Kortastipidkor Polri Soroti Program Sekolah Rakyat: Temukan Celah Korupsi hingga Ada Anak Orang Kaya

Dwi Bowo Raharjo, Faqih Fathurrahman

Rabu, 09 September 2026 | 16:24 WIB
Kortastipidkor Polri Soroti Program Sekolah Rakyat: Temukan Celah Korupsi hingga Ada Anak Orang Kaya
Ilustrasi siswa Sekolah Rakyat. (tangkap layar/ist)
baca 10 detik
  • Kortastipidkor Polri mengawasi ketat anggaran pembangunan Sekolah Rakyat sejak awal untuk mencegah potensi penyelewengan dana.
  • Pemeriksaan lapangan di Jakarta dan Bogor menemukan siswa mampu dan orang tua berpenghasilan tinggi menerima fasilitas bantuan.
  • Polri menilai perencanaan awal program triliunan rupiah tergesa-gesa serta menemukan risiko penyimpangan dalam pengadaan seragam sekolah.

Suara.com - Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri terus memperketat pengawasan terhadap program Sekolah Rakyat.

Monitoring ketat ini diterjunkan langsung guna mengantisipasi potensi penyelewengan anggaran sejak tahap awal pembangunan.

Kasubdit III Direktorat Pencegahan Kortastipidkor Polri, Kombes Fernando, membeberkan bahwa penetapan data desil siswa menjadi salah satu celah paling rawan penyimpangan. Pasalnya, fasilitas Sekolah Rakyat sedianya hanya diperuntukkan bagi kelompok desil 1 dan 2 yang tergolong dalam kategori miskin ekstrem.

"Penentuan desil 1 dan desil 2 saja kami waktu itu cek ke lapangan. Langsung cek ke lokasi, uji petik di beberapa tempat,” ujar Fernando kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

“Yang paling gampang kami cek di sekolah di Jakarta Selatan maupun di Bogor. Saat kita masuk sekolah, ada anak yang pegang HP," katanya menambahkan.

Siswa Punya M-Banking hingga Orang Tua Berpenghasilan Rp20 Juta

Dari penelusuran tim pencegahan di lapangan, ditemukan fakta mengejutkan.

Meski berstatus murid Sekolah Rakyat, sejumlah siswa kedapatan memesan makanan melalui layanan ojek daring hingga mengoperasikan rekening m-banking pribadi.

Hasil wawancara mendalam dengan beberapa siswa menunjukkan adanya ketidaktepatan sasaran penerima program. Sebagian siswa ternyata berasal dari keluarga mampu—orang tua mereka memiliki dua warung kelontong, berpenghasilan hingga Rp20 juta per bulan, dan mendiami rumah berfasilitas empat kamar.

baca juga

"Masuk Sekolah Rakyat. Fakta itu, riil itu saya. Nah, pertanyaan saya, penentuan desil 1 desil 2 ini dari mana? Akhirnya saya koordinasi ke BPS. Ini salah satu temuan kami, kami sudah kasih rekomendasi tolong dipastikan masalah desil," tegas Fernando.

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Lampung yang berada di Kotabaru, Kabupaten Lampung Selatan, telah menerima 330 siswa baru untuk memulai kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027. [ANTARA]
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Lampung yang berada di Kotabaru, Kabupaten Lampung Selatan, telah menerima 330 siswa baru untuk memulai kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027. [ANTARA]

Perencanaan Terburu-buru dan Risko Pengadaan Seragam

Fernando menilai pelaksanaan tahap awal pembukaan Sekolah Rakyat terkesan tergesa-gesa demi mengejar target kuota siswa.

Hanya dalam tempo tiga bulan, perencanaan pembangunan 165 sekolah yang menelan anggaran hingga triliunan rupiah langsung dipaksakan berjalan.

"Nah, tujuan Sekolah Rakyat itu kan memuliakan masyarakat miskin, sehingga rangkaian itu, bapak orang tuanya itu miskin, jangan sampai anaknya juga ikut-ikut miskin. Tapi masa depannya lebih baik lagi," kata Fernando.

