Biar Enggak Cepat Bokek, Gen Z Diajak Cerdas Olah Uang dan Investasi di Gen Z Impact Fest 2026

Agatha Vidya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 12 September 2026 | 14:23 WIB
Biar Enggak Cepat Bokek, Gen Z Diajak Cerdas Olah Uang dan Investasi di Gen Z Impact Fest 2026
Aditya Pratama, Konten Kreator dalam acara Gen Z Impact Fest 2026 (Suara.com/Shevinna)
baca 10 detik
  • Gen Z Impact Fest 2026 bagikan tips kelola keuangan Gen Z.

  • Pakar ingatkan bahaya doom spending dan jebakan paylater bagi anak muda.

  • Mahasiswa UGM bagikan kisah sukses menabung dan investasi sejak dini.

Suara.com - Generasi Z saat ini menghadapi realitas ekonomi yang tidak mudah. Di balik riuhnya media sosial, banyak anak muda yang terjebak dalam krisis biaya hidup, doom spending, hingga bayang-bayang stres finansial.

Sulitnya menggapai aset jangka panjang seperti rumah membuat banyak dari mereka mengalihkan anggaran untuk konsumsi berbasis experience dan self-reward melalui fenomena lipstick effect, seperti rutin nongkrong, berburu kopi premium, hingga membeli skincare.

Melihat dinamika ini, festival generasi muda Gen Z Impact Fest 2026 yang diinisiasi oleh Suara.com, SKM Bulaksumur, dan Kagama Persma menghadirkan sesi panel bertajuk “In This Economy: Cerdas Mengelola Uang dan Memulai Investasi Sejak Muda” pada Sabtu (12/9/2026) di Gadjah Mada University Club (UC) Hotel UGM.

Mengusung tema besar “Empowering the Next Generation”, sesi interaktif ini mengupas tuntas realitas finansial Gen Z dari tiga sudut pandang: analisis tren gaya hidup, panduan praktis financial planning, hingga kisah nyata perjuangan finansial mahasiswa.

Andhina Ratri, CFP Bank Jago dalam acara Gen Z Impact Fest 2026 (Suara.com/Shevinna)
Andhina Ratri, CFP Bank Jago dalam acara Gen Z Impact Fest 2026 (Suara.com/Shevinna)

Realitas Gen Z: Generasi Prihatin di Era Digital

Managing Partner Inventure, Yuswohady, membedah secara mendalam potret psikologis dan perilaku ekonomi Gen Z.

Mengutip buku Anxious Generation, ia menyebut Gen Z dibayangi empat ancaman serius, yakni kesepian (loneliness), depresi, self-harming, hingga risiko bunuh diri.

"Kita ini punya banyak teman di media sosial, tapi sesungguhnya enggak punya teman curhat yang dalam. Ujung-ujungnya kesepian, lalu hak-haknya sempat dirampas pandemi di tahun 2020, dan sekarang dihantui rasa khawatir pekerjaan dirampas AI. Maka saya bilang Gen Z ini bukannya apa-apa, tapi nasibnya sedang kurang bagus," jelas Yuswohady.

Kondisi tersebut membentuk Gen Z menjadi generasi yang justru paling prihatin dan dipaksa adaptif.

baca juga

Menurut Yuswohady, perilaku seperti thrifting bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan bentuk frugal living dan kepedulian pada circular economy.

Selain itu, meski Gen Z memiliki banyak sumber penghasilan dari pekerjaan baru seperti content creator, influencer, atau social media manager, rentannya ekonomi mereka disebabkan oleh minimnya jaminan sosial karena mayoritas berstatus freelance.

Yuswohady juga menyoroti pola saving dan investing anak muda yang kini bergeser seperti berikut ini:

  • Soft Saving & Short-term Goals: Berbeda dengan Gen X yang menabung untuk 30 tahun ke depan, Gen Z menabung untuk jangka pendek (1–2 tahun) demi nonton konser atau travelling, sambil tetap nongkrong hemat.
  • FOMO Investing: Keputusan investasi sering kali dikendalikan algoritma dan dorongan circle pertemanan, seperti ikut-ikutan membeli crypto.
  • Jebakan Paylater: Banyak gaya hidup Gen Z yang dibiayai paylater. Mengutip riset IDN, rata-rata pinjaman paylater mencapai Rp1 juta lebih, sehingga gaji harian/bulanan anak muda sering kali hanya tumpang lewat untuk membayar tagihan.

