Era Mobil Listrik Melambat, Konsumen Asia Ramai-Ramai Beralih ke Hybrid

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Rabu, 20 Agustus 2025 | 19:16 WIB
Era Mobil Listrik Melambat, Konsumen Asia Ramai-Ramai Beralih ke Hybrid
Ilustrasi mobil listrik. (Foto: BYD)

Suara.com - Popularitas mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) di kawasan Asia-Pasifik, di luar Tiongkok, dilaporkan mengalami perlambatan. Sebaliknya, kendaraan Full Hybrid Electric Vehicle (FHEV) justru kembali menjadi primadona dan pilihan utama konsumen yang mencari efisiensi.

Menurut laporan Just Auto, tren ini dipicu oleh beberapa faktor fundamental. Adopsi BEV di negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan terhambat oleh keterbatasan infrastruktur stasiun pengisian daya, biaya pembelian awal yang masih relatif tinggi, serta kekhawatiran klasik mengenai jarak tempuh.

Di sisi lain, pabrikan otomotif tradisional yang kesulitan bersaing dengan harga kompetitif BEV asal Tiongkok, kini melihat teknologi hybrid sebagai alternatif paling praktis untuk memenuhi regulasi emisi sekaligus menjawab permintaan pasar.

Data penjualan memperkuat sentimen ini. Sebuah studi menunjukkan bahwa pada kuartal pertama 2025, penjualan FHEV di Asia-Pasifik (tidak termasuk Tiongkok) melonjak 10 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter). Angka ini melampaui pertumbuhan total penjualan kendaraan ringan atau light vehicle yang hanya berada di level 5 persen.

Di Jepang, segmen FHEV terus tumbuh subur berkat dukungan kuat dari pabrikan domestik yang menawarkan model-model andal dan irit bahan bakar.

Sementara di Korea Selatan, kekhawatiran konsumen soal jarak tempuh membuat pabrikan seperti Kia dan Genesis gencar memperluas lini produk hybrid mereka. Tren serupa juga terjadi di India dan kawasan ASEAN, di mana pengaruh kuat merek Jepang dan infrastruktur pengisian yang belum merata membuat konsumen lebih nyaman memilih hybrid.

Proyeksi ke depan pun sangat signifikan. Pada tahun 2030, FHEV diperkirakan akan menyumbang 31 persen dari total penjualan mobil di Jepang, meraih sepertiga pangsa pasar di Korea Selatan, dan mencapai 16 persen di India. Untuk pasar ASEAN sendiri, FHEV diprediksi akan mengambil porsi 20 persen dari total penjualan kendaraan pada akhir dekade ini.

Secara keseluruhan, penjualan FHEV di Asia-Pasifik di luar Tiongkok diperkirakan akan terus tumbuh sebesar 16 persen secara tahunan pada 2025. Meskipun BEV tetap menjadi tujuan jangka panjang elektrifikasi, untuk saat ini hybrid terbukti menjadi jembatan transisi yang paling praktis, yang menawarkan efisiensi bahan bakar dan pengurangan emisi tanpa mengorbankan kenyamanan konsumen.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Perbedaan BYD Atto 1 dan 3? Adu Harga, Baterai, hingga Fitur Keselamatan

Apa Perbedaan BYD Atto 1 dan 3? Adu Harga, Baterai, hingga Fitur Keselamatan

Otomotif | Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:33 WIB

Pasar Mobil Listrik Bekas Cenderung Stabil Pasca Alami Penurunan Tajam

Pasar Mobil Listrik Bekas Cenderung Stabil Pasca Alami Penurunan Tajam

Otomotif | Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:28 WIB

Fakta: Mobil Listrik Tak Sepenuhnya Lebih Ramah Lingkungan Dibandingkan Mobil Bensin

Fakta: Mobil Listrik Tak Sepenuhnya Lebih Ramah Lingkungan Dibandingkan Mobil Bensin

Otomotif | Selasa, 19 Agustus 2025 | 18:45 WIB

Terkini

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:48 WIB

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×