Angka ini tadi merupakan hasil nyata di pemakaian harian, dan secara teknis dalam pengukuran konsumsi gabungan (combined) menurut data pabrikan/varian yang diuji bisa mencapai sekitar 19–20 km per liter tergantung transmisi dan cara berkendara.
Menjadi hemat BBM bukan hanya soal kapasitas kecil mesin, tetapi juga bobot kendaraan yang ringan dan desain bodi kompak membuat Splash cukup unggul di segmen mobil hatchback sebagai mobil harian yang ekonomis.
Saat mempertimbangkan membeli mobil bekas seperti Suzuki Splash, biaya rutin yang juga penting diperhitungkan adalah pajak kendaraan tahunan.
Pajak mobil di Indonesia umumnya terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sekitar 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) ditambah Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang besarnya seragam di seluruh Indonesia.Cara menghitungnya ialah PKB = 2% x NJKB lalu ditambah SWDKLLJ.
Untuk Suzuki Splash 1.2L bekas, estimasi pajak tahunannya biasanya berada di kisaran Rp 1,7 juta hingga Rp 1,8 juta per tahun, tergantung tahun pembuatan dan nilai jual kendaraan yang ditetapkan Samsat daerah Anda.
Jumlah ini sudah mencakup PKB dan SWDKLLJ, sehingga menjadi perkiraan biaya tahunan yang perlu disiapkan. Biaya pajak ini bisa sedikit berubah setiap tahun karena penurunan nilai jual mobil seiring usia, atau jika ada perubahan kebijakan pajak daerah.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Suzuki Splash adalah pilihan menarik jika Anda mencari hatchback bekas yang kompak, irit BBM, dan mudah dikendarai di kota.
Dengan mesin sekitar 1.2L, tenaga yang memadai serta konsumsi BBM irit, mobil ini cocok untuk pemakaian harian maupun perjalanan singkat.
Harga seken yang berada di kisaran relatif terjangkau serta pajak tahunan yang tidak terlalu tinggi membuat Splash tetap menjadi opsi mobil bekas yang patut dipertimbangkan, terutama bagi pembeli yang punya anggaran terbatas namun ingin kendaraan yang fleksibel dan hemat biaya operasionalnya.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni