alexametrics

Belasan Mobil Miliarder Tuban Masuk Bengkel, Ini Deretan Faktanya

Cesar Uji Tawakal
Belasan Mobil Miliarder Tuban Masuk Bengkel, Ini Deretan Faktanya
Warga Tuban berbondong-bondong beli mobil. (FB Berkelana)

Usai ramai-ramai beli mobil baru, para miliarder ini malah ramai-ramai ke bengkel.

Suara.com - Sempat viral, aksi borong mobil berjamaah oleh ratusan warga desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban usai mendapat uang miliaran usai jual tanah ke Pertamina.

Tanah tersebut dibeli lantaran bakal menjadi lokasi untuk mendirikan kilang minyak.

Namun baru-baru ini para miliarder dadakan ini kembali santer dibicarakan.

Hal ini dikarenakan adanya sederet mobil yang masuk bengkel sesaat setelah dibeli. Berikut deretan faktanya.

Baca Juga: Faktor Inilah yang Membuat Harga Mobil Baru Akan Tetap Mahal

Tangkapan layar warga satu kampung di Tuban beli mobil. [Ist]
Tangkapan layar warga satu kampung di Tuban beli mobil. [Ist]

1. 15 Mobil Masuk Bengkel

Setidaknya sebanyak 15 mobil warga Desa Sumurgeneng mengalami kecelakaan sesaat setelah dibeli.

Diduga karena para pemilik mobil tersebut belum lancar mengemudi.

2. Servis Gratis

Untungnya mobil-mobil ini tak dikenai biaya perbaikan lantaran adanya klaim asuransi.

Baca Juga: Mobil Tesla Remuk karena Menabrak SUV, Sopirnya Salahkan Sistem Autopilot

Kerusakan mobilnya pun tergolong tak terlalu berat, karena rata-rata cuma mengalami kecelakaan ringan, seperti menabrak garasi saat mundur.

3. Jumlahnya Mencapai Ratusan

15 mobil yang mengalami kecelakaan ini cuma bagian kecil dari semua mobil baru milik warga di sana.

Total 176 kendaraan baru resmi mengaspal usai warga mendapatkan gelontoran dana.

4. Panen 'Cuan'

Dikutip dari Beritajatim.com, sejumlah warga mendapatkan uang  rata-rata sebanyak Rp 8 miliar.

“Untuk warga asli sini yang paling banyak itu mendapatkan sebesar 26 miliar rupiah. Ini kita juga tidak nyangka (bisa jadi kampung miliarder), karena memang dulunya warga sini itu petani tulen dan ternyata ada pembebasan untuk lahan yang dinilai setelah dinilai apresial yang banyak milik warga Sumurgeneng,” kata Gihanto.

Komentar