Dari Media hingga Gerakan Lingkungan, Ini Cerita 4 Kreator di Gen Z Impact Fest 2026

Agatha Vidya Nariswari, Dita Alvinasari

Sabtu, 12 September 2026 | 19:53 WIB
Dari Media hingga Gerakan Lingkungan, Ini Cerita 4 Kreator di Gen Z Impact Fest 2026
Sesi Creator Showcase di Acara Gen Z Impact Fest 2026 (Suara.com/Dita)
baca 10 detik
  • Kreativitas anak muda dibahas dalam Creator Showcase Gen Z Impact Fest 2026.
  • Kreator berbagi pengalaman menemukan ide dan membangun audiens.
  • Karya juga dapat membuka jejaring, peluang karier, dan gerakan komunitas.

Suara.com - Di tengah pesatnya perkembangan ekosistem digital, karya anak muda menjadi ruang untuk berekspresi sekaligus mengembangkan berbagai hal. Dari sana, kreativitas dapat digunakan untuk membangun personal branding, memperluas jejaring, membentuk komunitas, hingga membuka peluang karier dan bisnis.

Berbagai pengalaman dalam mengembangkan karya dan kreativitas tersebut dibahas dalam sesi Creator Showcase bertajuk "Creators Spotlight: Ideas That Inspire, Works That Create Impact" yang menjadi bagian dari rangkaian Gen Z Impact Fest 2026 di UC Hotel UGM, Sabtu (12/9/2026).

Sesi tersebut menghadirkan sejumlah kreator dan penggerak komunitas yang berbagi pengalaman mengenai perjalanan berkarya, mulai dari menemukan ide, membangun audiens, hingga mengembangkan karya agar dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Mereka adalah Pimpinan Umum SKM Bulaksumur Zefanya Lovi Peacela Tangka, Anjani Maltas dari Speaker Academy, Founder The Tribes Yodan Pranata, dan M. Habib Syaifullah dari Trash Hero Yogyakarta.

Pimpinan Umum SKM Bulaksumur Soroti Tantangan Pers Mahasiswa di Era Digital

Sesi Creator Showcase di Acara Gen Z Impact Fest 2026 (Suara.com/Dita)
Sesi Creator Showcase di Acara Gen Z Impact Fest 2026 (Suara.com/Dita)

Gen Z Impact Fest 2026 membahas perkembangan media dan tantangan yang dihadapi pers mahasiswa di tengah perubahan perilaku audiens. Pimpinan Umum SKM Bulaksumur, Zefanya Lovi Peacela Tangka, menilai pers mahasiswa perlu terus beradaptasi dengan perkembangan platform digital.

Lovi mengatakan, perubahan dari media konvensional ke platform digital membuat pers mahasiswa perlu memahami cara menjangkau audiens sekaligus menentukan isu yang menjadi ciri khas media mereka.

Selain itu, pers mahasiswa juga perlu memiliki fokus atau niche agar karya yang dihasilkan tidak sekadar mengulang topik yang sudah dibahas media lain. Isu yang dekat dengan kehidupan mahasiswa dapat menjadi salah satu kekuatan pers mahasiswa dalam membangun karakter medianya.

"Kalau kita sebuah persma, kita punya keutamaan, kita punya tujuan sendiri," katanya.

baca juga

Lovi mencontohkan SKM Bulaksumur yang memanfaatkan sejumlah platform, mulai dari media konvensional, website hingga Instagram. Satu isu dapat dikembangkan ke berbagai platform dengan kemasan yang disesuaikan dengan karakter masing-masing media.

Ia menjelaskan, konten di Instagram dapat diarahkan ke artikel yang lebih lengkap di website. Strategi tersebut menjadi salah satu cara media mendistribusikan isu sekaligus membangun audiens di berbagai platform.

Selain kemampuan beradaptasi, Lovi menilai pers mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan pembaca. Di tengah maraknya informasi yang beredar melalui media sosial, pers mahasiswa dapat mengambil peran dalam melakukan konfirmasi dan cek fakta.