Tingkat Kesehatan Keuangan dan 4 Kebiasaan Utama

Sementara itu, Certified Financial Planner (CFP) dari Bank Jago, Andhinia Ratri, mengajak peserta untuk tidak hanya berfokus pada literasi, melainkan pada kesehatan keuangan (financial health).

Andhinia Ratri membagi tingkat kesehatan keuangan menjadi lima tingkatan:

  • Survival: Hidup sekadar untuk bertahan hari demi hari.
  • Paycheck to Paycheck: Mengandalkan gaji yang langsung habis untuk kebutuhan bulanan.
  • Resilience: Mulai memiliki ketahanan finansial (misalnya saat ban motor bocor, tidak perlu sampai berpuasa).
    Financial Control: Sudah memiliki kendali untuk merencanakan masa depan, membeli aset, atau memulai bisnis.
  • Financial Freedom: Kondisi ideal di mana seseorang mampu memenuhi kebutuhan hidup dari passive income.

Untuk mencapai ketahanan hingga kebebasan finansial, Andhinia menekankan empat kebiasaan dasar yang harus dikuasai, yakni Planning (merencanakan), Spending (belanja secara bijak), Saving & Investing (menabung dan berinvestasi), serta mengontrol Borrowing (utang/paylater).

"Planning itu terbagi tiga: harian/jangka pendek, menengah (1–3 tahun), dan jangka panjang. Kalau jangka pendeknya saja tidak bisa direncanakan, perencanaan jangka panjang pasti akan blur. Selain itu, teman-teman harus tegas memetakan kebutuhan vs keinginan. Ngopi itu boleh jadi kebutuhan, asalkan tidak setiap hari di coffee shop mahal," papar Andhinia.

Ia menambahkan, bagi mahasiswa yang belum memiliki modal besar untuk berinvestasi pada instrumen pasar modal, investasi terbaik yang bisa dilakukan sejak kuliah adalah berinvestasi pada jejaring pertemanan (network).

Aktif di organisasi seperti Bulaksumur atau menjadi volunteer komunitas akan membuka banyak peluang karier dan bisnis di masa depan.

Aditya Pratama, Konten Kreator dalam acara Gen Z Impact Fest 2026 (Suara.com/Shevinna)
Aditya Pratama, Konten Kreator dalam acara Gen Z Impact Fest 2026 (Suara.com/Shevinna)

Perjuangan Nyata: Dari Krisis Finansial Menjadi Mentalitas Pedang

Sesi diskusi semakin menginspirasi saat Aditya Pratama, mahasiswa Matematika UGM sekaligus content creator, membagikan kisah perjuangannya saat menghadapi krisis ekonomi keluarga di desa.

Memasuki semester 3, Aditya dihadapkan pada kebutuhan praktikum yang mengharuskan punya laptop.

Karena tidak memiliki dana dan gagal dalam seleksi beasiswa, ia sempat harus meminjam laptop teman atau mengantre di perpustakaan kampus sejak pukul 08.00 WIB.

Bahkan ketika kontennya viral dan ada tawaran bantuan tunai ayau barang, Aditya memilih menolaknya secara halus karena prinsip yang dipegangnya.

"Jangan beri saya ikan, tetapi ajari saya cara memancingnya."

Aditya kemudian bernegosiasi mengambil pekerjaan part-time 6 jam sehari dan mendokumentasikan perjuangannya menabung Rp60.000 per hari di media sosial.

Berkat kedisiplinan menerapkan prinsip pay yourself first dengan menyisihkan minimal 10% pendapatan di awal, target membeli laptop Rp3 juta yang semula dirancang 50 hari berhasil ia capai hanya dalam 28 hari.

Aditya mengategorikan respons manusia terhadap tekanan finansial menjadi dua mentalitas, yakni mentalitas kaca yang mudah pecah dan menyalahkan keadaan dan mentalitas pedang yang semakin ditempa tekanan, semakin tajam untuk menebas rintangan.

