencapai 4,6 juta orang, sementara laki-laki berada di angka 3,8 juta.

Adaptasi Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Meski menghadapi berbagai tantangan, perempuan juga memainkan peran penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. Berbagai inisiatif adaptasi muncul dari tingkat komunitas dan rumah tangga untuk menjaga ketersediaan pangan maupun kualitas lingkungan.

Perwakilan Solidaritas Perempuan, Dina Herdiana, mencontohkan praktik yang dilakukan perempuan di Yogyakarta. Mereka memanfaatkan ruang di sekitar rumah untuk menanam tanaman pangan dan mengembangkan kawasan hijau di lingkungan permukiman.

“Perempuan Kota Jogja melakukan aksi-aksi adaptasi, mulai dari lingkungan rumah mereka, menanam di pekarangan, kemudian dikembangkan menjadi lorong hijau,” ujarnya.

Langkah serupa juga dilakukan masyarakat di Desa Igirmranak, Wonosobo, Jawa Tengah. Perwakilan masyarakat setempat, Harun Purwati, mengatakan perubahan iklim telah meningkatkan risiko tanah longsor dan kekeringan di wilayah pegunungan yang menjadi sumber penghidupan warga.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, masyarakat menjalankan program ketahanan pangan yang mendorong setiap keluarga menanam berbagai jenis tanaman yang dapat membantu menjaga kesuburan tanah sekaligus menjadi sumber pangan alternatif.

“Programnya mewajibkan setiap warga untuk menanam tanaman seperti ubi yakon dan kacang-kacangan untuk memulihkan dan menyuburkan tanah,” kata Harun.

Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi kelompok yang terdampak oleh krisis iklim, tetapi juga aktor penting dalam membangun strategi adaptasi di tingkat komunitas. Dari pengelolaan pangan keluarga hingga gerakan penghijauan dan ketahanan pangan desa, perempuan berperan menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat di tengah perubahan iklim yang semakin nyata.

Di tengah ancaman krisis iklim yang semakin nyata, mulai dari siklus El-Nino yang ekstrem hingga ancaman ketahanan pangan, Program GEF SGP (Global Environment Facility-Small Grants Programme) Indonesia menyelenggarakan Festival Raksha Loka di M-Bloc Space, Jakarta Selatan, pada 22-23 Mei 2026.

Festival bertajuk “Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan di Masa Depan” ini merupakan selebrasi sekaligus ruang amplifikasi atas keberhasilan inisiatif pemulihan ekosistem berbasis komunitas yang telah dijalankan selama empat tahun terakhir dalam fase Operational Phase 7 (OP7).

Sejak Juli 2022, GEF SGP Indonesia bersama 86 mitra lokal telah bekerja di empat bentang alam strategis, yakni: DAS Bodri (Jawa Tengah), DAS Balantieng (Sulawesi Selatan), Gorontalo (Wilayah Penyangga SM Nantu & Tahura BJ Habibie), serta Pulau Sabu Raijua (NTT). Upaya kolektif ini telah berhasil memulihkan ekosistem dari ancaman deforestasi, krisis air bersih, hingga degradasi pesisir.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perempuan Era Digital: Tampil Kece di Luar, Pusing Sendiri di Akhir Bulan

Perempuan Era Digital: Tampil Kece di Luar, Pusing Sendiri di Akhir Bulan

Your Say | Senin, 25 Mei 2026 | 10:37 WIB

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:09 WIB

Program CSR Berdampak Positif, Pertamina Trans Kontinental Raih Indonesia Penghargaan Best CSR 2026

Program CSR Berdampak Positif, Pertamina Trans Kontinental Raih Indonesia Penghargaan Best CSR 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:39 WIB

Terkini

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 00:05 WIB

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:11 WIB

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:45 WIB

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:32 WIB

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:22 WIB

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:06 WIB

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:52 WIB

KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar

KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:38 WIB

KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:27 WIB

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:15 WIB