- Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Palestina, Abdalfatah A.K. Alsattari, di kediamannya, Jakarta, pada Senin, 25 Mei 2026.
- Dubes Palestina memaparkan kondisi memprihatinkan akibat serangan Israel yang menghancurkan fasilitas publik, warga sipil, serta berbagai infrastruktur penting lainnya.
- Megawati menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dan menyerukan reformasi PBB untuk mengatasi konflik serta menghentikan penjajahan global.
Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dubes Alsattari menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Megawati dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina melawan zionis Israel.
Dubes Alsattari memaparkan kondisi terkini di Palestina yang kian memprihatinkan akibat serangan zionis.
Ia menegaskan bahwa dampak kehancuran telah menyasar fasilitas publik dan warga sipil yang tidak berdampingan dengan konflik bersenjata.
"Puluhan ribu bangunan dan rumah telah musnah, begitu banyak nyawa melayang dan rakyat menderita, kebanyakan ibu dan anak-anak. Yang juga menyedihkan, diantara korban tersebut termasuk juga 200 orang jurnalis harus merelakan nyawanya. Israel sedang menghancurkan harapan rakyat Palestina," urai Dubes Alsattari dikutip berdasarkan keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).
Ia juga menambahkan bahwa alasan Israel menyerang dengan dalih keberadaan Hamas tidaklah berdasar, mengingat rumah sakit, sekolah, hingga gereja turut dihancurkan.
Termasuk para jurnalis yang gugur pun bukanlah bagian dari kelompok tersebut.
Mendengar paparan tersebut, Megawati Soekarnoputri tampak sangat terharu. Sambil terisak, ia mengenang kembali pesan ayahandanya, Proklamator RI Bung Karno, mengenai perjuangan panjang bangsa Indonesia melawan penjajahan yang memiliki kesamaan rasa dengan apa yang dialami rakyat Palestina saat ini.
Megawati juga mengingatkan kembali momentum Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung sebagai tonggak seruan kemerdekaan Palestina.
"Adalah hak semua bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri. Saya selalu mendukung ide yang menyatakan bahwa Indonesia tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel selama rakyat Palestina belum memperoleh kemerdekaannya," tegas Megawati.
Selain memberikan dukungan moral, Megawati kembali menyuarakan pentingnya reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar lebih berperan aktif dalam mengatasi turbulensi geopolitik global saat ini.
Ia meyakini bahwa kekuatan fisik tidak akan mampu memadamkan semangat kemerdekaan.
"Israel mungkin dapat menghancurkan secara fisik, namun saya yakin bahwa di setiap dada rakyat Palestina terdapat jiwa yang tidak mudah menyerah dan bergelora tekad kuat untuk merdeka. Sama seperti Indonesia, dan saya yakin suatu saat kemerdekaan Palestina yang paripurna akan tercapai. Sebagaimana Bung Karno juga berpesan untuk selalu mendukung kemerdekaan Palestina," lanjut Megawati.
Sebagai simbol persaudaraan dan perjuangan, Dubes Alsattari menyelempangkan kafiyeh berwarna merah ke bahu Megawati.
Ia juga mengangkat jari membentuk simbol "V" (victory) sebagai doa untuk kemenangan Palestina.