Suara.com - DPRD DKI Jakarta mendukung dan mengawal pembangunan jaringan air perpipaan sebagai upaya meningkatkan akses layanan air bersih yang berkualitas bagi masyarakat.
Melalui fungsi pengawasan dan penganggaran, DPRD mendorong percepatan perluasan cakupan layanan air minum perpipaan agar semakin banyak warga memperoleh pasokan air yang aman, layak, dan berkelanjutan.
Dukungan tersebut sejalan dengan komitmen menghadirkan pelayanan dasar yang lebih baik serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menyampaikan komitmen lembaga wakil rakyat untuk mengawal pembangunan jaringan air perpipaan agar seluruh warga Jakarta mendapatkan layanan air bersih.
Menurut dia, DPRD berkomitmen memastikan alokasi anggaran pembangunan jaringan air tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
DPRD juga terus mengawasi berbagai program pembangunan jaringan air perpipaan. Dengan demikian, cakupan layanan dapat menjangkau wilayah yang belum terlayani.
“Terkait pipanisasi yang sudah dianggarkan,” kata dia.
Layanan air bersih harus berpihak kepada masyarakat kecil. Termasuk untuk kebutuhan industri. Akses terhadap air bersih, merupakan hak dasar yang harus menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Harus kami prioritaskan,” tutur Yuke.
*Pengembangan Teknologi*
Direktur Utama PT. PAM Jaya (Perseroda) Arief Nasrudin mengatakan, pemanfaatan teknologi merupakan upaya menjawab tantangan penyediaan air bersih yang terus meningkat.
Riset dan pengembangan perlu secara berkelanjutan. Mengingat, inovasi di sektor pengelolaan air terus berkembang.
Satu di antara pengembangan teknologi, yaitu penggunaan alat yang mampu menangkap kandungan air di udara. Sehingga mampu mengolah air menjadi siap minum.
Teknologi tersebut bekerja dengan memanfaatkan kandungan air yang terdapat di atmosfer. “Menangkap titik air di Udara dan diproses,” ungkap Arief.
Teknologi tersebut rencananya akan menjadi bagian dari fasilitas Water Hub atau Water Station. Penempatannya di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin.
Nantinya, masyarakat bisa mengakses air minum secara langsung dan gratis di kawasan tersebut. Kini, pembangunan fasilitas tersebut masih dalam tahap persiapan.
Teknologi penangkap air dari atmosfer memiliki prinsip kerja yang tidak jauh berbeda dengan proses kondensasi pada pendingin udara atau air conditioner (AC).
Negara Afrika telah menggunakan teknologi serupa. “Karena mereka sumber airnya susah. Akhirnya dijadikan sebagai salah satu sumber air untuk dibuat pipanisasi,” tambah Arief. ***