- PT Astra UD Trucks mengalihkan fokus penjualan kendaraan niaga ke sektor logistik on-road sepanjang tahun 2026.
- Kebijakan pemerintah dalam industri pertambangan yang tidak pasti menyebabkan perusahaan memilih fokus pada pasar logistik nasional.
- Perusahaan menargetkan penjualan sebanyak 1.200 unit truk untuk menjaga pertumbuhan moderat di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Suara.com - PT Astra UD Trucks mengatakan pihaknya pada tahun ini akan fokus menjual kendaraan niaga on-road dan khususnya sektor logistik di tengah tantangan yang dihadapi oleh industri pertambangan di tengah ketidakpastian kebijakan di dalam negeri.
CEO Astra UD Trucks Bambang Widjanarko mengatakan di tengah tantangan industri pertambangan, yang menjadi salah satu pasar utama perusahaan, pihaknya masih optimistis bisa membukukan pertumbuhan penjualan pada tahun ini.
"Kalau truk kita sekarang fokus di on-road dulu," kata Bambang di sela acara kunjungan ke Boja Farm, salah satu Desa Sejahtera Astra di Bogor, Jawa Barat pada Kamis (22/5/2026).
Ia mengatakan saat ini perusahaan-perusahaan tambang sedang "tiarap" dan memilih untuk wait and see menghadapi perubahan kebijakan pemerintah terkait usaha tambang antara lain adanya pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara dan nikel; kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di bank-bank Himbara; dan pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia yang akan menjadi eksportir tunggal batubara, kelapa sawit serta ferro alloy.
Sementara Bambang menerangkan, peluang di pasar logistik masih terbuka lebar.
![CEO Astra UD Trucks Bambang Widjanarko bersiap menanam bibit kopi di Boja Farm, Desa Sejahtera Astra di Kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/5/2026). [Suara.com/Liberty Jemadu]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/21/67328-ceo-astra-ud-trucks.jpg)
Sebelumnya kepada Suara.com Ketua Umum Asosiasi Logistik Digital Ekonomi Indonesia (ALDEI) Imam Sedayu Pusponegoro mengatakan bahwa sektor logistik masih akan tumbuh dua digit pada 2026 ini.
Proyeksi pertumbuhan logistik nasional tahun ini yang berada di kisaran 9,3 persen masih berpeluang meningkat, terutama bagi perusahaan yang fokus pada sektor ekonomi digital.
Menurut ALDEI pertumbuhan ekonomi digital yang secara konsisten berada di level tinggi menjadi faktor penting yang menopang industri logistik. Bahkan sektor logistik bisa tumbuh di atas 10 persen pada tahun ini.
Peluang inilah yang akan digarap oleh Astra UD Trucks. Bambang menjelaskan peluang itu antara lain kebutuhan truk feeder untuk logistik kereta api yang semakin diperlukan.
"Jadi tahun ini fokus yang on-road," ia menegaskan.
Dengan fokus tersebut, Bambang mengungkapkan taget perusahaan pada 2026 tidak akan muluk-muluk. Astra UD Trucks, kata dia, menetapkan target wajar di tengah kondisi perekonomian yang sedang tiarap.
"Minimal target kita lebih tinggi sedikit dari tahun lalu. Tahun lalu itu kita hanya sampai seribuan. Sekarang hampir 1.200," beber Bambang.
"Jadi kita tetap tetap prudent, enggak terlalu berharap tinggi banget. Karena lihat kondisi perekonomian juga," tutup Bambang.