Selain ketepatan data penerima, Kortastipidkor Polri juga menyoroti sektor pengadaan logistik seperti seragam sekolah yang dinilai sangat riskan.

Salah satu temuan yang mencolok adalah ketidaksesuaian antara harga dan kualitas barang, khususnya pada komoditas sepatu siswa.

"Pengadaannya banyak sekali. Seragam siswa aja dari kepala, topi, kemeja aja lengan pendek, ada lengan panjang, ada kaos, ada celana dalam, ada pakaian dalam, ada kaos kaki. Yang rekan-rekan temukan yang sepatu," tandas Fernando.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Monopoli Bahan Pangan Jadi Celah Korupsi MBG, Kortastipidkor Ingatkan SPPG

Monopoli Bahan Pangan Jadi Celah Korupsi MBG, Kortastipidkor Ingatkan SPPG

News | Rabu, 09 September 2026 | 15:52 WIB

Di China, Mantan Gubernur Terbukti Korupsi Rp 388 Miliar Langsung Divonis Mati, Hak Politik Dicabut

Di China, Mantan Gubernur Terbukti Korupsi Rp 388 Miliar Langsung Divonis Mati, Hak Politik Dicabut

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:45 WIB

Saksi Sebut Tak Ada Aliran Dana USD271.500 ke Yaqut, Pengacara Soroti Surat Dakwaan Jaksa

Saksi Sebut Tak Ada Aliran Dana USD271.500 ke Yaqut, Pengacara Soroti Surat Dakwaan Jaksa

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:06 WIB

Kasus Korupsi Dana Iklan Bank Daerah, KPK Periksa Eks Dirut

Kasus Korupsi Dana Iklan Bank Daerah, KPK Periksa Eks Dirut

News | Rabu, 09 September 2026 | 11:44 WIB

Sidang Kasus Haji: Dua Saksi Bantah Yaqut Cholil Qoumas Terima Uang USD 271 Ribu

Sidang Kasus Haji: Dua Saksi Bantah Yaqut Cholil Qoumas Terima Uang USD 271 Ribu

News | Rabu, 09 September 2026 | 07:59 WIB

Terkini

Tips Tampil Bersinar di Depan Panggung dalam Buku Let's Speak

Tips Tampil Bersinar di Depan Panggung dalam Buku Let's Speak

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Permata Bank Raih Laba Bersih Rp2,6 Triliun hingga Kuartal III 2026

Permata Bank Raih Laba Bersih Rp2,6 Triliun hingga Kuartal III 2026

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:27 WIB

Jerit Tangis Ibunda di Balik 48 Adegan Pembantaian Madiun: Hancur Hati Saya, Hukum Mati Dia!

Jerit Tangis Ibunda di Balik 48 Adegan Pembantaian Madiun: Hancur Hati Saya, Hukum Mati Dia!

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:25 WIB

Dari Pematangsiantar ke Los Angeles, Jesica Yap Bawa Karya Musik Indonesia ke Panggung Dunia

Dari Pematangsiantar ke Los Angeles, Jesica Yap Bawa Karya Musik Indonesia ke Panggung Dunia

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:18 WIB

IHSG Masih Betah di Zona Merah ke Level 5.200 Rabu Pagi

IHSG Masih Betah di Zona Merah ke Level 5.200 Rabu Pagi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:14 WIB

Brent Tertahan di 113 Dolar AS, Konflik Timur Tengah Bayangi Pasar Minyak

Brent Tertahan di 113 Dolar AS, Konflik Timur Tengah Bayangi Pasar Minyak

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:14 WIB

Hadapi Banyak Tantangan, Gus Ipul Kumpulkan Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia

Hadapi Banyak Tantangan, Gus Ipul Kumpulkan Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Tujuh Rumah di Menteng Ludes Terbakar, Puluhan Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Tujuh Rumah di Menteng Ludes Terbakar, Puluhan Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:11 WIB

4 Sekolah Rakyat Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026

4 Sekolah Rakyat Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:06 WIB

×