- 78,5 persen titik panas kebakaran hutan di Kalimantan berada dalam habitat orang utan.
- Kebakaran tersebut melahap sekitar 25,8 juta hektar atau 60,2 persen total luas habitat orang utan.
- Bencana buatan manusia ini menghilangkan sumber makanan serta mengancam keselamatan hidup satwa tersebut.
Annisa mengatakan dampak karhutla juga dapat memengaruhi kondisi psikologis orang utan. Satwa tersebut, menurut dia, memiliki tingkat kemiripan genetik yang tinggi dengan manusia sehingga rentan mengalami stres ketika habitatnya rusak.
"Jadi stres dan respons inflamasi tubuh orang utan terhadap paparan polutan dan asap kebakaran, menyaksikan habitat hilang. Orang utan itu sharing 97 persen genetikanya sama dengan manusia. Mereka juga punya psikologis tertentu," jelasnya.
Ancaman terhadap habitat orang utan juga semakin rumit karena adanya tumpang tindih kawasan habitat dengan konsesi perkebunan kelapa sawit, pertambangan, dan industri kehutanan.
Karena itu, Geopix meminta pemerintah maupun pihak swasta yang beroperasi di kawasan habitat orang utan memastikan aktivitas mereka tidak semakin mempersempit ruang hidup satwa.
Annisa juga mendorong penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dilakukan secara tegas. Menurut dia, lemahnya penindakan dapat membuat pembukaan dan pembakaran hutan terus berulang.
"Itu salah satu penyebab dari betapa kompleksnya Indonesia ini ya," pungkasnya.