5 SUV Bekas Harga Diprediksi Terjun Bebas di 2026, Cek Daftarnya

Agatha Vidya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Sabtu, 04 April 2026 | 10:23 WIB
5 SUV Bekas Harga Diprediksi Terjun Bebas di 2026, Cek Daftarnya
5 SUV Bekas Harga Diprediksi Terjun Bebas di 2026, Cek Daftarnya (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Inovasi baterai dan gempuran merek Tiongkok membuat harga SUV bekas populer merosot tajam.
  • Depresiasi terparah menghantam SUV listrik dan mobil bekas dengan stigma perawatan mahal.
  • Jika sering ganti mobil, utamakan membeli merek dengan layanan purna jual yang terjamin aman.

Suara.com - Siapa sangka, impian memiliki mobil SUV idaman kini bisa berujung mimpi buruk finansial akibat harga jual bekas yang diprediksi terjun bebas di tahun 2026. Fenomena depresiasi ekstrem ini menampar realita bahwa kendaraan roda empat, sekeren apa pun itu, tidak selalu bisa diandalkan layaknya sebuah instrumen investasi.

Jika Anda masih memegang prinsip lawas "beli mobil itu investasi", coba pikir ulang. Kalau beli tanah mungkin iya, tapi kalau Anda meminang salah satu dari 5 SUV populer yang bakal kita bahas ini, siap-siap saja dompet berasa bocor halus.

Ada dua "badai besar" yang membuat harga SUV ini terjun bebas di 2026. Pertama, tsunami merek Tiongkok.

Pabrikan asal negeri tirai bambu kini datang membawa fitur "kelas sultan" dengan harga yang bikin merek Jepang garuk-garuk kepala. Kedua, evolusi teknologi yang super cepat. Fitur mobil masa kini sangat cepat usang, mirip seperti smartphone jadul.

Biar tidak salah langkah, berikut 5 SUV terkenal di Indonesia dengan spesifikasi gahar, tapi harga bekasnya diprediksi merana di tahun 2026:

1. Hyundai Ioniq 5

Hyundai Ioniq 5 dipamerkan di GIIAS 2024. Berkat teknologi V2L, Bluelink dan pengisian daya yang fleksibel, mobil listrik ini cocok untuk mereka yang produktif. [Suara.com/Alfian Winanto]
Hyundai Ioniq 5 dipamerkan di GIIAS 2024. Berkat teknologi V2L, Bluelink dan pengisian daya yang fleksibel, mobil listrik ini cocok untuk mereka yang produktif. [Suara.com/Alfian Winanto]

Prediksi Depresiasi: Hingga 40-45 persen dari harga baru

Di atas kertas, Ioniq 5 adalah mahakarya. Menggunakan platform E-GMP canggih, mobil ini punya fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang bisa menghidupkan alat elektronik rumah tangga, hingga arsitektur 800V yang membuat baterai 72,6 kWh-nya bisa dicas 80 persen cuma dalam 18 menit. Harga barunya pun tembus Rp800-900 jutaan.

Kenapa anjlok? Saking banyaknya unit yang beredar, hukum ekonomi pun berlaku: barang melimpah, harga goyang.

baca juga

Pada tahun 2026, teknologi EV berkembang pesat. Rival seperti BYD menawarkan harga jauh lebih miring dengan teknologi baterai blade terbaru.

Alhasil, Ioniq 5 bekas harus rela turun kasta dan harganya dipaksa banting setir agar tetap dilirik showroom sekon.

2. Chery Omoda 5

Chery Omoda E5 di Pameran GIIAS 2024. (Foto: Suara.com/Manuel Jeghesta)
Chery Omoda E5 di Pameran GIIAS 2024. (Foto: Suara.com/Manuel Jeghesta)

Prediksi Depresiasi: Sekitar 35-40 persen di 3 tahun pertama

Bicara soal desain, SUV crossover ini bagaikan mobil dari masa depan. Layar ganda 20,5 incinya memukau, apalagi varian GT (1.6L Turbo) sanggup memuntahkan tenaga 197 hp dengan torsi 290 Nm yang dikawal transmisi 7-speed DCT.

