Nih Deretan Pemuda Bernyali Revolusioner di Balik Aksi Proklamasi 1945

Selebtek

Rabu, 17 Agustus 2022 | 08:20 WIB
Nih Deretan Pemuda Bernyali Revolusioner di Balik Aksi Proklamasi 1945
Rayakan Momen Kemerdekaan Indonesia dengan Mendaki Gunung. (PegiPegi)

Selebtek.suara.com - Sejumlah pemuda bernyali memiliki andil besar dalam mewujudkan momentumnya bersejarah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 lalu.

Disebut Benyali Revolusioner karena Mereka dengan berani dan penuh strategi serta kecerdikan bergerak untuk mewujudkan momentum proklamasi 17 Agustus 1945.

Siapa saja deretan pemuda bernyali revolusioner tersebut, berikut ulasannya 

1. Soekarni

Sejak usia  muda Soekarni sudah memiliki bakat militan dan revolusioner, mempunyai prinsip Indonesia harus merdeka secepatnya dan berdiri di kaki sendiri.

Pada usia 14 tahun Soekarni sudah ambil bagian untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari Belanda, saat Soekarni masuk ke dalam Perhimpunan Indonesia sekitar tahun 1930.

Soekarni berada dekat dan terlibat langsung dalam perdebatan yang frontal dan jujur dengan dwitunggal Soekarno–Hatta menjelang 17 Agustus 1945.

Pemuda bernyali revolusionerr itu, dengan semangat nasionalisme tetap pada pendirian teguh, proklamasi kemerdekaan harus segera dilayangkan.

Soekarni yang memberikan usulan kepada Soekarno dan Hatta, agar teks proklamasi ditandatangani oleh mereka berdua.

baca juga

Dengan tambahan Atas Nama Bangsa Indonesia, juga atas usulan Soekarni.

2. Wikana 

Wikana merupakan salah pemuda bernyali revolusioner yang turut mendesak Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Berkat Wikana, yang memiliki koneksi dengan Angkatan Laut Jepang (Kaigun), proses penyusunan proklamasi bisa dilakukan di rumah Laksamana Maeda di Menteng dan terjamin keamanannya, begitu Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta.

Selama penyusunan teks proklamasi berlangsung, Wikana mempersiapkan hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan proklamasi. Ia mengatur segala macam keperluan pembacaan proklamasi di rumah Bung Karno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56.

Pada 17 Agustus 1945, saat upacara kemerdekaan dilaksanakan. Wikana berperan penting dalam peristiwa ini. Pasalnya, ia membujuk para tentara Jepang untuk tidak mengganggu prosesi upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia.

3. Sayuti Melik 

Pemuda bernyali revolusioner ini bertugas mengetik teks proklamasi Dia mengubah beberapa redaksi yang sebelumnya ditulis oleh Soekarno atau Bung Karno dengan tulisan tangannya.

Pemuda bernylali revolusioner ini berani merubah teks tersebut dikarenakan background-nya yang pernah menjadi seorang guru. Ia mengatakan, perihal ejaan Bahasa Indonesia ia lebih mengetahui daripada Bung Karno. Hal ini ia lakukan karena ada beberapa ejaan dan kata yang dinilai tidak tepat.

Adapun redaksi yang diubah oleh Sayuti Melik ketika menuliskan ulang teks proklamasi yaitu, perbuhan kata “tempoh” menjadi tempo; kalimat “wakil-wakil bangsa Indonesia” diganti “Atas nama Bangsa Indonesia” dengan menambahkan nama “Soekarno-Hatta”.

Perbaikan diksi atau kalimat pada teks proklamasi tidak berhenti disitu saja, Sayuti Melik juga merubah kata “Djakarta, 17-8-05” menjadi “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05”. Angka tahun 05 mengacu pada singkatan dari 2605 tahun showa Jepang yang sama dengan tahun 1945.

4.Latief Hendraningrat 

Pemuda bernyali revolusioner ini memiliki nama lengkap Raden Mas Abdul Latief Hendraningrat. Latief merupakan seorang prajurit PETA berpangkat Shodanco atau komandan kompi.

Dengan latar belakang kemampuan militer yang dimilikinya, Latief Hendraningrat  bertugas mengamankan halaman depan rumah Soekarno yang digunakan sebagai lokasi proklamasi kemerdekaan. 

Saat teks proklamasi dibacakan oleh Bung Karno, Latief bertindak bersama Suhud Sastro Kusumo. bertugas sebagai pengibar bendera Sang Saka Merah Putih. Perlahan-lahan, hadirin spontan menyanyikan Indonesia Raya tanpa dikomando.

Usai mengerek bendera Sang Saka Merah Putih untuk pertama kali. Latief lantas menempatkan beberapa prajurit PETA pilihannya untuk berjaga-jaga.  

5. Mendur Bersaudara

Deretan pemuda bernyali revolusioner lain di balik peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 adalah adalah Frans Soemarto Mendur dan Alex Impurung Mendur. 

