Pengamat: Apresiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi IK-CEPA, Buka Peluang Investasi Perusahaan Otomotif

RR Ukirsari Manggalani
Pengamat: Apresiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi IK-CEPA, Buka Peluang Investasi Perusahaan Otomotif
Presiden Joko Widodo berbincang tentang baterai mobil listrik bersama salah satu perusahaan otomotif terkenal Republik Korea [Instagram: @jokowi].

Pengamat otomotif Bebin Djuana menyampaikan Korea Selatan memandang Indonesia sebagai pasar potensial.

Suara.com - IK-CEPA adalah Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Korea atau Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) yang telah diratifikasi Indonesia sekitar satu bulan lalu.

Dikutip dari kantor berita Antara, pengamat otomotif independen Bebin Djuana menyatakan bahwa perjanjian Indonesia dengan Korea Selatan ini perlu diapresiasi. Pasalnya bisa membuka peluang investasi dari perusahaan otomotif lainnya asal Korea Selatan.

Dengan adanya perjanjian ini, terlihat perusahaan otomotif asal Korea Selatan menjadi serius untuk berinvestasi di Indonesia.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat hendak mencoba mobil Hyundai Genesis saat kunjungan kerja di Jawa Tengah, Rabu (8/6/2022). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo bersama Genesis G80 Electrified saat kunjungan kerja di Jawa Tengah, Rabu (8/6/2022). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Masyarakat juga bisa diuntungkan secara langsung dengan perjanjian IK-CEPA. Melihat kerja sama yang semakin erat, tidak menutup kemungkinan perusahaan otomotif Korea Selatan, yang sudah eksis di Indonesia, akan membawa produk dan teknologi terbaru ke Indonesia.

Baca Juga: Animo Masyarakat Diklaim Makin Masif Terkait Kripto

"Saya harap produsen lain dari Korea Selatan jadi terbuka dan melihat Indonesia sebagai pasar yang potensial sehingga mereka mau membawa produk-produk terbaru," jelas Bebin Djuana yang dahulu terjun langsung dalam industri otomotif, bersama Suzuki Indonesia.

Disebutkan pula dalam kesempatan terpisah tentang diskusi program "Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea", yang diadakan Foreign Policy Community of Indonesia. Dengan salah satu pembicara Tanah Air adalah Ni Made Ayu Marthini, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kementerian Perdagangan.

Bahwa Indonesia bisa menjadi hub Korea Selatan dalam sektor otomotif didasari pengalaman hubungan bilateral dengan Jepang bertahun-tahun yang lalu. Berkat hubungan bilateral itu, industri otomotif di Indonesia bisa bertumbuh.

Perjanjian IK-CEPA, bisa menjadikan industri otomotif Indonesia lebih kompetitif jika Korea Selatan menanamkan modal di Indonesia. Investasi dan perdagangan tanpa disadari juga menjadi sarana bertukar ilmu pengetahuan, misalnya dengan pelatihan ketika investor membawa teknologi baru ke Indonesia.

Baca Juga: Jokowi Semprot OJK, Nasabah Buat Laporan Tapi Tidak Diproses

IK-CEPA diharapkan bisa meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia, bahkan bisa menjadikannya seperti Korea Selatan suatu saat nanti. Indonesia membutuhkan perjanjian kerja sama seperti itu untuk menambah daya saing.