Fitur ADAS-nya pun super lengkap dengan harga baru yang menggoda (Rp346 - 499 jutaan).

Kenapa anjlok? Siklus pembaruan model mobil Tiongkok sangat cepat, membuat model lamanya seketika terlihat usang.

Selain itu, di bursa mobil bekas 2026, kepercayaan konsumen awam terhadap daya tahan mesin turbo performa tinggi dan kerumitan kelistrikannya masih terus diuji.

Gosip sedikit saja di komunitas soal isu transmisi bisa langsung bikin harga bekasnya drop tajam.

3. Mazda CX-3 (Varian 2.0L)

Buritan New Mazda CX-3 Facelift [Mazda Indonesia].
Buritan New Mazda CX-3 Facelift [Mazda Indonesia].

Prediksi Depresiasi: Sekitar 30-35 persen (Lebih parah dari varian 1.5L)

Bagi kaum driver enthusiast, Mazda CX-3 2.0L Pro/AutoExe adalah idaman. Mesin Skyactiv-G 2.0L bertenaga 149 PS sanggup menuntaskan 0-100 km/jam di bawah 10 detik.

Dilengkapi Sunroof, Head-up display, dan i-Activsense, mobil ini dibanderol hampir menembus Rp600 juta untuk harga barunya.

Kenapa anjlok? Realita pasar sekon sangat kejam.

Pembeli awam yang mencari compact SUV bekas biasanya mundur teratur saat melihat pajak mesin 2.000 cc-nya.

Pasaran kini jauh lebih menyukai CX-3 varian 1.5L yang pajaknya ramah kantong. Stigma biaya servis dan mahalnya suku cadang orisinal Mazda membuat varian 2.0L ini lambat laku di bursa bekas.

4. Hyundai Santa Fe (Mesin Bensin)

Hyundai Santa Fe 2015. (Drive Place)
Hyundai Santa Fe 2015. (Drive Place)

Prediksi Depresiasi: Mencapai 40 persen (Kalah telak dari varian Diesel)

Secara kelas, ini adalah SUV premium 7-seater yang sangat refined (halus). Mesin 2.5L bensinnya menyemburkan tenaga hingga 194 PS.

Kabinnya kedap, suspensinya nyaman, dan punya fitur Hyundai SmartSense yang sangat pintar. Harga barunya menembus Rp735-800 jutaan.

Kenapa anjlok? Takdir Santa Fe di Indonesia adalah mobil diesel. Varian bensin di pasar mobil bekas ibarat sayur tanpa garam; sepi peminat.

Pembeli bekas ogah meminangnya karena konsumsi BBM dalam kota hanya di kisaran 1:9 km/liter dan wajib minum oktan 92 (Pertamax).

Karena torsinya kalah telak dari varian diesel CRDi, penjual varian bensin harus rela memangkas harga habis-habisan.

5. Chevrolet Captiva Lama

Chevrolet Captiva LT Diesel 
Chevrolet Captiva LT Diesel 

Prediksi Depresiasi: >50 persen (Hanya laku untuk pehobi)

Walau mereknya sudah pamit, Captiva diesel 2.0L VCDi sejatinya sangat underrated.

Mobil ini tangguh, punya kabin lapang, dan torsinya tembus 400 Nm, sangat nikmat untuk melibas tanjakan.

Saat ini pun harganya sudah sangat jatuh, di kisaran Rp90 hingga Rp240 jutaan tergantung tahun produksi (mentok di 2017).

Kenapa makin anjlok? Di tahun 2026, mobil ini resmi masuk kategori "mobil hobi/kolektor".

Rasa takut konsumen awam terhadap ketersediaan suku cadang kelistrikan (seperti modul ECU/TCM) dan keharusan menggunakan bahan bakar sekelas Dex untuk merawat mesin common rail-nya bikin orang mikir dua kali.

