Koalisi Masyarakat Sipil Desak Penyederhanaan Cukai Rokok, Tolak Penambahan Lapisan Tarif

Bella

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:25 WIB
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Penyederhanaan Cukai Rokok, Tolak Penambahan Lapisan Tarif
Executive Director Indonesia Youth Council for Tactical Changes (IYCTC), Manik. [Suara.com/Tsabita]
baca 10 detik
  • Koalisi organisasi masyarakat sipil mendesak Kementerian Keuangan menyederhanakan struktur tarif cukai tembakau guna menekan konsumsi produk rokok.
  • Kompleksitas delapan lapisan tarif cukai saat ini memicu fenomena penurunan konsumsi ke produk rokok yang lebih murah.
  • Aktivis menuntut audiensi dengan pemerintah untuk merumuskan kebijakan cukai yang mendukung kesehatan masyarakat sekaligus menjaga penerimaan negara.

Suara.com - Executive Director Indonesia Youth Council for Tactical Changes (IYCTC), Manik, membeberkan pandangan koalisi organisasi masyarakat sipil mengenai arah kebijakan cukai rokok yang ideal.

Hal itu disampaikan usai orasi dalam aksi damai bertajuk "Program Rokok Murah" yang digelar Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil di depan Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Menurutnya, penyederhanaan tarif cukai merupakan langkah kunci untuk menekan konsumsi produk tembakau.

"Sebenarnya kalau layer itu banyak yang udah bilang ya, yang paling idealnya kalau bisa ya udah cuma dibatasi antara rokok kretek mesin, putih mesin, sama tangan gitu ya, bahkan yang mesin digabung aja sekalian gitu, itu idealnya," tutur Manik seusai orasi aksi damai tersebut, Kamis (11/6/2026).

Manik menambahkan bahwa struktur tarif cukai hasil tembakau (CHT) di Indonesia saat ini merupakan salah satu yang paling rumit dengan jumlah delapan lapisan.

Kompleksitas ini dinilai memicu fenomena down trading, yaitu perpindahan konsumsi masyarakat ke produk rokok yang harganya jauh lebih murah, sehingga turut berdampak pada penurunan penerimaan negara.

"Salah satu alasan kenapa juga penerimaan kita kemudian turun adalah karena banyaknya down trading, rokok-rokok murah. Dan kenapa rokok-rokok murah itu ada? Ya karena layer cukai rokoknya pun juga sebanyak itu," ujar Manik.

Ilustrasi rokok (Pixabay/NoblePrime)
Ilustrasi rokok (Pixabay/NoblePrime)

"Jadi harapannya kalau kami, yang paling penting saat ini adalah bukan justru nambah jadi 9, tapi kalau dari 8 kurangilah jadi 7 gitu misalnya, dan lain sebagainya," tambahnya.

Di sisi lain, Project Lead for Tobacco Control dari Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI), Beladenta Amalia, memaparkan langkah dan agenda koalisi selanjutnya pascaaksi damai tersebut.

baca juga

Pihaknya berharap pesan yang disampaikan melalui aksi ini dapat didengar langsung oleh jajaran pengambil keputusan di Kementerian Keuangan, termasuk Menteri Keuangan.

Bela juga menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka terhadap ruang audiensi yang bersifat teknis guna merumuskan jalan keluar terbaik bagi kesehatan masyarakat maupun pendapatan negara.

"Kita sebenarnya terus terbuka kalau untuk ada dialog, gitu, kita udah beberapa kali mengirim surat tapi tidak dipanggil kayak gitu untuk bertemu untuk audiensi. Jadi harapannya setelah ini kita bisa berdiskusi secara damai gitu ya. Kita bisa memberikan masukan gitu dari segi teknis juga yang seharusnya seperti apa untuk win-win solution," ujarnya.

Manik juga mengingatkan pemerintah agar tidak bersikap defensif atau menganggap kritik dari masyarakat sipil sebagai serangan pribadi.

Sebaliknya, ia berharap pemerintah bersedia duduk bersama untuk mendengar masukan demi kebaikan negara.

"Yang paling penting sih jangan sampai pemerintah juga melihat bentuk kritik yang dilakukan masyarakat ini sebagai bentuk serangan, bahkan serangannya personal gitu," tutup Manik.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Tambahan Cukai, Koalisi Sipil Gelar Demo 'Rokok Murah' di Depan Kemenkeu

Tolak Tambahan Cukai, Koalisi Sipil Gelar Demo 'Rokok Murah' di Depan Kemenkeu

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:28 WIB

Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar

Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:06 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Siap-siap! Rokok Ilegal Bakal Merajalela Setelah Kebijakan Kemasan Polos

Siap-siap! Rokok Ilegal Bakal Merajalela Setelah Kebijakan Kemasan Polos

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:39 WIB

Koalisi Sipil Tolak RUU Polri, Nilai Penyusunannya Ugal-Ugalan dan Tak Transparan

Koalisi Sipil Tolak RUU Polri, Nilai Penyusunannya Ugal-Ugalan dan Tak Transparan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:21 WIB

Industri Alternatif Rokok Dorong Edukasi Berbasis Sains

Industri Alternatif Rokok Dorong Edukasi Berbasis Sains

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:20 WIB

Gegara Kebijakan Rokok Baru, RI Berpotensi Kehilangan Pendapatan Negara

Gegara Kebijakan Rokok Baru, RI Berpotensi Kehilangan Pendapatan Negara

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:02 WIB

Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos

Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:55 WIB

Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar

Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:43 WIB

Cegah Kebocoran Cukai, Purbaya Siapkan Mesin Canggih Pendeteksi Produksi Rokok

Cegah Kebocoran Cukai, Purbaya Siapkan Mesin Canggih Pendeteksi Produksi Rokok

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:52 WIB

Terkini

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:13 WIB

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:12 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:09 WIB

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:06 WIB

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:05 WIB

Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja

Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:04 WIB

Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya

Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:04 WIB

×