-
Banjir bandang di Nepal menyebabkan 1.273 orang tewas dan ribuan lainnya dilaporkan hilang.
-
Ratusan turis asing belum ditemukan sehingga mendorong keluarga melakukan pencarian mandiri di Nepal.
-
Kepolisian Nepal mulai mengumpulkan sampel DNA untuk mengidentifikasi jenazah korban banjir bandang.
"Kami pergi ke polisi Nepal setiap hari untuk mendapatkan informasi tentang mereka yang telah diselamatkan. Kami memeriksa foto-foto ... yang diterbitkan oleh polisi," kata sukarelawan Arun Mehta.
"Mereka telah menyelesaikan ziarah mereka di sekitar Gunung Kailash dan sedang menjalani prosedur imigrasi," kata Mehta.
Kerabat korban dari negara lain juga berencana menyusul ke Nepal untuk melakukan pencarian mandiri. Salah satunya adalah saudara dari musisi asal Rusia, Kirill Tretiakov, yang terbang langsung dari wilayah Yakutsk.
"Untuk saat ini, kami tidak memiliki informasi tentang Kirill," katanya kepada AFP.
"Kami berharap kelompoknya selamat tetapi berakhir tanpa alat komunikasi apa pun."
"Kami akan memulai pencarian dari rumah sakit. Tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, kami akan terus mencarinya," tegasnya.
Pihak agensi perjalanan Fishtail turut mengonfirmasi kehilangan kontak dengan rombongan 20 peziarah yang mayoritas berasal dari Malaysia. Seluruh peziarah beserta pemandu lokal mendadak hilang kontak saat melintas di jalur utama.
"Tidak ada yang bisa meloloskan diri, kejadiannya begitu mendadak," kata Nimsang Gurung, perwakilan penjualan perusahaan perjalanan Fishtail.
Bencana banjir bandang ini diprediksi memberikan pukulan telak bagi industri pariwisata yang menjadi tumpuan ekonomi Nepal. Kerusakan fasilitas transportasi dan akses menuju destinasi utama memerlukan waktu pemulihan yang cukup lama.
"Sektor pariwisata bakal menderita akibat bencana ini," kata Sunil Sharma dari Badan Pariwisata Nasional Nepal.
Meskipun dampak langsung terkonsentrasi pada empat distrik, trauma keamanan diperkirakan memengaruhi minat wisatawan mancanegara. Pemerintah Nepal kini fokus mempercepat pemulihan infrastruktur dasar untuk mengembalikan stabilitas wilayah terdampak.