Penjualnya cuma bisa pasrah banting harga agar mobil segera keluar dari garasi.

Pada akhirnya, jatuhnya harga jual kembali bukan semata-mata karena spesifikasi mobilnya jelek, tapi soal peace of mind alias ketenangan pikiran pembeli berikutnya.

Orang Indonesia kalau beli mobil bekas, yang dipikirkan pertama bukanlah seberapa kencang mesin turbonya, melainkan: bengkelnya gampang atau tidak? Pajak dan bensinnya bikin dompet jebol atau tidak?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Harga Mobil Listrik BYD April 2026, Mulai Rp199 Jutaan

Daftar Harga Mobil Listrik BYD April 2026, Mulai Rp199 Jutaan

Otomotif | Jum'at, 03 April 2026 | 20:54 WIB

Dominasi Mobil Jepang Runtuh Dampak Serbuan Kendaraan Listrik Tiongkok di Australia

Dominasi Mobil Jepang Runtuh Dampak Serbuan Kendaraan Listrik Tiongkok di Australia

Otomotif | Jum'at, 03 April 2026 | 16:05 WIB

5 Mobil Hybrid Super Irit Bensin Keluaran 2026 yang Harga Tak Bikin Kecewa

5 Mobil Hybrid Super Irit Bensin Keluaran 2026 yang Harga Tak Bikin Kecewa

Otomotif | Jum'at, 03 April 2026 | 16:50 WIB

Terkini

Krisis Kapal Pengangkut Paksa Produsen Mobil China Gunakan Strategi Darurat demi Ekspor Global

Krisis Kapal Pengangkut Paksa Produsen Mobil China Gunakan Strategi Darurat demi Ekspor Global

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:11 WIB

Rating Keselamatan Bintang Lima Bukan Jaminan Aman dari Bahaya Tabrak Belakang

Rating Keselamatan Bintang Lima Bukan Jaminan Aman dari Bahaya Tabrak Belakang

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:02 WIB

5 Mobil Listrik Murah 150 Jutaan dari Atto 1 hingga Ioniq, Simak Saran Pakar

5 Mobil Listrik Murah 150 Jutaan dari Atto 1 hingga Ioniq, Simak Saran Pakar

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05 WIB

Intip Pesona Motor Listrik Mungil dari Yamaha: Cocok Gantikan BeAT, Jarak Tempuh 83 Km

Intip Pesona Motor Listrik Mungil dari Yamaha: Cocok Gantikan BeAT, Jarak Tempuh 83 Km

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 17:30 WIB

Yamaha Mio 150 Mengaspal, Beginikah Wujudnya? Bodi Mungil Mesin Seperkasa Aerox

Yamaha Mio 150 Mengaspal, Beginikah Wujudnya? Bodi Mungil Mesin Seperkasa Aerox

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:15 WIB

Komunitas XMAX Lihat Langsung Dapur Produksi Motor Yamaha di Pulogadung

Komunitas XMAX Lihat Langsung Dapur Produksi Motor Yamaha di Pulogadung

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:36 WIB

Honda Rebel 1100 Hadir dengan Penyegaran Warna Baru

Honda Rebel 1100 Hadir dengan Penyegaran Warna Baru

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:58 WIB

Solusi Buruh dan Mahasiswa: 5 Motor Gesit yang Bisa Dibeli dengan Harga Under 10 Juta

Solusi Buruh dan Mahasiswa: 5 Motor Gesit yang Bisa Dibeli dengan Harga Under 10 Juta

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:21 WIB

5 Pilihan Motor Lebih Murah dari Honda BeAT tapi Bagasinya Besar, Lebih Bertenaga

5 Pilihan Motor Lebih Murah dari Honda BeAT tapi Bagasinya Besar, Lebih Bertenaga

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:42 WIB

Daftar 10 Provinsi yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026

Daftar 10 Provinsi yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:27 WIB

×