SUARA SEMARANG - Viral di media sosial kasus bullying yang menimpa siswi SMP di Semarang belum dianggap selesai oleh pihak korban.
Di berbagai media sosial, grup Facebook Media Informasi Kota Semarang, Twitter dan Instagram, ada sesorang yang mengaku keluarga korban bullying mengatakan bahwa belum ada perkembangan dari kasus tersebut.
Bahkan pihak keluarga heran karena secara mendadak beredar video permintaan maaf dari keluarga pelaku bullying yang menimpa siswi SMP di Kota Semarang tersebut.
Dia yang menggunakan username Facebook Ssatrio P meminta kasus bullying yang menimpa adiknya itu untuk dikawal oleh netizen agar tak menguap begitu saja.
Dia merasa tidak ada keadilan lantaran belum ada proses mediasi antara keluarga pelaku dan keluarga korban bullying.
Lebih herannya lagi, dia mengatakan semua pelaku bullying sudah dipulangkan oleh pihak berwajib.
"Mohon di up lurd ini adek saya yang korban pengroyok an 3siswi smp itu, padahal sudah di visum kok belom ada perkembangan sama sekali, terus kok tau tau beredar vidio orang tua tersangka cuman minta maaf dan itu pun tidak ada mediasi dari pihak kluarga korban, terus ini kata nya tersangka sudah di pulangka semua, yang saya tanyakan di mana hukum nya ini," tulis Ssatrio P dalam unggahan grup MIK Semar.
Dalam unggahannya, dia menyertakan foto adiknya yang masih dalam keadaan berdarah.
Netizen pun berkomentar bahwa kasus bullying siswi SMP tersebut harus diselesaikan agar menimbulkan efek jera.
"umbulke duwur . semangat cari keadilan," tulis seorang netizen dalam kolom komentar.
Sebelumnya diberitakan, terjadi bullying pada siswi SMP di Kota Semarang yang dilakukan seniornya.
Peristiwa terjadi di Aloon-aloon Masjid Agung Semarang dan menjadi viral di media sosial.
Walikota Hendrar Prihadi sempat mengatakan bahwa para pelaku bullying harus diproses sesuai aturan.
Hal itu agar menjadi efek jera bagi lainnya agar peristiwa bullying tak terjadi lagi di Kota Semarang.
"Saya sudah dapat laporan dari Kadisdik (Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang) dan Kapolrestabes Kota Semarang. Kasus bully mem-bully ini harus kita ambil sikap tegas agar supaya masyarakat atau anak muda yang lain ada efek jera," kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi Rabu (25/5/2022).
Terkait adanya pendekatan upaya damai, Hendi meminta masalah bullying harus diselesaikan terlebih dahulu.
"Paling tidak diusut dulu sampai tuntas. Sampai pelaku dapat efek jera. Kalau masalah damai, itu urusan nanti dengan keluarga korban," pungkas Walikota Semarang menjawab pertanyaan awak media soal kasus bullying siswi SMP di wilayahnya.