"Jangan pernah bekerja hanya demi uang, tetapi bekerjalah untuk belajar dan membangun relasi. Kamu boleh bekerja sebagai seorang waiter, tetapi jangan pernah berpandangan bahwa kamu hanya sebatas waiter. Berpikirlah sebagai calon orang besar," tegas Aditya.

"Di dalam sebuah keluarga, pasti ada satu orang yang ditakdirkan untuk mengubah nasib keluarganya. Saya memilih untuk menjadi orang tersebut," lanjutnya.

Kolaborasi Pemberdayaan Generasi Muda

Pelaksanaan Gen Z Impact Fest 2026 di Yogyakarta ini menjadi bukti nyata komitmen lintas sektor dalam mengedukasi generasi muda agar lebih tangguh secara ekonomi dan mental.

Festival ini terlaksana berkat kolaborasi Suara.com, SKM Bulaksumur, dan Kagama Persma, serta dukungan collaborator internasional International Media Support (IMS) dan Swedish International Development Cooperation Agency (Sida). Dukungan sponsor utama diberikan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Kayong Aluminium Nusantara, dan Astra.

Acara ini juga disokong oleh berbagai supporting partners seperti Majika, Wondermis, ParagonCorp, Frisian Flag, Kino Indonesia, Dekayu, Bank Jago, Aviroam, Eventmerch, It’s Love Pastry & Bakery, Speakers Academy, Mydervia, Psikopersada Khatulistiwa, dan Kemuning Java, serta media partners CelebrityInk.com, Bantul Mantul, Mojok, dan The Tribes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gen Z Impact Fest 2026 Hadir di Yogyakarta, Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Masa Depan

Gen Z Impact Fest 2026 Hadir di Yogyakarta, Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Masa Depan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:44 WIB

Buka Gen Z Impact Fest 2026, Warek UGM Arie Sujito Puji Daya Kritis Gen Z yang Tak Layak Diteror

Buka Gen Z Impact Fest 2026, Warek UGM Arie Sujito Puji Daya Kritis Gen Z yang Tak Layak Diteror

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:42 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Jadi Momentum 35 Tahun Perjalanan SKM Bulaksumur

Gen Z Impact Fest 2026 Jadi Momentum 35 Tahun Perjalanan SKM Bulaksumur

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:46 WIB

Buka Gen Z Impact Fest 2026, Menteri Brian Yuliarto Dorong Generasi Muda Jadi Thinking Generation

Buka Gen Z Impact Fest 2026, Menteri Brian Yuliarto Dorong Generasi Muda Jadi Thinking Generation

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:05 WIB

Tragedi Serangan 9/11 WTC Jadi Sajian Teori Konspirasi di Kalangan Gen Z, Bagaimana Bisa?

Tragedi Serangan 9/11 WTC Jadi Sajian Teori Konspirasi di Kalangan Gen Z, Bagaimana Bisa?

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:52 WIB

Bank Jago Catat Kredit Rp26,6 Triliun pada Semester I-2026, Tumbuh 24 Persen

Bank Jago Catat Kredit Rp26,6 Triliun pada Semester I-2026, Tumbuh 24 Persen

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 08:04 WIB

Terkini

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:15 WIB

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:13 WIB

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 16:12 WIB

Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI

Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 16:05 WIB

Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap

Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:00 WIB

Kiky Saputri Ngenyek Rakyat Jelata dari Jet Pribadi Viral Lagi, Windah Basudara Serukan Rumbling

Kiky Saputri Ngenyek Rakyat Jelata dari Jet Pribadi Viral Lagi, Windah Basudara Serukan Rumbling

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 16:00 WIB

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Health | Minggu, 01 November 2026 | 15:57 WIB

Lautan Manusia Padati Monas, Dubes Palestina Terharu: Dukungan Rakyat Indonesia Sangat Luar Biasa!

Lautan Manusia Padati Monas, Dubes Palestina Terharu: Dukungan Rakyat Indonesia Sangat Luar Biasa!

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:55 WIB

Liabilitas PANI Susut Rp2 Triliun di Kuartal III-2026, Laba Bersih Naik 145 Persen

Liabilitas PANI Susut Rp2 Triliun di Kuartal III-2026, Laba Bersih Naik 145 Persen

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:45 WIB

Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia

Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia

Jawa Tengah | Minggu, 01 November 2026 | 15:38 WIB

×