"Kita sebagai persma bakal banyak melakukan cek fakta," ujar Lovi.

Menurutnya, kemampuan tersebut penting agar pers mahasiswa tetap menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Lovi juga menilai tantangan pers mahasiswa saat ini bukan sekadar menghasilkan karya yang bagus atau menarik secara visual. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan karya tersebut tetap relevan, dipercaya, dan mampu menyampaikan pesan kepada audiens.

"Tantangan pers mahasiswa sekarang itu bukan hanya gimana cara kita membuat karya yang bagus atau gimana cara kita mengemasnya," ujarnya.

"Justru gimana cara kita supaya karya kita tetap relevan, terus kita bisa dipercaya," lanjutnya.

Untuk menjaga relevansi tersebut, pers mahasiswa perlu memahami karakter audiens di setiap platform, termasuk YouTube, Instagram, dan TikTok. Pemahaman terhadap kebutuhan audiens kemudian dapat digunakan untuk membangun branding media sekaligus menentukan cara penyampaian konten.

Pun bagi Lovi, pers mahasiswa juga memiliki ruang untuk mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, termasuk suara-suara yang belum banyak terdengar. Ia menilai konsistensi dalam menghasilkan karya dan kepekaan terhadap isu menjadi bagian penting agar pers mahasiswa tetap berdaya guna di tengah perubahan ekosistem media digital.

Anjani Maltas Ajak Gen Z Mulai Berkarya dari Hal-hal Sederhana

Sesi Creator Showcase di Acara Gen Z Impact Fest 2026 (Suara.com/Dita)
Sesi Creator Showcase di Acara Gen Z Impact Fest 2026 (Suara.com/Dita)

Speaker Academy Anjani Nur Maltas mengajak generasi muda untuk tidak terlalu lama memikirkan ide konten. Menurutnya, inspirasi untuk berkarya justru dapat ditemukan dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Anjani yang masih berstatus sebagai pelajar juga aktif sebagai penyiar muda di Radio Suara Gadjah Mada dan penulis. Ia mengatakan pengalaman sehari-hari dapat diolah menjadi konten selama dikemas dengan menarik.

"Menurut aku inspirasi itu dekat, teman-teman," ujar Anjani.

Ia mencontohkan kebiasaannya meromantisasi berbagai hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari untuk dijadikan konten. Menurutnya, seseorang tidak perlu selalu duduk dan memikirkan secara khusus konten apa yang akan dibuat.

"Teman-teman bisa membagikan apa yang teman-teman kuasai," katanya.

Anjani juga mengaku pernah membuat konten dari aktivitasnya sebagai coach di Speakers Academy. Hal yang awalnya hanya berupa kegiatan mengajar dan memberikan koreksi dalam public speaking kemudian direkam dan dikembangkan menjadi konten.

Menurut Anjani, sesuatu yang dianggap biasa oleh pembuatnya belum tentu terasa biasa bagi orang lain. Pengalaman yang sederhana justru dapat membuat audiens merasa terhubung karena menemukan sesuatu yang relate dengan kehidupan mereka.

Selain menghasilkan karya, Anjani menilai konten juga dapat membuka ruang komunikasi dengan audiens. Kreator tidak cukup hanya mengunggah konten, tetapi perlu mendengarkan komentar, masukan, serta harapan dari orang-orang yang melihat karyanya.

"Kalau kita meng-upload konten, itu juga berarti kita harus menerima respons dari mereka," tuturnya.

Interaksi tersebut, lanjut Anjani, juga dapat membuka peluang baru. Konten yang dibuat secara konsisten dapat memperkenalkan kemampuan seseorang dan mendatangkan kesempatan, termasuk undangan untuk menjadi pembicara atau membuka jaringan baru.

Bagi Anjani, proses tersebut tidak perlu menunggu sampai seseorang merasa benar-benar siap. Ia sendiri masih terus belajar sambil menjalani berbagai aktivitasnya.

"Memang enggak ada yang sempurna, saya pun di sini masih belajar," katanya.

