Perhatikan Ini Saat Menggarap Sekuel Film Satria Dewa: Gatotkaca

Selebtek Suara.Com
Jum'at, 10 Juni 2022 | 18:54 WIB
Perhatikan Ini Saat Menggarap Sekuel Film Satria Dewa: Gatotkaca
Instagram/@gatotkaca_official

Selebtek.suara.com -Setelah menunnggu cukup lama akhirnya film Satria Dewa: Gatotkaca yang merupakan franchise perdana dari Semesta Satria Dewa, dirilis di layar bioskop.

Film yang dibesut sutradara Hanung Bramantyo dibintangi Rizky Nazar, Yasmin Napper, Daniel Adnan, serta dua aktor laga yang sudah berhasil go international: Yayan Ruhiyan dan Cecep Abdul Rahman.

Tokoh Gatotkaca sendiri bukan merupakan tokoh asing dalam kehidupan saya. Saya mengenal sosok salah satu putra Bima ini sejak duduk di bangku sekolah dasar pada era 80-an lewat komik komik Mahabrata hingga Baratayudha karya R. A Kosasih hingga Om Teguh Santosa.

Lantaran itulah ekspektasi saya begitu besar untuk menyaksikan film ini. Film ini mengisahkan perjalanan hidup seorang pemuda bernama Yudha (Rizky Nazar), yang merupakan putra dari pasangan suami istri Arimbi dan Pandega.

Yudha tengah dihadapkan pada kewajiban untuk merawat kedua orangtuanya yang sakit-sakitan di tengah kondisi ekonominya yang tak bagus. 

Belakangan diketahui bahwa Yudha merupakan seseorang yang memiliki titisan langsung dari kesatria Gatotkaca asli yang  berasal dari klan Pandawa.  

Agar dapat menggunakannya, Yudha harus menemukan sebuah benda pusaka di dapat membantu Yudha untuk menggunakan kekuatan dahsyat Gatotkaca. 

Di sisi lain Yudha juga bersiap untuk melawan sisa-sisa prajurit Kurawa yang masih hidup di bumi yang berniat menghancurkan dunia meneruskan pendahulunya seperti dikisahkan dalam sejarah perang Bharatayudha.

Ada beberapa  hal yang menjadi catatan  penting  usai  menyaksikan film ini Berikut ulasannya.

Catatan Untuk Alur

Satria Dewa: Gatotkaca

Menurut saya, penyajian alur cerita terasa terlalu cepat. Hal ini bisa dirasakan saat menyaksikan para karakter protagonis di film ini sepertinya selalu dihadapkan dengan problem baru untuk menghentikan para antaogonisnya.  

Upaya  menampilkan adegan demi adegan dengan cepat tersebut mungkin ingin menimbulkan kesan alur menegangkan, tapi hal ini malah membuat  penilaian yang berantakan.

Sepertinya untuk sekuel kedua, film ini butuh formula baru untuk menyajikan cerita bertema pewayangan yang memang sangat luas.

Kita Mau Nonton Film Bukan Iklan

Satria Dewa: Gatotkaca

Kelemahan lain di film ini adalah beberapa adegan yang terasa banget sengaja menyoroti sponsor film ini item secara jelas.

Terlebih saat munculnya karakter seperti Petruk, Gareng, dan Bagong yang diperankan oleh komika Gilang Bhaskara, Indra Jegel, dan Rigen saat berupaya membawa tawa dan meredakan ketegangan cerita. 

Sayangnya kehadiran adegan mereka malah merusak keseimbangan adegan dan membuyarkan fokus saya saat menonton film ini 

Memang hal itu bukan perkara baru. Baik di film Indonesia maupun film barat, yang namanya product placement di film adalah hal yang awam terjadi. 

Yang menjadi masalahnya sendiri adalah penempatannya yang terasa berlebihan hingga menganggu kenyamanan penonton saat menyaksikan film ini.

Cobalah format yang kreatif dan segar unntuk penempatan produk tertentu agar tidak menganggu kenyamanan penonton.

Action-Choreography Mantab

Film Satria Dewa: Gatotkaca; Yayan Ruhian [suara.com]

Pujian untuk film ini sih sepertinya dari segi action-choreography. Kehadiran Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman begitu baik dalam menyajikan aksi laga yang beringas dan cepat.

Penampilan Rizky Nazar sebagai Gatotkaca juga okelah saat hand to hand combat kala melibas lawannya. Pun adegan perkelahian Yuda dan Beceng dalam wujud armor mereka juga sukses memanjakan mata. 

Sayangnya ada beberapa potongan adegan dan editing yang mengganggu menghilangkan keseruan menonton pertarungan dan baku hantam yang disajikan.

Jadi, pada intinya secara keseluruhan film Satria Dewa Gatotkaca masih perlu perbaikan untuk sekuel keduanya. (Rigo)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI