Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan sejumlah perkembangan penyidikan terkait kasus di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Dedi mengatakan, tim penyidik Bareskrim dan Polda Jawa Timur sejauh ini telah memeriksa 29 orang saksi dengan rincian 23 anggota Polri yang bertugas langsung dalam pengamanan di Stadion Kanjuruhan dan enam saksi dari Panitia Pelaksana yaitu Direktur PT LIB, Presiden PSSI Jawa Timur, Ketua Panpel Arema FC dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur.
"Pemeriksaan saksi-saksi dari pihak panitia pelaksana tentunya akan dilanjutkan sampai besok," kata Dedi dalam jumpa pers di Malang, dikutip dari keterangan Humas Polri.
Dedi mengatakan penyidik telah meningkatkan status perkara dari penyelidikan menjadi tahap penyidikan. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti, keterangan saksi ahli diperlukan selain keterangan saksi, termasuk pemeriksaan alat bukti perintah dan surat.
Langkah-langkah ini, kata Dedi, dilakukan untuk mengidentifikasi dan menetapkan para tersangka dan kemudian memeriksa para tersangka.
“Nanti pada saat kami menetapkan tersangka dan langsung memeriksa statusnya sebagai tersangka," kata Dedi.
Selain itu, tim Puslabfor Polri memeriksa enam sistem CCTV di sekitar Stadion Kanjuruhan, khususnya di pintu gerbang 3, pintu gerbang 9, pintu 10, pintu 12 dan pintu 13.
Menurut Dedi, enam titik CCTV yang diperiksa Labfor itu berdasarkan hasil analisis awal, yakni titik-titik yang banyak ditemukan orang meninggal.
"Oleh karena itu, ketelitian dan kehati-hatian di bagian kami Labfor agar nantinya bisa dijadikan alat bukti oleh penyidik sebelum penyidik menetapkan tersangka terhadap seseorang," kata dia.
Perkembangan lain yang dilakukan Polri, lanjutnya, tim Inafis bekerja sama dengan Laboratorium Polri untuk menangani masalah terkait tempat kejadian perkara, baik di dalam dan di luar TKP.
"Ini masih terus didalami, semua akan menjadi bagian dari analisa dan bagian dari penyelidikan yang perlu didalami oleh tim sidik, baik dari Bareskrim maupun Polda Jatim " kata Dedi.
Adapun perkembangan para korban kata Dedi, berdasarkan data hingga saat ini korban meninggal masih 125 orang, luka-luka 460 orang, yang terdiri dari luka ringan 406, luka sedang 30, dan luka berat 29 orang.
“Untuk korban yang masih dirawat di rumah sakit, sebanyak 59 orang tersebar di 10 rumah sakit,” kata Dedi.
(Antara)