Decak Kagum
Aksi Hanifan Yudani Kusumah juga mengundang decak kagum dari netizen. Salah satunya dari pemilik akun Husein Ja'far Hadar.
Dalam cuitannya, Husein menuliskan pujian atas aksi yang dilakukan Hanifan Yudani Kusumah.
"Hanifan Yudani Kusumah, pesilat peraih medali emas hari ini, memeluk Pak Jokowi & Pak Prabowo bersamaan. Olahraga mempersatukan kita, di tengah perbedaan politik. Mari terus jaga kehangatan ini. Saya pasang kartun yg abadikan momen itu jadi foto profil krn begitu bahagianya," tulis Husein dalam akunnya, @Husen_Jafar.
Hanifan Yudani Kusumah, pesilat peraih medali emas hari ini, memeluk Pak Jokowi & Pak Prabowo bersamaan. Olahraga mempersatukan kita, di tengah perbedaan politik. Mari terus jaga kehangatan ini. Saya pasang kartun yg abadikan momen itu jadi foto profil krn begitu bahagianya. pic.twitter.com/bWdwsjntqz
— Husein Ja'far Hadar (@Husen_Jafar) 29 Agustus 2018
Decak kagum atas aksi yang dilakukan Hanifan Yudani Kusumah yang tak jauh berbeda juga dituliskan pemilik akun @stayqul.
Menurutnya, aksi Hanif menjadi bukti bahwa olahraga mampu mempersatukan siapapun, meski berbeda dalam pandangan politik.
"Saya merasakan suatu kebahagian yg luar biasa melihat pak jokowi, pak Prabowo, dan Atlet pencak silat kita Hanifan Yudani Kusumah berpelukan bersama. Kembali terbukti Olahraga sebagai Pemersatu. #AsianGames2018," tulisnya.
Saya merasakan suatu kebahagian yg luar biasa melihat pak jokowi, pak Prabowo, dan Atlet pencak silat kita Hanifan Yudani Kusumah berpelukan bersama.
— Acho (@stayqul) 29 Agustus 2018
.
Kembali terbukti Olahraga sebagai Pemersatu. #AsianGames2018 pic.twitter.com/bkjPdqtCef
Darah Pencak Silat
Hanifan Kusumah Yudani lahir di Bandung, Jawa Barat, 25 Oktober 1997. Darah pencak silat sudah mengalir sejak dia di dalam kandungan.
Maklum, kedua ayah dan ibu Hanif, Dani Wisnu dan Dewi Yanti Kosasih, tak lain mantan pesilat nasional. Baik Dani maupun Dewi sama-sama pernah menyumbang medali emas SEA Games untuk Indonesia.
"Bapak dan ibu saya orang pencak silat. Jadi darah pencak silat sudah ada sejak saya dalam kandungan," seloroh Hanif, ditemui usai pertandingan di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta, Rabu malam.
"Saya mengawali latihan pencak silat di Perguruan Silat Tadjimalela, Bandung. Step-by-step prestasi saya terus meningkat, seiring kerja keras yang saya lakukan," sambungnya.
![Pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah meraih medali emas Asian Games 2018 nomor tanding Kelas C putra di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta, Rabu (29/8). [Suara.com/Rizki Nurmansyah]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/08/29/21561-pesilat-indonesia-hanifan-yudani-kusumah.jpg)
Sebelum mengukir prestasi besar di pentas Asian Games 2018, Hanifan Yudani Kusumah lebih dulu meraih medali emas PON 2016. Kemudian menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Silat 2016 di Bali.
Pada SEA Games 2017 di Malaysia, Hanif harus puas meraih medali perunggu.
Di tahun 2018, Hanifan Yudani Kusumah menorehkan tinta emas dengan menjadi salah satu penyumbang medali emas Asian Games 2018 bagi Indonesia.
Pada final yang berlangsung, Rabu sore, Hanif mengalahkan rivalnya dari Vietnam, Nguyen Thai Linh, dengan skor tipis 3-2.
Hanif mengatakan, tekadnya meraih medali emas Asian Games 2018 berkaca pada rekan-rekannya yang sebelumnya telah lebih dulu menyumbang emas untuk Indonesia.
"Medali emas yang diraih rekan-rekan membuat saya termotivasi untuk meraih medali emas Asian Games 2018," pungkas Hanifan Yudani Kusumah.