alexametrics

Kekurangan Chip Semikonduktor, Pengiriman Global Mercedes-Benz Terpengaruh

RR Ukirsari Manggalani
Kekurangan Chip Semikonduktor, Pengiriman Global Mercedes-Benz Terpengaruh
Mercedes-Benz eVito Tourer dengan socket dan charger enam jam [screen shot Van Mercedes-Benz].

Meski pengiriman secara global mengalami kelambatan karena pasokan chip semikonduktor, Mercedes-Benz membukukan penjualan menarik.

Suara.com - Perusahaan otomotif asal Jerman, Mercedes-Benz menyatakan bahwa kekurangan pasokan komponen semikonduktor tertentu di seluruh dunia telah mempengaruhi pengiriman global kepada pelanggan untuk jadwal kuartal kedua, utamanya sebulan lalu.

Dikutip kantor berita Antara dari laman resmi Mercedes-Benz pada Kamis (8/7/2021), pernyataannya adalah, "Kekurangan diperkirakan akan terus berdampak pada penjualan di kedua kuartal mendatang."

Di lain pihak, perusahaan berlogo three-pointed star ini menyebutkan terjadi peningkatan penjualan di semester pertama 2021.

Perusahaan mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 25,1 persen, dengan mengirimkan 1.182.724 kendaraan penumpang kepada pelanggan di seluruh dunia dari Januari hingga Juni 2021.

Baca Juga: Ananda Omesh Ubah Mercedes-Benz Vito Jadi Ambulans Covid-19, Istrinya Bersyukur

Mercedes-Benz E 350 e Plug-in Hybrid diperkenalkan di pameran GIIAS 2017 di Serpong, Banten, Kamis (10/8). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Mercedes-Benz E 350 e Plug-in Hybrid. Sebagai ilustrasi E-Class [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Mercedes-Benz menjual 581.201 mobil di seluruh dunia pada kuartal dua (naik 27 persen) dan 1.162.471 mobil dari Januari hingga Juni (naik 24,3 persen).

Di kelas passenger car, perolehannya adalah:

  • Sedan Mercedes-Benz S-Class sekitar 21.500 unit telah dikirimkan ke pelanggan di kuartal kedua (naik 69,2 persen), dengan total lebih dari 36 ribu unit sejak awal tahun (naik 43,1 persen).
  • Mercedes-Benz E-Class saloon & estate (naik 11,8 persen), mobil kompak (naik 42,1 persen)
  • Sementara untuk city car Mercedes-Benz, Smart, meningkat lebih dari dua kali lipat di kuartal kedua dengan 10.524 unit (naik 148,3 persen). Dan 20.253 unit urban microcars dengan dua dan empat pintu ini telah dikirimkan dari Januari hingga Juni (naik 100,5 persen).
  • Untuk kategori SUV, Mercedes-Benz GLC menjadi model Mercedes-Benz terlaris di seluruh dunia. Diikuti oleh sedan Mercedes-Benz C-Class, E-Class, dan New C-Class, yang mulai dijual pada 30 Maret dan mencapai tingkat penerimaan pesanan sekitar 50 ribu pesanan.

Sedangkan kategori commercial vehicle, penjualan van komersial dari Mercedes-Benz di kuartal kedua tumbuh 37 persen dibandingkan kuartal tahun sebelumnya meskipun ada kekurangan pasokan di seluruh dunia untuk komponen semikonduktor tertentu. Perolehannya adalah:

  • Secara total, 84.190 unit Mercedes-Benz Sprinter, Mercedes-Benz e-Vito Tourer, dan Mercedes-Benz Citan terjual di seluruh dunia.
  • Pertumbuhan sangat tinggi tercatat di Amerika Latin dan Eropa, di mana Mercedes-Benz eSprinter dan eVito berkontribusi kuat terhadap pertumbuhan di sebagian besar pasar Eropa.

"Kami berhasil mengimplementasikan strategi kami sesuai dengan tujuan kami untuk membangun posisi kepemimpinan kendaraan jenis van di bidang elektro-mobilitas. Dengan penjualan lebih dari 2.400 van listrik pada kuartal kedua," ungkap kMarcus Breitschwerdt, Head of Mercedes-Benz Vans.

"Generasi van kecil masa depan kami akan menyelesaikan rangkaian produk listrik pada 2022," pungkasnya.

Baca Juga: Begini Minibus Mercedes Benz Rp 1,8 Miliar Milik Jenderal TNI Andika

Komentar