Mengenal Hagglund, Mobil PMI yang Bantu Penanganan Bencana di Luwu Utara

Angga Roni Priambodo
Mengenal  Hagglund, Mobil PMI yang Bantu Penanganan Bencana di Luwu Utara
Mobil Hagglund milik PMI. [Humas PMI]

Kendaraan hagglund ini dapat beroperasi di medan yang berlumpur yang tidak mudah dilalui kendaraan lain.

Suara.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat mengirim satu unit kendaraan mobil Hagglund sebagai kendaraan taktis dalam membantu penanganan bencana banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

"Pengiriman mobil hagglund ini atas instruksi Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla untuk membantu operasi evakuasi korban dan operasi lainnya," ujar Ketua Komite Operasi PMI Pusat, Husain Abdulllah melalui siaran persnya, Jumat (17/6/2020).

Mobil hagglund adalah kendaraan istimewa yang punya kemampuan di atas rata-rata mobil pada umumnya. Kendaraan ini dapat beroperasi di medan yang berlumpur yang tidak mudah dilalui kendaraan lain.

Dilansir dari ANTARA, rencananya mobil segala medan ini diberangkatkan Jumat ini, dari Jakarta menggunakan kapal laut dan diperkirakan akan tiba di Makassar, pada Senin (20/7/2020), selanjutnya langsung dibawa ke lokasi bencana.

Kendaraan ini, kata Husain, telah digunakan PMI pada daerah bencana alam yang sulit dijangkau oleh kendaraan lainnya, seperti tsunami Aceh, letusan gunung merapi, gempa dan tsunami Palu, tanah longsor di Jawa Barat dan beberapa kota lainnya yang pernah mengalami bencana.

Mobil Hagglund milik PMI. [Humas PMI]
Mobil Hagglund milik PMI. [Humas PMI]

Seperti diketahui sebelumnya, bencana banjir bandang air disertai lumpur dan pasir terjadi pada Senin, 13 Juli 2020, sekitar pukul 21.00 WITA. Dampak bencana teridentifikasi di lima kecamatan, yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Malangke dan Malangke Barat.

Laporan data sementara BPBD Luwu Utara yang diterima, jumlah korban jiwa sebanyak 32 orang, luka-luka 51 orang dan hilang 67 orang.

Data sementara BPBD setempat mencatat sebanyak 14.438 jiwa dari total 3.627 Kepala Keluarga (KK) mengungsi. Sebanyak 4.202 unit Rumah warga ikut terdampak, sembilan unit sekolah, 13 unit rumah ibadah, rincian 12 masjid dan satu gereja.

Fasilitas kesehatan yang terdampak masing-masing satu Puskesmas, satu Laboratorium Kesda dan satu unit PSC serta delapan kantor pemerintahan. Akses jalan yang terdampak, total sepanjang 12,8 kilometer, dan sembilan jembatan mengalami kerusakan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS