-
Kebakaran hutan Kalimantan kembali memicu kabut asap pekat yang mengganggu penerbangan menuju Kuching, Sarawak.
-
Warga mengeluhkan belum adanya solusi konkret pencegahan meski krisis serupa sudah terjadi sejak 1997.
-
Penanganan krisis mendesak fokus pada tindakan pencegahan di sumber titik api, bukan sekadar adaptasi.
Pencegahan titik api di lahan gambut Kalimantan menjadi kunci tunggal agar bencana asap tidak terus berulang setiap tahun. Tanpa intervensi tegas pada sumber masalah, warga di kedua negara akan terus menghirup udara beracun.
Jennifer Kang menekankan pentingnya perubahan fokus penanganan bencana lingkungan ini.
"Pertanyaan yang lebih besar bukanlah bagaimana kita menghadapi situasi kabut asap saat ini, melainkan apa lagi yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya," pungkasnya.
Wilayah Sarawak di Malaysia berbagi perbatasan darat langsung dengan kawasan Kalimantan di Indonesia tempat mayoritas titik api berada. Letak geografis yang berdampingan ini membuat Sarawak selalu menjadi wilayah terdampak paling parah setiap kali kebakaran lahan gambut meletus di Kalimantan.