alexametrics

Kembangkan MB.OS, Mercedes-Benz Tambahkan Kecerdasan Sistem Kendali Mobil

RR Ukirsari Manggalani
Kembangkan MB.OS,  Mercedes-Benz Tambahkan Kecerdasan Sistem Kendali Mobil
Dashboard futuristik yang siap menyapa pengguna Mercedes-Benz, andalkan sistem MBUX atau Mercedes-Benz User Experience [Suara.com/CNR ukirsari].

Keren, Mercedes-Benz siap menggunakan software sendiri yang disebut MB.OS.

Suara.com - Menuju mobilitas masa depan, Mercedes-Benz AG mempersiapkan sistem operasi mandiri bertajuk MB.OS yang akan digarap di Sindelfingen, Jerman.

Dikutip kantor berita Antara dari laman resmi Mercedes-Benz, perusahaan berlogo three-pointed star ini akan mempekerjakan sekitar 1.000 pengembang perangkat lunak atau software. Markas di Sindelfingen sendiri akan menjadi pusat fasilitas pengembangan sistem operasi MB.OS itu.

Adapun tujuannya adalah kegiatan penelitian dan pengembangan global perusahaan di masa mendatang. Serta rencana perusahaan untuk menghasilkan sekitar 1 miliar euro EBIT dengan layanan digital pada 2025.

"Negosiasi antara manajemen dan dewan kerja yang berlokasi di Sindelfingen berakhir sukses, dan kami telah mempercepat transformasi," papar Sajjad Khan, Chief Technology Officer and Member of the Board of Management of Mercedes-Benz AG, pada Selasa (13/7/2021).

Baca Juga: Rolls-Royce Motor Cars Hadirkan Wraith Black Badge Landspeed di Goodwood Festival of Speed

Mercedes-Benz GLC 200 AMG Night Edition dengan atap panoramic [Suara.com/ukirsari].
Mercedes-Benz GLC 200 AMG Night Edition dengan atap panoramic, dilengkapi sistem MBUX. Sebagai ilustrasi [Suara.com/CNR ukirsari].

"Dalam rangka mengembangkan sistem operasi MB.OS internal di masa depan, kami mengandalkan tim karyawan yang berkualifikasi tinggi. Kini kami perkuat hingga 3 ribu posisi baru untuk para ahli perangkat lunak di seluruh dunia," lanjutnya.

Dalam jangka panjang, Mercedes-Benz berencana untuk menghasilkan lebih dari 60 persen nilai tambah di bidang perangkat lunak di mobil, clouds, serta aplikasi IoT (Internet of Things) buatan sendiri.

Selain itu, terdapat 2 ribu lapangan pekerjaan akan tersedia untuk jaringan R&D (Penelitian dan Pegembangan) global di berbagai pusat teknologi seperti Berlin, Tel Aviv, Seattle, Sunnyvale, Beijing, Tokyo, dan Bangalore.

Ada pun Tech Academy, yang berorientasi menuju ke masa depan akan memberikan para karyawan kesempatan serta peluang untuk berpartisipasi aktif. Yaitu memajukan transformasi menuju perusahaan dengan software sebagai penggerak.

Perusahaan melakukan pendekatan holistik di bidang kompetensi perangkat lunak untuk kendaraan, yang berasal dari penelitian dan pengembangan dasar hingga coding dalam cakupan perangkat lunak.

Baca Juga: Mobil Listrik Mercedes-Benz Banjir Peminat, Pengiriman Tembus Empat Kali Lipat

Selain itu, lokasi Sindelfingen juga bakal berorientasi sebagai kampus untuk memperluas keahlian di bidang kelistrikan dan perangkat lunak MB.OS sebagai bagian dari Mercedes-Benz Technology Center yang sudah eksis.

Masa depan "Mercedes-Benz Electric Software Hub" memainkan peran sentral sebagai pusat kompetensi integratif untuk penggerak dan digitalisasi listrik serta elektrifikasi.

Sebagai gambaran, pengembangan software Mercedes-Benz saat ini telah diwujudkan antara lain di dashboard produknya. Dikenal sebagai Mercedes-Benz User Experience atau MBUX.

Sistem itu merevolusi operasi intuitif mobil, dengan kekuatan sistem mencakup komponen perangkat keras inovatif seperti chip yang berkinerja secara optimal. Display berupa layar resolusi tinggi serta perangkat lunak adaptif yang memungkinkan fungsi dan layanan yang dapat disesuaikan.

Komentar