Anjani mengaku salah satu tantangan yang dihadapinya adalah membagi waktu dan energi. Selain bersekolah, ia melanjutkan aktivitas sebagai penyiar radio dan mengikuti kegiatan mentoring di Speakers Academy.

Meski cukup padat, ia memilih untuk menentukan prioritas sekaligus menikmati setiap proses yang sedang dijalani.

"Enggak perlu menunggu sempurna dan nikmati prosesnya," ujar Anjani.

Ia juga menilai personal branding tidak sekadar membangun citra tertentu di hadapan audiens. Personal branding, menurutnya, dapat terbentuk dari sisi diri yang autentik dan pesan yang membuat audiens merasa dekat.

"Personal branding bukan hanya sekadar image buatan, tapi gabungan dari sisi asli kita dan pesan yang bikin audiens merasa, 'wah, ini relate banget'," jelasnya.

Anjani turut membagikan pengalamannya dalam menulis buku. Ia telah menerbitkan dua buku, yakni Jangan Tutup Cerita Kita dan Semesta Tak Bergelap yang diluncurkan pada bulan sebelumnya.

Ia bercerita, sempat membaca saran agar seseorang tidak mulai menulis sebelum memiliki branding yang kuat. Namun, Anjani memilih mengambil langkah sebaliknya.

"Ngapain nunggu branding kuat kalau enggak mulai-mulai?" katanya.

Yodan Pranata Ungkap Kunci Membuat Konten, Bukan Sekadar Banyak yang Melihat

Sesi Creator Showcase di Acara Gen Z Impact Fest 2026 (Suara.com/Dita)
Sesi Creator Showcase di Acara Gen Z Impact Fest 2026 (Suara.com/Dita)

Founder The Tribes, Yodan Pranata, membagikan pengalamannya membangun media lokal di Yogyakarta sekaligus melihat perubahan pola promosi dan konsumsi informasi di era digital.

Menurut Yodan, brand kini menghadapi tantangan ketika audiens semakin mudah mengenali konten promosi dari influencer. Di tengah banyaknya informasi yang beredar, masyarakat juga semakin selektif dalam menentukan informasi atau rekomendasi yang dipercaya.

"Orang itu lebih percaya sama rekomendasi keluarga, teman dekat, dan orang-orang yang mereka percaya di atas segala bentuk iklan berbayar," ujar Yodan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan The Tribes memilih membangun media yang dekat dengan masyarakat Yogyakarta. Pasalnya, menurutnya, kedekatan dengan audiens membuat media lebih mudah memahami persoalan yang mereka hadapi sekaligus membangun kepercayaan.

"Semakin kita lebih dekat dengan masyarakat, kita semakin bisa lebih dipercaya sama mereka," katanya.

The Tribes kemudian tidak hanya bergerak sebagai media, tetapi juga mengembangkan produksi konten, event, hingga community marketing. Yodan mengatakan pendekatan tersebut dilakukan untuk mempertemukan brand dengan komunitas yang ada di Yogyakarta.

"Jogja itu kan dikenal sebagai sebuah kota kolektif, kota komunitas," ujarnya.

Bagi Yodan, perkembangan media digital juga membuat kreator perlu lebih jeli menentukan siapa yang ingin dijangkau. Ia menilai salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan kreator adalah menentukan audiens terlalu luas.

"Mereka kayak, 'Audiensmu siapa?' 'Ya semua orang.' Aku pengin menjangkau semua orang," tuturnya.

"Semakin spesifik kalian menentukan audiens kalian, semakin cepat kalian masuk ke algoritma, semakin cepat kalian dinotice, dan itu semakin cepat kalian akan tumbuh," jelasnya.

Selain memahami audiens, Yodan menekankan pentingnya menjaga kualitas dan tanggung jawab dalam produksi konten. Menurutnya, kemudahan membuat media di era digital tidak boleh membuat proses kurasi dan pengecekan informasi diabaikan.

"Walaupun kita mungkin homeless media, kita harus memberikan konten itu yang bertanggung jawab," tegasnya.

