Tolak Disebut Kartel, Begini Cara Honda Tentukan Harga Produk

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Selasa, 07 Mei 2019 | 17:00 WIB
Tolak Disebut Kartel, Begini Cara Honda Tentukan Harga Produk
Honda PCX dalam Bangkok Motor Show 2018, sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Kasus kartel yang diduga dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) atas permainan harga skuter matik masih berlanjut setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi dari kedua produsen sepeda motor asal Jepang itu.

Kendati demikian, PT AHM menegaskan bila pihaknya tidak pernah melakukan main mata dengan kompetitor saat menentukan harga produk. Bahkan dalam hal ini, Direktur Pemasaran AHM, Thomas Wijaya mengungkapkan, pada saat pemeriksaan pihaknya sudah menjelaskan secara rinci bagaimana cara AHM dalam mengembangkan produk.

Motor skutik Honda Forza (Suara.com/ Adit Rianto/ Peter Rotti)
Motor skutik Honda Forza. Sebagai ilustrasi [Suara.com/ Adit Rianto/ Peter Rotti]

"Kami sampaikan dengan jelas. Bagaimana aktivitasnya juga kami sampaikan. Jadi kami sampaikan bahwa untuk menentukan harga ini, kami independen," ujar Thomas Wijaya, di arena Telkomsel Indonesia International Motor Show atau Telkomsel IIMS 2019, beberapa waktu lalu.

Dalam menentukan harga, tambah Thomas Wijaya, pihaknya memperhitungkan teknologi, spesifikasi, fitur, kualitas, biaya material, ongkos produksi, dan juga biaya tenaga kerja. Hal-hal tadi menjadi komponen pihak AHM dalam menentukan harga.

Ditanyai apakah AHM melakukan komparasi harga dengan kompetitor sebelum menentukan harga produk, dengan tegas Thomas Wijaya menjawab tidak pernah melakukan komparasi.

"Tidak. Kami tidak pernah melakukan komparasi langsung. Kami benar-benar melihat kemampuan konsumen di masing-masing segmen seperti apa," tegas Thomas Wijaya.

Dari hasil persidangan dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), terdapat bukti adanya surat elektronik antara kedua perusahaan yang diduga kuat melakukan pengaturan harga. Hal ini pun menurut Thomas Wijaya tidak pernah dilakukan oleh AHM.

"Ya, kan bukti email bukan dari kami. Jadi kami tegaskan tidak pernah melakukannya. Kami berada dalam sisi atau pihak yang tidak pernah melakukan itu (menjadi kartel)," tutup Thomas Wijaya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tutup Telkomsel IIMS 2019, Honda Bukukan Penjualan 1.223 Unit

Tutup Telkomsel IIMS 2019, Honda Bukukan Penjualan 1.223 Unit

Otomotif | Selasa, 07 Mei 2019 | 11:05 WIB

Honda Tegaskan Tidak Akan Turunkan Harga Skutik 110 - 125 cc

Honda Tegaskan Tidak Akan Turunkan Harga Skutik 110 - 125 cc

Otomotif | Sabtu, 04 Mei 2019 | 16:00 WIB

Pasar Motor Bebek Menurun, Begini Reaksi Yamaha

Pasar Motor Bebek Menurun, Begini Reaksi Yamaha

Otomotif | Rabu, 04 Juli 2018 | 14:45 WIB

Terkini

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Banten | Senin, 14 September 2026 | 20:29 WIB

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 20:21 WIB

Nikmati Cashback 20% Pakai QRIS BRImo di Cafe Kissa

Nikmati Cashback 20% Pakai QRIS BRImo di Cafe Kissa

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:18 WIB

Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Riau | Senin, 14 September 2026 | 20:17 WIB

Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka

Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 20:16 WIB

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 20:11 WIB

Pencarian Hari Ketujuh Jurnalis Hilang, Tim SAR Fokus ke Wilayah Ditemukannya Life Jacket

Pencarian Hari Ketujuh Jurnalis Hilang, Tim SAR Fokus ke Wilayah Ditemukannya Life Jacket

Video | Senin, 14 September 2026 | 20:05 WIB

Dibalik Pencopotan Purbaya: Ada Andil Bos Pajak-Bea Cukai dan Geng SMI?

Dibalik Pencopotan Purbaya: Ada Andil Bos Pajak-Bea Cukai dan Geng SMI?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 20:03 WIB

Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan

Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan

News | Senin, 14 September 2026 | 19:58 WIB

Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus

Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:56 WIB

×