- Tokoh adat mengimbau warga Papua tidak terprovokasi ajakan demonstrasi.
- Penyelesaian masalah di Papua didorong melalui dialog terbuka.
- Elemen masyarakat diajak menjaga stabilitas keamanan demi kelancaran aktivitas ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.
Suara.com - Tokoh Adat Tabi Papua Hironimus Taime meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh ajakan demonstrasi maupun informasi yang berpotensi memanaskan situasi di Papua. Ia mendorong seluruh pihak mengutamakan komunikasi dan dialog untuk menjaga keamanan.
Menurut Hironimus, stabilitas keamanan menjadi syarat penting agar masyarakat dapat bekerja, belajar, menjalankan aktivitas ekonomi, dan melanjutkan pembangunan.
Ia menilai penyelesaian persoalan Papua tidak bisa ditempuh melalui kekerasan. Aspirasi masyarakat, kata dia, tetap harus disampaikan melalui mekanisme demokratis dan tertib.
“Tidak bisa menyelesaikan masalah dengan perang atau saling tembak, karena pada akhirnya tidak ada yang benar-benar menang dan tidak ada yang benar-benar kalah,” ujar Hironimus kepada wartawan, Selasa (25/82026).
Hironimus juga meminta masyarakat meningkatkan literasi informasi dan tidak langsung mempercayai informasi yang beredar, terutama yang berpotensi memicu keresahan atau konflik.
Ia mendorong masyarakat adat, pemerintah, TNI, dan Polri membuka ruang komunikasi yang lebih luas. Menurutnya, pertemuan antarpihak dapat menjadi jalan untuk menyelesaikan persoalan sebelum berkembang menjadi konflik.
Ketua Umum DPP LSM Pijar Keadilan Demokrasi tersebut juga bersedia menjadi mediator untuk mempertemukan pihak-pihak yang berkepentingan.
Hironimus juga menekankan pentingnya media massa menyajikan informasi yang akurat dan berimbang. Ia berharap masyarakat tidak menjadi korban informasi yang dapat memperuncing perbedaan.
“Ini salah satu usulan upaya Papua damai. Mari kita membuka jalan dialog demi keselamatan masyarakat dan masa depan Papua,” katanya.
Menurut Hironimus perbedaan pandangan tidak harus berujung pada konflik. Aspirasi masyarakat tetap dapat disampaikan, tetapi melalui jalur demokratis dan bertanggung jawab.
“Papua membutuhkan kedamaian agar masyarakat dapat membangun masa depan dengan lebih baik,” pungkasnya.