Kakak-beradik Mendur itu merupakan wartawan yang berjasa dalam mengabadikan peristiwa bersejarah bangsa Indonesia, yaitu Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Sayangnya hasil foto Hasil foto Alex Mendur, tidak terselamatkan karena telah dirampas oleh pemerintah Jepang. Bahkan  tustel (perangkat untuk memotret) milik Alex dirampas oleh tentara Jepang.

Untungnya Frans berhasil menjepret tiga foto yaitu, saat Soekarno membacakan teks proklamasi, pengibaran bendera merah putih oleh anggota Pembela Tanah Air (PETA) Latief Hendradiningrat, dan suasana upacara pengibaran bendera Merah Putih.

Frans bahkan sempat menyembunyikan negatif film hasil jepretannya di kebun kantornya.

Proses mencetak hasil foto tersebut juga harus dilakukan secara diam-diam. Mereka perlu menyelinap saat malam hari, memanjat pohon, dan melompati pagar di samping kantor Domei demi mencetak foto di sebuah lab film.

Kalau sampai tertangkap, hukuman yang menunggu mereka adalah dijebloskan ke penjara atau hukuman mati.

6.  Waidan B Palenewen dan F Wuz

Dua prang bernyali revolusioner ini9merupakan dua orang yang menyelenggarakan penyiaran Teks Proklamasi agar mengudara di segala penjuru dunia. 

Waidan B Palenewen merupakan kepala Bagian Radio Kantor Berita Domei (nama pada zaman pendudukan Jepang, saat ini Kantor Berita Antara) di Jakarta. Sedangkan F Wuz adalah seorang marconis atau operator radio di Radio Kantor Berita Domei. 

Pada tanggal 17 Agustus 1945 datanglah seorang wartawan bernama Syachruddin ke ruangan Waidan dan menyerahkan secarik kertas bertuliskan Proklamasi. 

Tanpa pikir panjang Waidan menghampiri F Wuz yang sedang menyiarkan berita untuk menyetop dan mendahulukan berita Proklamasi. 

Waidan meminta F Wuz untuk menyiarkan tiga kali berturut-turut. Namun, ketika akan mengulang siaran yang ketiga, masuklah tiga orang Jepang yang menyentuh tangan F Wuz. 

Tanpa takut Waidan menyuruh F Wuz untuk meneruskan dengan nada tinggi. Melihat hal tersebut tiga orang Jepang itu kemudian pergi. Akibat jasa mereka, berita Proklamasi bisa diteruskan ke luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lurah Aertembaga Satu Minta Sumbangan Perayaan 17 Agustus 2022, Tim Saber Pungli: Bisa Diproses Hukum

Lurah Aertembaga Satu Minta Sumbangan Perayaan 17 Agustus 2022, Tim Saber Pungli: Bisa Diproses Hukum

Sulsel | Rabu, 03 Agustus 2022 | 15:32 WIB

Anggota Komisi III Tegaskan DPR RI Tak Mungkin Sahkan RKUHP pada 17 Agustus 2022

Anggota Komisi III Tegaskan DPR RI Tak Mungkin Sahkan RKUHP pada 17 Agustus 2022

News | Rabu, 03 Agustus 2022 | 14:07 WIB

Teri Medan, Oleh-oleh Khas Medan yang Dikenal Jelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Teri Medan, Oleh-oleh Khas Medan yang Dikenal Jelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Deli | Rabu, 03 Agustus 2022 | 13:13 WIB

Terkini

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula saat Slow Jogging

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula saat Slow Jogging

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:50 WIB

Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader

Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader

Bali | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tawa dan Tangis dalam Film Foufo: Dari Kampung Rongsok ke Luar Angkasa

Tawa dan Tangis dalam Film Foufo: Dari Kampung Rongsok ke Luar Angkasa

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:46 WIB

Ketika Semua Orang Dipaksa Jualan: Membaca Fenomena Ledakan UMKM

Ketika Semua Orang Dipaksa Jualan: Membaca Fenomena Ledakan UMKM

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:45 WIB

Kulit Sawo Matang Pakai Cushion Warna Apa? Ini 5 Shade Paling Cocok agar Tidak Abu-Abu

Kulit Sawo Matang Pakai Cushion Warna Apa? Ini 5 Shade Paling Cocok agar Tidak Abu-Abu

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:44 WIB

3 Serum Niacinamide TXA Lokal yang Ampuh Pudarkan Noda Hitam Bekas Jerawat

3 Serum Niacinamide TXA Lokal yang Ampuh Pudarkan Noda Hitam Bekas Jerawat

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:43 WIB

RUU Perampasan Aset Tetap Dibahas Selama Reses, Komisi III Dapat Lampu Hijau

RUU Perampasan Aset Tetap Dibahas Selama Reses, Komisi III Dapat Lampu Hijau

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:41 WIB

Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan

Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan

Sulsel | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:37 WIB

Kejar Target, DPR Pastikan RUU Hak Cipta Ikut Dibahas Selama Masa Reses

Kejar Target, DPR Pastikan RUU Hak Cipta Ikut Dibahas Selama Masa Reses

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:36 WIB

Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:33 WIB

×