- Seorang siswi di Kabupaten Karo mengalami dugaan keracunan program MBG yang memicu kejang dan jalani EEG pada September 2026.
- Dosen UMY Wahyu Wihartono menyatakan intoksikasi pangan dapat menghasilkan neurotoksin yang mengganggu fungsi kognitif dan sel otak manusia.
- Tenaga medis wajib memprioritaskan penanganan darurat pada sistem saraf pusat selain mengatasi gejala pencernaan pasien keracunan makanan.
Pemeriksaan neurologis, penilaian fungsi kognitif, pemeriksaan laboratorium, dan pencitraan otak dapat dipertimbangkan sesuai dengan kondisi klinis pasien.
Wahyu menjelaskan bahwa gangguan memori tidak selalu berakhir menjadi kerusakan otak permanen. Anak dan remaja memiliki kemampuan adaptasi dan pemulihan saraf yang relatif baik.
Meski demikian, tingkat pemulihan tetap bergantung pada penyebab, tingkat keparahan, luas gangguan, kecepatan penanganan, dan respons pasien terhadap terapi.
"Harapannya, gangguan kognitif tersebut dapat pulih. Namun, perkembangannya tetap harus dipantau. Penanganan perlu disesuaikan dengan penyebabnya serta diarahkan untuk memulihkan fungsi saraf dan mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat," ujarnya.