Ia mengatakan The Tribes berupaya membangun tim redaksi yang serius agar konten yang dihasilkan tidak dipandang sebagai karya yang dibuat secara asal-asalan.

"Kita pengin membuat konten itu jangan sampai dipandang sebelah mata dan cuma kayak asal-asalan bikin konten," ujar Yodan.

"Ini bukan tentang seberapa banyak yang mendengarkan, tapi seberapa banyak yang percaya," pungkasnya.

Ipunk Ajak Anak Muda Mulai Gerakan dari Hal Kecil dan Konsisten

Sesi Creator Showcase di Acara Gen Z Impact Fest 2026 (Suara.com/Dita)
Sesi Creator Showcase di Acara Gen Z Impact Fest 2026 (Suara.com/Dita)

M. Habib Syaifullah atau Ipunk dari Trash Hero Yogyakarta membagikan pengalamannya membangun gerakan lingkungan yang berawal dari aksi sederhana. Menurutnya, anak muda tidak perlu menunggu memiliki sumber daya besar untuk mulai melakukan perubahan.

Ipunk bercerita bahwa Trash Hero Yogyakarta lahir pada 2022 ketika dirinya bersama sejumlah teman melihat persoalan sampah di sekitar Alun-Alun Timur Yogyakarta. Saat itu, mereka menemukan banyak sampah plastik hingga tisu bayi berserakan.

"Kok orang sekian banyak ini seakan-akan tidak aware dan tidak peduli dengan persoalan yang nyata di hadapan kita?" ujar Ipunk.

Dari kegelisahan tersebut, Ipunk dan teman-temannya kemudian memulai aksi bersih lingkungan atau clean up. Aksi pertama hanya diikuti sekitar empat orang.

Namun, jumlah peserta perlahan bertambah. Dari empat orang, kemudian menjadi 10, 15, hingga 20 orang. Dalam kegiatan tertentu, jumlah peserta bahkan dapat mencapai 50, 70, hingga ratusan orang.

Dari pengalaman tersebut, Ipunk menekankan pentingnya konsistensi ketika membangun sebuah gerakan.

"Kalau teman-teman mau melakukan satu gerakan, tidak usah menunggu besar dulu, tidak usah menunggu sempurna dulu," katanya.

"Mulai dari hal yang kecil yang bisa dilakukan dan dilakukan secara terus-menerus," lanjutnya.

Menurut Ipunk, aksi kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat memberikan dampak lebih besar dibandingkan kegiatan besar yang hanya dilakukan sekali.

"Aksi kecil yang dilakukan secara terus-menerus itu akan lebih impactful daripada satu hal yang besar tapi hanya dilakukan satu kali saja," ujarnya.

Selain konsistensi, ia menilai kreativitas dan fleksibilitas juga penting dalam menjaga keberlangsungan komunitas. Trash Hero Yogyakarta tidak selalu mengemas kegiatan bersih lingkungan dalam bentuk yang sama.

Ipunk mencontohkan sejumlah kegiatan yang menggabungkan aksi clean up dengan aktivitas lain, seperti wisata, tur sejarah PSIM, hingga kegiatan bersama komunitas seni dan budaya.

"Kreativitas dan fleksibilitas," kata Ipunk saat menyebut dua hal yang menjadi kunci dalam menjalankan kegiatan komunitas.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan secara rutin dapat terasa monoton apabila tidak dikemas dengan pendekatan yang berbeda. Kolaborasi dengan komunitas lain kemudian menjadi salah satu cara untuk menghadirkan kegiatan yang lebih menarik sekaligus memperluas dampak gerakan.

Ipunk mencontohkan kolaborasi dengan komunitas seni yang kemudian menghasilkan kegiatan edukasi mengenai sampah plastik. Sampah yang dikumpulkan dari kawasan wisata diolah menjadi karya kolase dan kemudian dikembangkan menjadi produk fotografi untuk dipamerkan di Taiwan.

Ia juga menceritakan pengalaman membangun program bersama komunitas petani. Dari pertemuan dan diskusi tersebut, muncul gagasan untuk mengembangkan kegiatan berbagi pangan.

Bagi Ipunk, berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa gerakan lingkungan dapat berkembang ketika satu komunitas terbuka untuk bertemu dan bekerja sama dengan komunitas lainnya.

Di akhir pemaparannya, Ipunk kembali mengajak generasi muda untuk berani memulai gerakan nyata, baik secara individu maupun bersama-sama.

"Untuk anak muda hari ini itu harus berani untuk membuat satu gerakan real dan nyata, baik itu dilakukan secara sendiri maupun secara kolektif," tegasnya.

Ia menyarankan agar langkah pertama dimulai dari diri sendiri, kemudian mengajak orang-orang terdekat dan memperluas gerakan melalui kolaborasi.

"Mulai dengan diri sendiri, hari ini langkah kecil tapi dilakukan secara konsisten. Lalu ajak teman-teman yang lainnya, kemudian pertemukan dengan komunitas yang lain," pungkas Ipunk.

Sebagai informasi, Gen Z Impact Fest 2026 merupakan ruang kolaborasi dan pembelajaran bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, mengembangkan kapasitas diri, serta menemukan berbagai peluang di tengah perubahan dunia kerja, ekonomi digital, dan tantangan lingkungan.

Mengusung semangat "Empowering the Next Generation", festival ini menghadirkan rangkaian diskusi, talkshow, creator showcase, hiburan, dan sesi inspiratif yang membahas isu-isu dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari finansial, karier, lingkungan, keamanan digital, hingga dunia kreator.

Gen Z Impact Fest 2026 dirancang tidak hanya sebagai ruang untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah bagi generasi muda untuk memperoleh bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini secara khusus mendorong peningkatan literasi keuangan mahasiswa, pemahaman mengenai perencanaan keuangan pribadi, edukasi investasi sejak dini, pembentukan kebiasaan finansial yang sehat dan berkelanjutan, serta kesadaran mengenai pentingnya memilih investasi yang aman dan legal.

Selain menghadirkan sesi edukasi, festival ini juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan karya dan gagasan melalui sejumlah kompetisi melalui Impact Content Competition.

Lebih lanjut, Gen Z Impact Fest 2026 diinisiasi oleh Suara.com, SKM Bulaksumur, dan Kagama Persma. Pelaksanaan acara ini mendapat dukungan collaborator dari International Media Support (IMS) dan Swedish International Development Cooperation Agency (Sida). Program ini juga didukung oleh sponsor Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Kayong Aluminium Nusantara, dan Astra.

Dukungan terhadap pelaksanaan Gen Z Impact Fest 2026 turut datang dari berbagai supporting partners, yaitu Majika, Wondermis, ParagonCorp, Frisian Flag, Kino Indonesia, Dekayu, Bank Jago, Aviroam, Eventmerch, It’s Love Pastry & Bakery, Speakers Academy, Mydervia, Psikopersada Khatulistiwa, dan Kemuning Java.

Sementara itu, penyebarluasan informasi dan pesan Gen Z Impact Fest 2026 turut didukung oleh media partners CelebrityInk.com, Bantul Mantul, Mojok, dan The Tribes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Bahas Gaya Hidup Berkelanjutan, dari Hilirisasi hingga Pengelolaan Sampah

Gen Z Impact Fest 2026 Bahas Gaya Hidup Berkelanjutan, dari Hilirisasi hingga Pengelolaan Sampah

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:11 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Hadir di Yogyakarta, Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Masa Depan

Gen Z Impact Fest 2026 Hadir di Yogyakarta, Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Masa Depan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:44 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Jadi Momentum 35 Tahun Perjalanan SKM Bulaksumur

Gen Z Impact Fest 2026 Jadi Momentum 35 Tahun Perjalanan SKM Bulaksumur

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:46 WIB

Buka Gen Z Impact Fest 2026, Menteri Brian Yuliarto Dorong Generasi Muda Jadi Thinking Generation

Buka Gen Z Impact Fest 2026, Menteri Brian Yuliarto Dorong Generasi Muda Jadi Thinking Generation

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:05 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×